Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pesantren, Solusi Terbaik Pendidikan Era Pandemi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2020 09:45 9:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Agustus 2020 09:45
Bagikan
covid-19 ptm terbatas jakarta
Ilustrasi/Para pelajar putri di sekolah Islam.
Bagikan

Oleh: Wawan Sulchan Effendi

 

Hidayatullah.com | GUNDAH gulana saat ini memenuhi ruang pikir kebanyakan orangtua. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga kini membuat kegiatan belajar putra-putrinya berlangsung tidak seperti biasanya.

Tatap muka antara guru dan siswa menjadi satu hal yang langka. Hanya beberapa daerah saja di Indonesia yang berani melakukan hal demikian, yakni yang masuk kategori zona hijau.

Imbasnya, generasi milenial tidak lagi familiar dengan guru, dengan sekolah, dengan interaksi sosial, pun dengan buku-buku pelajaran. Gawai menggantikan posisi urgen itu. Alhasil, pendidikan karakter yang pada beberapa tahun terakhir digemakan, mulai terlihat tak berdaya. Tumbang karena sulit dalam penerapan dan pembiasaannya.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Bisa karena biasa, betul sangat adanya. Adab dan tata krama mestilah dibiasakan, bukan sekadar dicatat SOP-nya. Sapa ramah, senyum terkembang, hingga salim salaman adalah preambule (pembuka) keniscayaan parameter keberhasilan pembiasaan pendidikan karakter.

Terkikis sedikit demi sedikit kebiasaan itu. Pola hidup baru membuat banyak orang tak berkutik melaksanakan tradisi baik turun-temurun.

Covid-19 telah “memaksa” orang untuk tak lagi bisa berjabat tangan, apalagi mencium tangan mereka yang dituakan. Senyum tak bisa diperlihatkan, sebab wajah sebagian ditutupi masker. Sapa pun tak bisa bebas lagi. Mulut terkunci, hangat pelukan tak ada lagi. Jaga jarak, jaga diri dari bersentuhan secara fisik.

Akhirnya gawai menjadi piranti paling akrab. Paling dekat dan paling popular di mata siapa saja, termasuk anak usia sekolah. Sesuatu yang awalnya menjadi kebutuhan karena pelaksanaan pembelajaran, kini fungsinya makin “bertambah”. Yakni menjadi pengganti orang-orang yang telah lama menabur cinta untuk mereka.

Tak nampak lagi komunikasi harmonis antara orang tua dan anak. Yang ada pada sebagian besar dari mereka adalah perasaan sebal karena beban mengajar seolah ditumpukan pada orang tua. Pikiran dan kesibukan terpecah antara mencari uang dan memikirkan pelajaran.

“Sewot” kini menjadi semacam kebiasaan baru. Orangtua sewot karena juga harus mengurus pelajaran anak, sementara sang anak sewot pula karena beban tugas yang makin deras diberikan guru-gurunya.

Lepas itu, gawai menjadi pelipur lara. Harus diam di rumah usai pembelajaran online memaksa siapapun stay at home. Tak ada pilihan hingga muncullah phubbing yang makin nyata.

Dunia maya menjadi keakraban berikutnya. Ada orang di rumah tapi tak ada tawa canda ramah. Sunyi, dengan kesibukan jari penghuni pada gawai yang dipunya. Ironi yang tak hanya nampak di kota metropolis, juga muncul di pelosok kampung.

Pesantren Sebagai Solusi

Hal-hal di atas adalah contoh ekses negatif yang ditimbulkan pembelajaran online di rumah. Itulah sebabnya model pendidikan terkonsentrasi di sebuah tempat dengan tatap muka menjadi sebuah alternatif pilihan terbaik.

Pola pendidikan berbasis pesantren dengan asrama (boarding school) menjadi solusi terbaik pendidikan pada masa pandemi ini. Aturan ketat bahwa penghuni lembaga tidak boleh keluar menjadi acuan yang direkomendasikan.

Tentu saja orangtua harus pandai memilih lembaga yang akan dimasuki anaknya. Harus yang benar-benar save (aman), baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan belajar. Lembaga yang memberikan rasa aman dan nyaman untuk peserta didik maupun orangtua.

Pilihan pada lembaga dengan label “pesantren tangguh” merupakan eksekusi terbaik. Mengingat kontrol protokol kesehatan ketat yang akan didapatkan bila menjadi bagian dari lembaga tersebut. Karena bagaimanapun buah hati adalah amanah Allah kepada orangtua yang harus dipastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik pada era yang tak menentu ini.

Dua persoalan akan diselesaikan bila menempatkan anak di lembaga pendidikan semacam ini. Dari sisi kesehatan, orangtua tak perlu was-was dan dari sisi keberlangsungan pendidikan orangtua boleh tenang.

Dalam khazanah keilmuan Islam, syarat mutlak adalah ada adanya proses tatap muka anak dan guru secara intens, biasa dikenal talaqqi. Sehingga nilai-nilai agung dalam text book, ditampilkan oleh para ustadz dan guru, kemudian diserap dan diamalkan oleh murid. Sehingga hal-hal negatif yang ditimbulkan dari pemakaian gawai yang out of control bisa diminimalisir.

Pesantren dengan label tangguh akan menjadikan orangtua tenang. Inilah yang saat ini dibutuhkan. Inilah solusi cerdas pada masa pandemi. Apalagi label tangguh yang tersemat itu telah melalui proses ketat, sehingga merupakan garansi yang membuat orangtua tak perlu risau lagi.

Memasukkan anak di lingkungan pesantren adalah pilihan bijak untuk saat ini. Mendapat ilmu pengetahuan yang dibutuhkan tanpa hambatan jarak maupun kelangkaan tatap muka juga mendapatkan tempat yang aman dan nyaman karena layanan yang diberikan.

Wajib mengikuti protokoler ketat ala pandemi, tenaga medis yang siap melayani, tempat tinggal yang representatif, mentor pendamping yang kompeten adalah beberapa alasan yang menjadikan pesantren tangguh sebagai opsi paling memungkinkan pada saat ini untuk kelangsungan studi buah hati.

Untuk pendidikan terbaik pada masa pandemi ini, pilihlah pesantren tangguh. Tak perlu ragu lagi bila ingin memasukkan buah hati mengenyam pendidikan di tempat ini. Orangtua tenang, anak pun merasa senang dan nyaman.*

Humas LPI Ar-Rohmah Putra PP Hidayatullah Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:boarding schoolPendidikan di masa PandemipesantrenPesantren solusi pendidikan di era Pandemi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih dari 100 Ribu Anak Rohingya Lahir di Kamp-kamp Kumuh di Bangladesh dan Myanmar
Tulisan selanjutnya Menlu AS Pulang Tanpa Hasil Setelah Tur Timur Tengah Mendorong Kesepakatan dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?