Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO Selidiki Eksploitasi Seksual oleh Para Dokter di RD Kongo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 September 2020 08:51 8:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2020 08:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berjanji akan menyelidiki tuduhan bahwa pekerja-pekerja bantuan yang menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo melakukan kejahatan seksual dan melakukan eksploitasi terhadap para wanita.

Staf WHO dan organisasi bantuan lain dituduh oleh lebih dari 50 wanita dalam sebuah investigasi bersama yang dilakukan dua kantor berita.

Kantor berita The New Humanitarian dan Thomson Reuters Foundation sudah melakukan investigasi terkait kasus itu selama hampir satu tahun.

Wanita-wanita setempat diduga dicekoki minuman, “disergap” di rumah sakit, dipaksa untuk melakukan hubungan seksual dan dua wanita mengaku hamil akibat pemerkosaan yang dialaminya. Tuduhan-tuduhan itu mencakup periode antara 2018 dan Maret 2020.

Dalam sebuah pernyataan, WHO mengatakan akan menyelidiki masalah itu dengan seksama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Siapa saja yang diidentifikasi terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan menghadapi konsekuensi serius, termasuk pemecatan langsung,” kata WHO seperti dilansir BBC Selasa (29/9/2020).

Janji WHO itu mendapat sambutan dari pemerintah Inggris. Seorang jubir Foreign Commonwealth and Development Office mengatakan akan mencermati temuan WHO dengan seksama.

“Eksploitasi dan pelanggaran seksual merupakan perbuatan yang sangat menjijikan. Kami secara berkala menilai semua mitra kami dengan standar keamanan tertinggi,” kata jubir tersebut.

Kebanyakan tuduhan pelanggaran dan eksploitasi seksual ditujukan kepada pria, termasuk para dokter yang dipekerjakan oleh WHO. Sedikitnya 30 orang wanita membuat tuduhan terhadap mereka, kata kedua kantor berita itu.

Jumlah tuduhan terbanyak kedua –diajukan oleh 8 wanita— ditujukan terhadap sejumlah pria yang dipekerjakan oleh Kementerian Kesehatan RD Kongo.

Dua lembaga di bawah PBB lain, dan 4 organisasi amal internasional juga disebut dalam laporan itu.

Sebagian pria yang dituduh melakukan kejahatan seksual itu berasal dari Belgia, Burkina Faso, Kanada, Prancis, Guinea-Conakry dan Pantai Gading.

Cerita para korban

Seorang perempuan petugas kebersihan berusia 25 tahun menceritakan kejadian yang dialaminya.

Dia diundang ke rumah seorang dokter yang dipekerjakan WHO untuk membicarakan promosi pekerjaannya.

“Dia mnutup pintu dan berkata kepada saya, ‘Ada syaratnya. Kita harus berhubungan badan sekarang’,” cerita wanita itu.

“Dia lantas mulai melucuti pakaian saya. Saya berusaha mengelak tetapi dia terus mendekati saya dan membuka pakaian saya. Saya lalu menangis dan memintanya berhenti… tetapi dia tidak berhenti. Saya kemudian membuka pintu dan melarikan diri.”

Dalam sebuah kasus lain, seorang wanita berusia 32 tahun penyintas Ebola mengatakan kepada kedua kantor berita itu bahwa dirinya dipanggil ke sebuah hotel untuk melakukan konseling.

Di lobi dia ditawari minuman ringan. Dia baru bangun tersadarkan diri beberapa jam kemudian, telanjang, sendirian di dalam kamar hotel, dan yakin telah diperkosa.

Banyak dari wanita itu mengaku dipaksa melakukan hubungan seks untuk mendapatkan pekerjaan.

Mereka mengaku ada yang didekati di luar sepermarket-supermarket di bagian timur kota Beni, di pusat rekrutmen kerja, dan bahkan di rumah sakit di mana nama-nama pelamar kerja yang diterima diumumkan.

Seorang wanita bahkan mengatakan bahwa praktik pria meminta layanan seks sebagai imbalan untuk peluang pekerjaan kepada wanita sangat umum terjadi, bahkan seolah sudah menjadi satu-satunya cara untuk memperoleh pekerjaan.

Kebanyakan para pria itu menolak menggunakan kondom, dan sedikitnya dua wanita mengatakan hamil akibat hubungan seks yang terjadi, lapor kedua kantor berita itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dokterEbolaeksploitasiKejahatan SeksualRD KongoWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Putuskan Pemilihan Vaksin Covid-19 Awal 2021
Tulisan selanjutnya Program JKP dalam RUU Cipta Kerja Dinilai Hanya Menguntungkan Pengusaha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?