Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi Yaman akan Dipindahkan ke UEA Menyusul Kesepakatan dengan ‘Israel’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2020 16:04 4:04 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 19 Agustus 2020 16:04
Bagikan
Yaman (warna merah)
Bagikan

Hidayatullah.com—Komunitas Yahudi yang tersisa di Yaman akan bermigrasi ke Abu Dhabi menyusul kesepakatan damai antara UEA dan Zionis ‘Israel’, demikian lapor Al-Araby Al-Jadeed pada akhir pekan lalu. Menurut seorang rabi Yaman, rencananya akan ada 100 orang Yahudi dipindahkan ke UEA, meskipun perkiraan sebelumnya menyebutkan komunitas tersebut hanya beranggotakan 50 atau kurang.

Al-Araby menambahkan bahwa pemerintah AS berada di balik permintaan langkah tersebut, sementara UEA telah meminta Iran untuk membantu memfasilitasi pemindahan tersebut. Laporan itu, yang belum dikonfirmasi oleh sumber resmi, juga menunjukkan sekitar 40 orang Yahudi Yaman telah setuju untuk pindah dan yang lainnya dibujuk dengan diberitahu bahwa mereka tidak akan memiliki masalah dalam berintegrasi ke dalam masyarakat UEA.

Sebagian besar Yahudi Yaman, yang berjumlah 50.000 diterbangkan ke ‘Israel’ tidak lama setelah entitas Zionis itu didirikan pada tahun 1948 dalam Operasi Karpet Merah (1949-1950). Bulan lalu, seorang rabbi Yahudi Yaman yang bermigrasi ke AS mengatakan orang-orang Yahudi yang menolak pergi ke ‘Israel’ karena “ketakutan mereka terhadap masalah pendidikan dan [kesopanan] tznius,” menurut Yeshiva World News.

“Mereka mendengar dari saudara-saudara mereka yang melakukan ‘Aliyah’ dan memahami bahwa ‘Israel’ bukanlah untuk mereka,” katanya. “AS juga tidak sesuai dengan gaya hidup mereka. Mereka mencari sebuah negara Arab yang setuju untuk menerima mereka, dan ada sejumlah negara yang mungkin bersedia menerima mereka dengan bantuan dari AS. Mungkin kita akan pantas untuk segera melihat komunitas baru Yaman di negara dengan sifat Arab yang serupa tetapi tanpa ancaman terhadap keamanan dan yahadus [Yudaisme],” tambahnya.

Yahudi Yaman beranggapan bermigrasi ke ‘Israel’ menyebabkan banyak permasalahan karena Badan Yahudi sekuler ‘Israel’ yang bertanggungjawab dengan integrasi mereka banyak memaksa para imigran Yahudi untuk mengesampingkan praktik keagamaan. Selain itu juga pemaksaan beberapa tradisi dan kebiasaan kuno, dalam proses menjadi warga dari entitas Zionis itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ada juga skandal yang melibatkan hilangnya ribuan anak-anak dan bayi yang lahir dari Mizrahi. Kebanyakan imigran Yaman, diyakini secara luas banyak yang diculik dari rumah sakit dan diberikan atau dijual kepada pasangan Ashkenazi yang lebih kaya.

Bulan lalu dilaporkan di beberapa saluran media Yaman dan surat kabar Mesir Al-Mesryoon, bahwa gerakan pemberontak Syiah Houthi di Yaman telah mulai mengumpulkan orang-orang Yahudi dan memenjarakan mereka. Menurut media itu, orang Yahudi dipenjara karena keyakinan mereka dan menekan mereka untuk meninggalkan negara itu.

Namun, Jerusalem Post telah bertanya kepada Kementerian Luar Negeri Israel tentang kebenaran laporan tersebut, yang tampaknya salah. Organisasi internasional lain yang memiliki koneksi dengan komunitas Yahudi di Yaman juga mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa mereka menyelidiki laporan tersebut yang ternyata tidak benar.

Normalisasi hubungan antara UEA dan Israel terjadi beberapa hari setelah dilaporkan bahwa UEA membantu menyatukan kembali keluarga Yahudi Yaman dengan anggota lainnya di London setelah 15 tahun berpisah. Otoritas UEA memfasilitasi perjalanan ibu dan ayah dari Yaman ke UEA, serta mengatur agar anak dan cucu mereka yang tinggal di London bergabung dengan mereka di sana.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelUEAyahudiYahudi YamanyamanZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Tangkap Ketua Ormas Pro Jokowi Sumsel yang Diduga Peras Pejabat, 3 Orang Jadi Tersangka
Tulisan selanjutnya Orang Jawa Tidak Mau Ganti Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?