Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunisia Rayakan Hari Terusirnya Prancis dari Negeri itu

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2020 15:42 3:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Oktober 2020 15:42
Bagikan
Bendera Tunisia di Tunis
Bagikan

Hidayatullah.com — Tunisia merayakan peringatan ke-57 dari Hari Evakuasi atau Hari Kemerdekaan, hari ketika tentara Prancis terakhir meninggalkan negara itu pada 15 Oktober, 1963. Prancis menjajah Tunisia pada tahun 1881, sebagai bagian dari rencana pembagian tanah oleh negara Barat, dipimpin oleh Inggris Raya dan Prancis, untuk menjajah apa yang kita sebut sekarang sebagai “Dunia Ketiga”.

Prancis kurang lebih menduduki kawasan Maghreb di Afrika Utara. Tunisia meraih kemerdekaannya pada 20 Maret, 1956, menyusul gerakan perlawanan rakyat dan militer terhadap penjajahan Prancis.

Namun, tentara Prancis tetap berada di negara itu hingga Hari Evakuasi, yang menandai tahap penting dalam sejarah Tunisia, sebagai hari di mana Tunisia mendapatkan kembali kemerdekaan dan kedaulatan penuh terhadap tanah mereka.

Perlawanan tidak berhenti, bahkan setelah Prancis mengakui kemerdekaan negara itu pada tahun 1956, hingga negara itu mendapatkan kedaulatan penuh. Prancis masih mempertahankan kehadiran militer di beberapa kawasan di Tunisia, terutama kota Bizerte, yang menonjol karena lokasinya yang strategis di selatan Sisilia.

Pada saat itu, Prancis bersikeras untuk mempertahankan tanah yang ditanami penjajah di daerah paling subur di Tunisia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pertempuran evakuasi pecah pada Februari 1957 setelah Prancis membombardir desa Sakied Sidi Youssef, di provinsi Kef di perbatasan Tunisia-Aljazair. Serangan Prancis itu menarget beberapa institusi lokal dan mengakibatkan gugurnya puluhan warga Aljazair dan Tunisia.

Pada 17 Juli di tahun yang sama, pemerintah Tunisia memutuskan untuk mengevakuasi pasukan Prancis yang tersisa dari pangkalan angkatan laut di Bizerte melalui jalur diplomatik, tetapi situasinya menemui jalan buntu hingga pertengahan tahun 1961. Pada tanggal 23 Juli, gencatan senjata diumumkan untuk membuka jalan bagi negosiasi, yang diakhiri dengan pengumuman Prancis tentang evakuasi pasukannya dari kota Bizerte dan pangkalan angkatan laut.

Jadi pada tanggal 15 Oktober 1963, Laksamana Prancis Maurice Amman meninggalkan kota itu, mengumumkan berakhirnya fase kolonial Prancis di Tunisia. Hari Evakuasi sekarang menjadi hari libur nasional di Tunisia, dan pihak berwenang biasanya mengadakan acara perayaan. Namun, krisis virus corona telah mencegah segala jenis perayaan tahun ini. Sebaliknya, Presiden Kais Saied mengampuni 307 tahanan, menetapkan pembebasan 136 narapidana dan pengurangan hukuman bagi yang lain.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AljazairkolonialismepenjajahanPrancistunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HNW: “Jas Hijau”, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Umat, Ulama, dan Umara
Tulisan selanjutnya Erdogan Kembali Umumkan Penemuan Cadangan Gas Alam Baru di Laut Hitam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?