Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jurnalis Oposisi Iran Dijatuhi Hukuman Mati, Sikap Teheran jadi Sorotan Dunia

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Juli 2020 11:44 11:44 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 Juli 2020 11:44
Bagikan
Ruhullah Zam yang akan dihukum mati Iran (Youtube)
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan Iran hari Selasa (30/6/2020) menjatuhkan hukuman mati, editor website berita anti-rezim,  Ruhullah Zam atas tuduhan “membuat kerusakan di muka bumi”.  Iran menangkap Zam yang dituduh “diarahkan oleh dinas intelijen Prancis” dalam “sebuah operasi canggih dan profesional” oleh organisasi intelijen Garda Revolusi, kutip pasukan paramiliter elit iran dalam sebuah pernyataan hari Senin.

Iran menuduh Zam “diarahkan oleh dinas intelijen Prancis dan didukung oleh dinas intelijen Amerika dan rezim Zionis,” sesuatu yang sejak lama dibantah wartawan oposisi itu. Pengawal Revolusi Iran mengklaim mereka berhasil “menipu” layanan asing dan menangkapnya dengan “menggunakan metode intelijen modern dan taktik inovatif.”

Juru Bicara Kehakiman Iran Gulam Hussein Ismaili menginformasikan penerapan hukum terhadap editor media oposisi “Amednews” pada sebuah konferensi pers di Teheran. Ismaili mengungkapkan pengadilan mempertimbangkan 13 tuduhan berbeda dalam kejahatan “membuat kerusakan di bumi” dan menjatuhkan hukuman mati terhadap Zam.  Dia juga mengatakan bahwa jurnalis oposisi lain diberikan hukuman penjara atas tuduhan lainnya.

Zam ditahan pada Oktober 2019 dan dibawa ke Iran dengan tuduhan “melakukan kegiatan anti-revolusioner”.   Situs web Ruhollah Zam dan saluran aplikasi Telegram nya telah menyebar saat aksi protes dan informasi memalukan tentang para pejabat yang secara langsung menantang teokrasi Syiah Iran. Berita-beritana dinilai telah menggerakkan aksi  demonstrasi.

Beberapa saat setelah hukuman itu diumumkan, sebuah video yang berisi pengakuan Ruhollah Zam,  ditayangkan televisi pemerintah. Dalam video itu, seolah Zam mengakui kesalahan-kesalahan yang dibuatnya pada masa lalu dan kata permintaan maaf.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili yang mengumumkan hukuman mati Zam pada hari Selasa, mengatakan bahwa ia telah dihukum karena “korupsi di Bumi,” tuduhan yang sering digunakan dalam kasus yang melibatkan spionase atau upaya untuk menggulingkan pemerintah Iran. Tidak segera jelas kapan hukuman dijatuhkan, kutip AFP.

Tidak Manusiawi

Sejumlah organisasi HAM mengecam hukuman yang dijatuhkan pada Zam. Mereka juga menuding pengakuan terbuka itu merupakan hasil rekayasa.  The Committee to Protect Journalists (CPJ) menilai, hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Ruhullah Zam hari ini mengejutkan keterlaluan. CPJ mengatakan, kebijakan ini menunjukkan bagaimana wajah asli pemerintah Iran, meningkatkan kampanye mereka terhadap wartawan yang meliput protes anti-pemerintah.

“Keadilan menuntut agar putusan ini dibatalkan dan Zam bisa dibebaskan,” tulis CPJ melalui akun twitternya, @pressfreedom.

Sikap semena-mena Iran terhadap para wartawan sering menjadi sorotan dunia. Kelompok Wartawan Tanpa Tapal Batas (RSF), mengatakan sejak November tahun lalu saja, ada 12 wartawan ditangkap menyusul gelombang protes antipemerintah.

Kelompok yang bermarkas di Paris itu juga sempat mengecam keras “perlakuan menghina dan tidak manusiawi” terhadap dua orang wartawan perempuan di penjara Evin di Teheran.  Wartawan Tanpa Tapal Batas (RSF) mengatakan, penahanan dan penyiksaan wartawan adalah contoh dari sekian banyak tindakan yang diambil pemerintah Iran untuk menindas wartawan.

Tahun lalu, menteri telekomunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi meminta Telegram menutup saluran AmadNews milik Zam, dengan mengatakan pihaknya menghasut “pemberontakan bersenjata.” Saluran, yang memiliki sekitar 1,4 juta pengikut, kemudian dihapus.

Pekan lalu Iran membebaskan seorang jurnalis Rusia yang ditahan di tengah laporan bahwa dia telah ditangkap karena dituduh sebagai mata-mata untuk Israel, lapor media Rusia. Teheran membantah laporan itu, mengatakan kasusnya adalah tentang pelanggaran visa. Kamis pagi mereka membawa Yulia Yuzikon dalam penerbangan kembali ke Moskow, situs berita Rusia melaporkan, mengutip kedutaan Rusia di Teheran.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iranmullahRuhullah Zamsyiahwartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar: Ada Pihak Tertentu ‘Menjebol UU Perkawinan’ untuk Melegitimasi Perkawinan Sejenis
Tulisan selanjutnya Jejak PKI Mendompleng Kemerdekaan Indonesia (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?