Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Azerbaijan dan Armenia Menolak Pembicaraan di Tengah Konflik Karabakh yang Melebar

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 30 September 2020 14:06 2:06 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 30 September 2020 13:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Armenia dan Azerbaijan menuduh satu sama lain menembak langsung ke wilayah masing-masing dan menolak tekanan untuk mengadakan pembicaraan damai, Al Jazeera melaporkan.

Sementara itu, konflik mereka di daerah Nagorno-Karabakh akan dapat berubah menjadi perang habis-habisan.

Kedua negara melaporkan pada hari Selasa (29/09/2020) penembakan dari sisi lain melintasi perbatasan bersama mereka pada hari Ahad (27/09/2020). Perbatasan tersebut terletak di sebelah barat wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri di mana pertempuran sengit pecah antara pasukan Azeri dan etnis Armenia.

Insiden tersebut menandakan eskalasi konflik lebih lanjut meskipun ada permintaan mendesak dari Rusia, Amerika Serikat, dan lainnya untuk menghentikan pertempuran.

Konflik tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, dan mengancam untuk menyeret Turki dan Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, berbicara kepada televisi pemerintah Rusia, dengan tegas mengesampingkan kemungkinan pembicaraan. Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan kepada saluran yang sama bahwa tidak ada negosiasi saat pertempuran berlanjut.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang memisahkan diri dari Azerbaijan yang dikendalikan oleh etnis Armenia dan didukung oleh Armenia. Ia memisahkan diri dari Azerbaijan dalam perang selama tahun 1990-an tetapi tidak diakui oleh negara mana pun sebagai republik merdeka.

Puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya cedera sejak bentrokan antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia meletus pada Ahad.

Perhatian PBB

Setelah diskusi tertutup pada hari Selasa (30/09/2020), 15 anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa “menyatakan keprihatinan” tentang bentrokan itu, mengutuk penggunaan kekuatan dan mendukung seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk segera menghentikan pertempuran.

Lebih lanjut memicu ketegangan antara dua bekas republik Soviet, Armenia mengatakan sebuah jet tempur F-16 Turki telah menembak jatuh salah satu pesawat tempurnya di atas wilayah udara Armenia, menewaskan pilotnya. Negara itu tidak memberikan bukti mengenai insiden itu.

Turki telah membantah klaim tersebut.

“Armenia harus mundur dari wilayah di bawah pendudukannya daripada menggunakan trik propaganda murahan,” kata asisten pers Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Fahrettin Altun.

Awal pekan ini, Armenia menuduh Turki mengirim tentara bayaran untuk mendukung pasukan Azerbaijan di wilayah etnis Armenia.

Perang habis-habisan dapat mengancam tidak hanya menyeret Turki, tetapi Rusia. Moskow memiliki aliansi pertahanan dengan Armenia, tetapi juga menjalin hubungan dekat dengan Azerbaijan.

Kremlin mengatakan Presiden Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Pashinyan untuk kedua kalinya sejak dimulainya krisis dan mengatakan semua pihak harus mengambil tindakan untuk mengurangi eskalasi. Ia belum mempublikasikan kontak apa pun antara Putin dan Aliyev.

Moskow terus-menerus melakukan kontak dengan Turki, Armenia dan Azerbaijan, dan setiap pembicaraan tentang memberikan dukungan militer untuk pihak lawan hanya akan menambah bahan bakar ke dalam api, katanya.

Meningkatnya Korban

Pashinyan mengatakan kepada BBC dalam sebuah wawancara bahwa pasukan Azeri telah menyerang desa dan kota di Nagorno-Karabakh dan di dalam Armenia sendiri pada hari Selasa.

“Ada korban di antara militer dan warga sipil. Puluhan tewas dan ratusan lainnya luka-luka,” katanya.

Kantor Kejaksaan Azerbaijan mengatakan 12 warga sipil Azeri sejauh ini tewas dan 35 luka-luka oleh tembakan Armenia. Pihak Azeri belum mengungkapkan korban militer.

“Apa yang bisa kukatakan? Ini perang. Kami mendengar serangan udara beberapa kali sehari dan bersembunyi di tempat perlindungan bom,” kata Albert Voskanyan, penduduk ibu kota kantong Stepanakert, kepada Reuters.

Para pejabat Armenia sebelumnya mengatakan bahwa seorang warga sipil tewas dalam serangan Azeri di kota Vardenis di Armenia, lebih dari 20 km (12 mil) dari Nagorno-Karabakh. Mereka mengatakan sebuah bus terbakar di kota itu setelah ditabrak drone Azeri.

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan bahwa dari Vardenis tentara Armenia telah menyerang wilayah Dashkesan di dalam Azerbaijan. Armenia membantah laporan tersebut.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArmeniaAzerbaijanKaukasus SelatanperangrusiaTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Uighur Menlu China Proposal untuk Membuka Jalan Pengakuan Genosida terhadap Muslim Uighur Diajukan oleh Anggota Parlemen Inggris
Tulisan selanjutnya Mushalla di Tangerang Dirusak dengan Simbol Anti-Islam, Al-Qur’an Disobek

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?