Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Cukup Dana Investigasi Pelanggaran HAM di Libya Mandeg

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2020 07:06 7:06 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Oktober 2020 07:06
Bagikan
Pasukan pembrotak Libya
Bagikan

Hidayatullah.com–Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memiliki cukup dana untuk menyelidiki kasus-kasus pelanggaran HAM di Libya tahun ini, kat Human Rights Council hari Selasa (5/101/2020).

Pada bulan Juni, lembaga tertinggi PBB urusan HAM itu, dengan dukungan Tripoli, mengeluarkan resolusi untuk misi pencarian fakta yang akan diberangkatkan ke Libya, guna mendokumentasikan pelanggaran HAM yang dilakukan semua pihak di sana sejak 2016.

Misi yang terdiri dari para pakar, yang ditunjuk pada bulan Agustus oleh PBB, direncanakan menyerahkan laporan temuan mereka pada Maret 2021.

Namun, sekarang ini PBB sedang mengalami krisis likuiditas serius karen banyak negara tidak membayar iuran tahunan mereka, dan karenanya misi tersebut tidak dapat melaksanakan tugasnya.

Keputusan Human Rights Council Hari Selasa itu diambil tanpa melalui voting.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lebih dari sepuluh resolusi lain yang dibuat sebelumnya juga akan ditangguhkan sampai 20121.

“Ada mandat-mandat yang tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya … karena tidak mendapatkan dana yang cukup, terutama untuk kebutuhan staf,” kata jubir dewan itu Rolando Gomez kepada AFP.

Tim investigasi sekarang memiliki waktu lebih –sampai September 2021–untuk menyerahkan laporan mereka, sambil menunggu PBB mendapatkan dana yang dibutuhkan.

Pascarezim Muammar Qaddafi digulingkan, Libya yang merupakan negara paling makmur di Afrika berubah menjadi negara carut-marut dan tidak memiliki satu pemerintah yang solid.

Kelompok milisi yang jumlah tak terhitung saling mengokang senjata berebut pengaruh dan wilayah kekuasaan. Segala macam bentuk kekerasan terjadi, mulai dari pembunuhan hingga perbudakan.

Dua faksi terbesar yang berseteru adalah Government of National Accord (GNA) yang merupakan pemerintahan yang berbasis di Tripoli yang mendapatkan pengakuan PBB dan sejumlah negara, serta kubu parlemen yang berpusat di kota Tobruk di bagian timur Libya.

Pasukan pro-Jenderal Khalifa Haftar  yang berbasir di bagian timur Libya, mendapat dukungan dari Mesir, Rusia dan Uni Emirat Arab. Mereka melancarkan serangan ke Tripoli pada April 2019.

Pada bulan Juni, PBB mengungkap laporan mengerikan tentang penemuan kuburan-kuburan massal di daerah yang jatuh ke tangan pasukan pemerintah Tripoli.

Hari Senin (5/10/2020), Sekjen PBB Antonio Guterres dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas memimpin rapat soal Libya yang dihadiri oleh menteri-menteri luar negeri, di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB di New York.

Para peserta menyambut baik pembentukan misi tim pencari fakta tersebut dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dewan HAM PBBLibyaMisiPelanggaran HAMpencari fakta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dekan FH UGM: UU Ciptaker Sangat Berbahaya, Pendekatannya Liberal Kapitalistik
Tulisan selanjutnya Menag RI Doakan Menteri Agama Malaysia Lekas Sembuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?