Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Mata-Mata Inggris Jual Informasi Uni Eropa ke Agen China yang Menyamar Jadi Wartawan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 September 2020 13:24 1:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 September 2020 13:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pengusaha Inggris, yang juga mantan agen dinas intelijen MI6, sedang diperiksa dengan tuduhan menjual informasi kepada mata-mata China yang menyamar sebagai jurnalis, kata seorang pejabat di Whitehall (pusat pemerintahan Inggris).

Fraser Cameron, yang menjalankan wadah pemikir EU-Asia Centre, dituduh menyerahkan informasi rahasia tentang Uni Eropa kepada dua orang mata-mata yang diduga menyamar sebagai wartawan yang berbasis di Brussels, Belgia.

Cameron diduga menyerahkan memberikan informasi itu dengan imbalan ribuan euro.

Namun, kepada The Times pria itu mengatakan bahwa tuduhan tersebut “menggelikan”, lansir BBC Sabtu (19/9/2020).

Pengusaha itu, yang bekerja untuk Secret Intelligence Service dari tahun 1976 sampai 1991, mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki akses terhadap informasi yang bersifat rahasia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Cameron, yang juga pernah bekerja untuk Kementerian Luar Negeri Inggris dan Komisi Eropa, mengatakan kepada Politico bahwa tuduhan-tuduhan tersebut tidak berdasar. Dia mengaku memiliki banyak kontak orang China, yang merupakan bagian dari kewajibannya dalam EU-Asia Centre, dan mengatakan mungkin sebagaian dari mereka memiliki peran ganda.

Seorang pejabat Whitehall, yang tidak bersedia diungkap identitasnya, mengatakan kepada BBC bahwa investigasi terhadap Cameron itu merupakan hasil menelusuran kasus dalam jangka yang memakan waktu lama antara dinas intelijen Inggris dan Belgia, dan mengatakan bahwa temuan tentang Cameron itu muncul beberapa bulan silam.

Temuan kasus ini, kata pejabat tersebut, menunjukkan betapa eratnya kerja sama antara dinas intelijen Inggris dengan sejawatnya di Uni Eropa.

Koresponden keamanan BBC Frank Gardner mengatakan ada kekhawatiran perihal aksi mata-mata China di Eropa, yang berusaha mencari tahu tentang kesepakatan Inggris-EU terkait dengan Brexit.

Dinas intelijen Belgia dikutip Financial Times mengatakan bahwa tuduhan terhadap Cameron menunjukkan ancaman nyata terhadap lembaga-lembaga Uni Eropa yang bermarkas di ibu kota Belgia.

Investigasi terkait hal ini dikabarkan sedang ditangani oleh pihak kejaksaan federal Belgia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelgiachinaFraser CameroninggrisintelijenMI6Uni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pandemi Wabah dan Gambaran Penguasa
Tulisan selanjutnya Aliansi Anti-Turki di Dunia Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?