Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inilah Suara Muslim India Jelang Peresmian Kuil Dewa Rama di Reruntuhan Masjid Babri

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2020 09:25 9:25 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Agustus 2020 09:24
Bagikan
Sekelompok fanatik Hindu mengelilingi Masjid Babri di Ayodhya yang dihancurkan pada 6 Desember 1992.
Bagikan

Hidayatullah.com — Menjelang peletakan batu pertama untuk pembangunan kuil Dewa Rama di Ayodhya pada 5 Agustus, Asaduddin Owaisi, presiden Majlis Ittihadul Muslimin seluruh India, mengatakan bahwa Masjid Babri akan tetap menjadi masjid.

Dalam wawancaranya dengan Outlook, Owasi juga mengatakan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi harus mengklarifikasi apakah dia mengunjungi Ayodhya sebagai Perdana Menteri negara itu atau sebagai individu.

Ketika ditanya mengenai tanggapannya mengenai peletakan batu pertama kuil Dewa Rama, Owaisi yang telah vokal mengkritik keputusan pengadilan terhadap Masjid Babri mengatakan, “Masjid Babri adalah masjid dan akan selalu menjadi masjid. Ini adalah keyakinan saya. Yang tidak bisa direbut dari ku atau dari siapapun.”

“Sejarah akan mengingat apa yang terjadi pada Desember 1949, ketika patung-patung ditempatkan secara diam-diam di Masjid dan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan penghancurannya pada tahun 1992. Selama umat Islam dan orang-orang yang percaya pada keadilan masih memberi perhatian, kami akan terus mengatakan pada generasi baru bahwa masjid kami telah dihancurkan. Tidak masalah jika suara kami ditekan. Kami akan menceritakannya dengan cara kami sendiri,” lanjutnya.

Masjid Babri dibangun oleh Mir Baqi, seorang komandan pasukan Mughal dengan izin kaisar Mughal India, Zahiruddin Babur, di puncak bukit Ayodhya (sebuah kota di India) di mana tidak ada kuil atau bangunan lain pada tahun 1528-1529 Masehi. Sejarah singkatnya tertulis di dalam masjid di atas mihrab-nya. Babri tetap berfungsi sebagai masjid sampai 22 Desember 1949, di mana umat Islam berdoa lima kali sehari dan doa khusus pekanan pada hari Jumat. Pada malam 23 Desember 1949, beberapa orang penghasut Hindu menempatkan sebuah patung Rama di dekat mimbar masjid dan menyebarkan berita pada keesokan paginya bahwa patung Rama muncul di masjid sehingga perlu diubah menjadi Kuil Dewa Rama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tindakan picik ini menyebabkan kontroversi di kalangan masyarakat India yang mayoritas beragama Hindu, hingga akhirnya mencapai pengadilan kota yang kemudian memberlakukan larangan kepada Muslim dan Hindu untuk menggunakan Masjid Babri sebagai tempat beribadah. Mengikuti perintah pengadilan, pada hari yang sama masjid itu ditutup. Pada tahun 1950 gugatan sipil diajukan oleh umat Hindu untuk memungkinkan mereka melakukan puja (ibadah) di masjid, dan oleh umat Islam untuk membuka masjid untuk shalat. Pada 26 Januari 1986 pengadilan kota Ayodhya mengizinkan Masjid dibuka tetapi hanya untuk umat Hindu. Perintah pengadilan ini menempatkan larangan total pada Muslim untuk memasuki bangunan Masjid. Pada tahun yang sama organisasi sayap kanan Hindu, Vishwa Hindu Parishad (VHP) membentuk sebuah komite untuk pembangunan sebuah kuil Hindu di lokasi Masjid Babri yang telah berusia lima abad. Pada tahun 1992, Masjid Babri dihancurkan, meskipun ada perintah Mahkamah Agung yang menentang penghancurannya, di bawah perlindungan yang jelas dari Partai Kongres dan partai nasionalis Hindu, Partai Bhartiya Janta (BJP), yang sekarang menjadi partai yang berkuasa di India.

Terlepas dari semua perkembangan ini, kasus pengadilan mengenai Masjid Babri berlanjut hingga 2010 ketika Pengadilan Tinggi Allahabad membagi tanah situs Masjid Babri menjadi dua, satu untuk umat Hindu dan satu lagi untuk kaum Muslim. Harus diingat bahwa pengadilan tidak dapat menyebutkan bukti bahwa tempat itu adalah kuil Hindu sebelum pembangunan Masjid Babri.

Kemudian, kasus itu terus bergulir hingga Mahkamah Agung di mana kedua pihak ingin membatalkan putusan ini. Mahkamah Agung membatalkan putusan Pengadilan Tinggi pada tahun 2011. Mahkamah Agung India menyarankan para pelaku perkara menyelesaikan perselisihan di luar pengadilan pada tahun 2017 tetapi tidak berhasil. Kemudian lagi 8 Maret 2019, pengadilan tinggi membentuk kelompok mediasi di bawah kepemimpinan seorang Muslim mantan hakim Mahkamah Agung, Ibrahim Kalifulla, tetapi pengadilan menyatakan mediasi “gagal” pada 2 Agustus 2019, dan melanjutkan sidang perselisihan, yang disimpulkan 16 Oktober 2019.

Putusan pengadilan terakhir diberikan pada 9 November 2019, di mana pengadilan tidak mengatakan bahwa situs Masjid Babri pada awalnya adalah sebuah kuil. Pengadilan hanya memutuskan bahwa situs kontroversial itu harus diserahkan kepada komite yang dibentuk untuk mengawasi pembangunan kuil Hindu dan bahwa sebidang tanah lain dialokasikan untuk umat Islam untuk membangun masjid. Pengadilan dalam putusannya tidak menyebutkan secara spesifik alasan penyerahan situs Masjid Babri kepada umat Hindu. Pengadilan memang mengabaikan pertengkaran apakah situs yang disengketakan itu awalnya adalah masjid atau kuil dan menyatakan secara sewenang-wenang bahwa tanah Masjid secara keseluruhan harus diserahkan kepada Komite untuk mengawasi tugas pembangunan kuil.

Memang, vonis terakhir dalam satu sisi mewakili konsep keadilan, namun di sisi lain lebih condong kepada rekayasa politik, RSS, BJP, dan VHP.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BJPHinduIndiakuil Dewa RamaMasjid BabriNarendra Modi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Klaim Vaksin Covid-19 Produksi BUMN ini “Insya Allah Bahan Bakunya Halal”
Tulisan selanjutnya Rancangan Undang-undang Baru Mesir Menarget Otonomi Al-Azhar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?