Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Tempat Ibadah ‘tanda Iman’ Ang Thian Kok

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Maret 2014 12:37 12:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Maret 2014 11:33
Bagikan
Salah satu mushollah berasitektur China yang dibangun H Maliki di Lombok
Bagikan

SUATU malam di tahun 1989, ia bermimpi didatangi sejumlah Kiai di rumahnya di Selagalas. Pada malam yang lain, istrinya, bermimpi membaca dua kalimah syahadat. Rupanya, mimpi itulah  yang menjadi hidayah, petunjuk bagi Ang Thian Kok (65), dan istrinya Tee Mai Fung untuk memeluk agama Islam 18 Mei 1989.

Pasangan suami-istri yang beretnis Tionghoa ini akhirnya resmi menjadi muallaf dengan nama Islam Muhammad Maliki dan Siti Maryam yang disempurnakannya dengan menunaikan ibadah haji masing-masing tahun 1990 dan 1993.

Memeluk Islam melalui hidayah yang semula dari luar Islam biasanya akan berdampak pada keyakinan yang sungguh-sungguh yang bahkan kadang melebihi pemeluk Islam karena keturunan. Begitulah yang terjadi pada diri H. Maliki dan keluarganya, semenjak memilih Islam sebagai jalan keselamatan dunia akhirat, mereka benar-benar menjalankan ibadah sesuai syariat Islam dan berjuang menebar syiar Islam.

Mimpinya mengenai banyak Kiai yang ke rumahnya pun menjadi kenyataan, tidak kurang dari 200 orang tiap minggu tepatnya malam Kamis datang ke rumahnya untuk mengikuti pengajian yang diisi oleh sejumlah tuan guru, Kiai maupun ustaz dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram maupun Lombok Timur.

Sebagai bukti dakwah diwujudkan dengan memanfaatkan harta yang dimiliki, H. Maliki telah mendirikan tiga musholla. Dua musholla unik berarsitektur China yaitu di Jurang Malang Narmada dan di Sangiang Desa Langko Lingsar. Dan satu musholla bernama Athaaillah di rumahnya Selagalas Mataram.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Musholla di Lingsar diberi nama Musholla Abu Bakar Shiddiq dan di Narmada diberi nama Musholla Ridwan. Musholla Ridwan di Jurang Malang Desa Pakuan Narmada, ide pembuatannya berawal dari sebuah majalah yang diterbitkan oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) tahun 2009 yang menampilkan sebuah masjid unik yang didirikan oleh Yayasan H.M. Cheng Hoo, Surabaya, Jawa Timur dengan sebuah model masjid berarsitektur China yang unik dan bagus.

“Saya panggil kawan China, bisa side (Anda) buat yang seperti ini?, tanya saya,” cerita H.Maliki menunjukkan gambar sebuah masjid berarsitektur China di Surabaya kepada temannya waktu itu.

“Gampang!,” jawab teman H. Maliki tersebut. Tidak berpikir lama, musholla itupun langsung dibuat yang awalnya diberi nama Musholla Maliki dengan posisi yang berada di dataran tertinggi di Jurang Malang.

Namun, baru 3 hari bernama Maliki, musholla tersebut berganti nama menjadi Musholla Ridwan dengan cerita yang juga tak kalah serunya.

“Begitu dipasang malamnya saya mimpi lomba ambil kelapa muda, saya juara (menang), saya pecahkan kelapa itu, saya minum airnya, dan terlihat ada tulisan Ridwan,” kata H. Maliki bercerita. Tanpa menunda, H. Maliki meminta Pak Satral, penunggu Musholla Ridwan, untuk membuka pancang nama Musholla Maliki dan diganti Musholla Ridwan.

Sementara itu, Musholla Abu Bakar Assiddiq dibangun tanggal 29 Februari 2012 di sebuah tanah berluas 6.600 M2. H.Maliki bercerita, ide pembuatan musholla ini berawal dari kunjungan istrinya, Hj. Siti Maryam ke Beijing China. Hj.

Siti Maryam sempat masuk ke Taman Tian Tan Yen, yaitu sebuah taman yang memiliki satu bangunan di bagian tengahnya, dimanfaatkan oleh penganut kepercayan di sana untuk beribadah dengan mengitarinya sebanyak sembilan kali baru berdoa.

“Kalau kita (di ka`bah) tawaf 7 kali, mereka `tawaf` sembilan kali,” tutur H.Maliki. H. Maliki pun ingin membuat musholla yang model atau aristekturnya sama dengan taman Tian Tan Yen tersebut dan kini sudah terwujud.

Haji Maliki+musholah

Musholla Abu Bakar Siddiq ini tidak kalah indah dan uniknya dengan Musholla Ridwan bahkan berada pada dataran rendah yang kaya air karena di dekatnya ada sebuah sungai.

Musholla ini berada di atas sebuah kolam berair bening dengan ratusan ikan yang makin menambah daya tarik musholla ini. Selain itu, ada juga beberapa berugak di sekitarnya, tempat wudhu yang bersih, kolam ikan, serta sejumlah pohon buah-buahan. Biaya dari pembangunan ini tidak mau disebutkan oleh H.Maliki.

HM Maliki merendah saat ditanya biaya total pembangunan musholla. Namun ia memperkirakan menelan dana milyaraan rupiah termasuk untuk membeli tanahnya. Jembatan untuk memasuki musholla ini saja menelan sekitar Rp 100 juta, belum pintu unik musholla senilai Rp 25 juta.*/ Muhammad Busyairi (Lombok), bersambung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Buru Pembocor Rencana Serangan Merebut Makam Suleyman Shah dari Jihadis Suriah
Tulisan selanjutnya Hadiah Kambing bagi yang Menikah di Mushollah nya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?