Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 100 Ribu Anak Rohingya Lahir di Kamp-kamp Kumuh di Bangladesh dan Myanmar

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2020 09:15 9:15 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 28 Agustus 2020 09:15
Bagikan
[Ilustrasi] Anak-anak Rohingya di Pengungsian Bangladesh
Bagikan

Hidayatullah.com—Diperkirakan 108.037 anak Rohingya dilahirkan di kamp-kamp pengungsi kumuh di Bangladesh dan Myanmar selama beberapa tahun terakhir, menghadapi masa depan yang tidak pasti, analisis oleh Save the Children melaporkan.

Menurut organisasi bantuan kemanusiaan itu, anak-anak ini memiliki akses terbatas ke pendidikan dan perawatan kesehatan, tidak ada kebebasan bergerak dan hampir seluruhnya bergantung pada bantuan.

Save the Children menganalisis data populasi dari kamp-kamp pengungsi di Bangladesh sejak Agustus 2017 dan kamp-kamp pengungsian di Negara Bagian Rakhine Myanmar sejak 2012 untuk menandai tiga tahun sejak lebih dari 700.000 orang Rohingya melarikan diri dari Myanmar setelah kekerasan brutal.

Penganiayaan terhadap Muslim Rohingya adalah salah satu tragedi kemanusiaan terburuk di abad ini tetapi juga yang paling diabaikan.

Rohingya, yang digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu komunitas yang paling dianiaya di dunia, telah menghadapi agresi negara yang sistematis di negara bagian Rakhine utara Myanmar sejak awal tahun 1970-an. Pemerintah Myanmar telah lama bersalah atas kebijakan genosida terhadap komunitas Muslim minoritas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Bangladesh, saat ini diperkirakan ada 75.971 anak di bawah usia 3 tahun di kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar, atau 9% dari total populasi pengungsi. Hampir semuanya lahir setelah ibu mereka melarikan diri dari Myanmar, studi tersebut menambahkan, dikutip oleh Daily Sabah.

Lebih dari 1 juta pengungsi Rohingya tinggal di Bangladesh, dan hampir setengahnya adalah anak-anak.

Sementara itu, di Myanmar, kamp pengungsian di Negara Bagian Rakhine telah menampung Muslim Rohingya serta Muslim Kaman sejak 2012 menyusul gelombang kekerasan etnis sebelumnya. Menggunakan data Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) hingga Desember 2019, Save the Children memperkirakan ada 32.066 anak di bawah usia tujuh tahun yang tersebar di 21 kamp, mewakili lebih dari 25% populasi pengungsi.

Karena kebijakan apartheid yang diberlakukan menjelang genosida di Myanmar, anak-anak Rohingya seringkali tidak dapat menghadiri sekolah campuran Rakhine-Rohingya dan malah dialihkan ke fasilitas pendidikan terpisah di mana kualitas pendidikan rendah.

Sebagai akibat dari pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung di Myanmar terhadap Rohingya, lebih dari 73% orang di Negara Bagian Rakhine teridentifikasi sebagai buta huruf, menurut sebuah laporan yang dirilis pada tahun 2018 oleh Organisasi Rohingya Burma Inggris (BROUK).

Di Bangladesh, situasinya tak jauh lebih baik bagi pengungsi Rohingya.

Hampir 1 juta pengungsi Rohingya sebagian besar telah ditempatkan di puluhan kamp pengungsi di Bangladesh setelah eksodus besar-besaran tahun lalu, banyak anak Rohingya tersebut tidak dapat mengakses pendidikan.

Rohingya perlu memiliki akreditasi untuk mendapatkan pendidikan formal, kata BROUK. Jika mereka cukup beruntung, mereka menerima pengajaran di ruang kelas yang sangat padat dengan sumber daya yang buruk.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak-anak RohingyaBangladeshmyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendidikan Kita Menurut Ajip Rosidi
Tulisan selanjutnya covid-19 ptm terbatas jakarta Pesantren, Solusi Terbaik Pendidikan Era Pandemi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?