Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setelah UEA dan Bahrain, Trump Membidik Maroko untuk Menormalisasi Hubungan dengan ‘Israel’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 14 September 2020 10:36 10:36 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 14 September 2020 10:36
Bagikan
Presiden AS Donald Trump dan PM Israeli Benjamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah kesepakatan normalisasi yang kontroversial dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya mengarah ke Maroko. Penerbangan langsung antara ‘Israel’ dengan negara Afrika Utara itu sedang dalam pembicaraan, Daily Sabah melaporkan.

Membuka rute penerbangan bisa menjadi langkah selanjutnya menuju perdamaian normalisasi. Dilaporkan juga bahwa Washington akan terus mendorong Oman dan Sudan untuk menjalin hubungan diplomatik dengan ‘Israel’, sebagai bagian dari upaya untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pencapaian di panggung global kurang dari dua bulan sebelum pemilihan presiden dan kesempatan untuk menopang dukungan di antara orang-orang Kristen evangelis pro-‘Israel’.

Selain kesepakatan dengan UEA dan Bahrain, Trump minggu lalu mengumumkan kesepakatan dengan Kosovo untuk mengakui ‘Israel’ dan Serbia yang akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Perdana Menteri Maroko Saadeddine Othmani mengatakan bulan lalu bahwa dia menentang perjanjian normalisasi dengan negara penjajah, mengutip hak-hak rakyat Palestina. Namun kemudian, dia mengatakan kepada situs berita Maroko Le360 bahwa dia telah berbicara dalam kapasitasnya sebagai ketua Partai Islamis moderat untuk Keadilan dan Pembangunan (PJD) dan bukan atas nama pemerintah.

Setelah dimulainya proses perdamaian dengan Palestina melalui penandatanganan Kesepakatan Oslo, ‘Israel’ dan Maroko mulai menormalisasi hubungan mereka pada tahun 1993 dan mendirikan kantor penghubung. Namun, Maroko membekukan hubungan dengan ‘Israel’ lagi 20 tahun yang lalu setelah pecahnya Intifada kedua Palestina pada tahun 2000.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak itu, Maroko telah lama mempertahankan hubungan intelijen informal tetapi dekat dengan pemerintah Zionis karena komunitas Yahudi yang cukup besar. Sekitar 3.000 orang Yahudi tinggal di Maroko, menjadikannya komunitas Yahudi terbesar di dunia Arab.

Sebagai imbalan untuk membangun hubungan diplomatik dengan Israel, Maroko diyakini akan meningkatkan hubungan dengan AS dalam upaya untuk mendapatkan dukungan atas kebuntuan Sahara Barat, salah satu sengketa tertua di Afrika.

Trump mengumumkan pada hari Jum’at (11/09/2020) bahwa Bahrain akan menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi. Warga Palestina dengan tajam mengkritik langkah tersebut sebagai “pengkhianatan”.

Palestina telah melihat erosi yang stabil dalam dukungan Arab yang pernah bersatu sejak Trump mulai mengejar agenda pro-‘Israel’ tanpa malu-malu.

“Ini adalah tusukan lain di belakang perjuangan Palestina, rakyat Palestina dan hak-hak mereka,” kata Wasel Abu Yousef, seorang pejabat senior Palestina. “Ini adalah pengkhianatan terhadap Yerusalem dan Palestina … Kami sama sekali tidak melihat pembenaran untuk normalisasi bebas dengan ‘Israel’ ini”.

Kesepakatan itu, yang ditengahi oleh AS, muncul empat minggu setelah UEA mencapai kesepakatan serupa dengan pemerintah Zionis. UEA dan Bahrain telah menyimpang dari strategi negara-negara Arab sebelumnya untuk menyelesaikan konflik dengan Palestina sebagai syarat normalisasi hubungan dengan ‘Israel’.

Turki Mengutuk Kesepakatan

Turki mengecam keras perjanjian normalisasi untuk membangun hubungan diplomatik antara Bahrain dan ‘Israel’, dengan mengatakan kesepakatan itu bertentangan dengan komitmen yang dibuat di bawah Prakarsa Perdamaian Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Menurut pejabat Turki, langkah tersebut akan memberikan pukulan baru bagi upaya untuk membela perjuangan Palestina dan selanjutnya akan mendorong ‘Israel’ untuk melanjutkan praktik tidak sahnya terhadap warga Palestina.

“Kami prihatin dan mengutuk keras upaya Bahrain untuk membangun hubungan diplomatik dengan ‘Israel’,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang Turki menekankan bahwa satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian dan stabilitas abadi di Timur Tengah adalah melalui solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina dalam kerangka hukum internasional dan resolusi PBB.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:marokoNormalisasi dengan Israelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas di ‘Israel’ dan UEA Menandatangani Perjanjian Kerjasama Pendidikan Tinggi Pertama
Tulisan selanjutnya Oposisi Bahrain Serukan Rakyat untuk Menentang Normalisasi dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?