Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Konsultasi Syariah

Seks di Surga, Tak Ada Zina?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2020 17:07 5:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2020 14:07
Bagikan
Bagikan

Assalamu’alaikum

Ustad, dalam al-Qur`an dijelaskan, para lelaki kelak di Surga bebas menikmati hubungan seks dengan bidadari yang cantik. Pertanyaannya, apakah di Surga ada hubungan seks?   Lalu, apa artinya para istri di Surga kelak berkumpul kembali dengan suaminya masing-masing, sementara suaminya bebas berhubungan seks dengan para bidadari? Apakah istri juga bebas melakukan hal yang sama?

Wassalam, Maimunah

Jawaban

Hidayatullah.com | Pertanyaan ini sering ditanyakan kaum hawa. Tampaknya mereka resah, bila kaum lelaki mendapat pasangan bidadari yang cantik, lalu kaum hawa pasanganya siapa?

Baca Juga

Antara Qadha dan Syawal: Bolehkah Satu Kali Puasa Menggabungkan Dua Niat?
Masjid dan Mushalla menurut Al-Quran dan Hadis
Inilah Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat  
Tidak Sholat dan Membayangkan Porno di Bulan Ramadhan Apakah Membatalkan Puasa?
Hukum Membuka Aib Pasangan di Media Sosial

Dalam al-Qur`an, memang tidak disebutkan secara tegas balasan yang akan diberikan Allah pada kaum hawa.  Misalnya kaum adam di Surga akan mendapatkan bidadari, apakah kaum hawa akan mendapat bidadara?

Ibu Maimunah yang saya hormati.

Istilah bidadari sendiri sebenarnya masih diperselisihkan ulama. Sebab baik al-Qur`an maupun Hadits terkadang menyebutnya dengan istilah al-hur al-‘in, yang secara bahasa berarti wanita-wanita cantik yang sangat putih.

Dalam beberapa Hadits, terkadang makhluk gaib itu disebut nisa’ ahl al-jannah, yang secara bahasa berarti wanita-wanita atau istri-istri penghuni Surga.  Ada sementara ulama yang tidak sependapat dengan istilah bidadari sebagai terjemahan dari al-hur al-‘in atau nisa’ ahl al-jannah.

Mereka menginginkan makhluk gaib itu tidak diterjemahkan sebagai bidadari, sebagaimana makhluk-mahkluk lain seperti malaikat, jin dan setan, yang tetap disebut malaikat, jin dan setan.   Maka bidadari, menurut sebagian ulama ini,  sebaiknya tetap disebut sebagai al-hur al-‘in.

Ada juga ulama yang berpendapat, kaum lelaki beriman, memang dinjanjikan  Allah akan dianugerahi al-hur al-‘in, di samping kenikmatan yang lain. Sementara kaum hawa tidak disebutkan janji-janji seperti itu.

Masalahnya, karena kaum hawa umumnya malu bila disebutkan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seksual. Berbeda dengan lelaki yang justru senang bila hal itu disebutkan.

Ada hadits yang menyatakan, al-hur al-‘in itu sebagian berasal dari istri-istri pada waktu hidup di dunia.   Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya al-Musnad meriwayatkan Hadits:

“Fasilitas terendah bagi penghuni Surga, ia memiliki tujuh tingkatan…dan ia memiliki tujuh puluh dua al-hur al-‘in sebagai istri-istrinya, selain istrinya dari dunia.” (Hr. Imam Ahmad)

Namun bagaimanapun juga, kenikmatan yang diberikan di Surga tidak sesempit yang kita bayangkan sekarang.  Quran Surat al-Zukhruf ayat 71 dan surat Fushilat ayat 31  yang intinya menyatakan, penghuni Surga akan mendapatkan semua yang diinginkan hatinya dan semua yang ia minta.

Maka segala yang diinginkan penghuni Surga, misalnya hubungan seksual dengan siapa saja, bila itu termasuk kenikmatan yang diinginkannya, maka Allah akan memberikannya.  Yang jelas, kenikmatan yang ada di Surga tidak seperti kenikmatan yang ada di dunia.

Surga itu tempat segala kenikmatan dan tidak ada rasa capek atau kelelahan bagi penghuninya.  Memakan buah-buahan misalnya, tidak dilakukan atas dasar motivasi menghilangkan lapar atau mencari kesehatan seperti yang kita lakukan di dunia, melainkan semata-mata menikmati kelezatan makanan itu.

Sekali lagi, kita yang masih hidup di dunia tidak mampu membayangkan kelezatan dan kenikmatan yang ada di Surga.  Bayangkan saja, menurut hadits riwayat Muslim, Nabi Muhammad bersabda:

فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا

“Sesungguhnya bagiMu kekuasaan seperti di dunia dan sepuluh kali lipatnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

أَلَنْ تَرْضَى إِنْ أَعْطَيْتُكَ مِثْلَ الدُّنْيَا مُذْ يَوْمِ خَلَقْتُهَا إِلَى يَوْمِ أَفْنَيْتُهَا وَعَشَرَةَ أَضْعَافِهَا

“(Allah menyatakan) : Tidakkah engkau ridha jika Aku berikan kepadamu semisal dunia sejak Aku ciptakan hingga hari aku hancurkan dan (ditambah) 10 Kali lipatnya.” (HR: Ibnu Abid Dunya, AtThobarony)

Ini artinya, punghuni Surga yang paling miskin, rumahnya di atas kavling seluas sebelas kali lipat di dunia ini.  Dapatkah dibayangkan, bagaimana seseorang memiliki rumah di atas kavling yang luasnya sebelas kali lipat dunia?

Demikianlah, mudah-mudahan Ibu dapat memahami jawaban ini. Dan Ibu tidak perlu resah untuk mempersoalkan kenikmatan di Surga. Apa yang Ibu inginkan, semuanya tersedia dan terpenuhi di Surga.* (Dikutip dari buku “Fatwa-fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal” karya Prof. KH Ali Mustofa Yaqub, MA, mantan Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jannahpasangan di Surgasekssurga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasulullah ﷺ  dan Cahaya
Tulisan selanjutnya Polisi Greater Manchester Ungkap Ratusan Anak Korban Kejahatan Seksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina

Berita
24 Agustus 2026 12:23
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal
Kiai Cholil Nafis Ajak Umat Islam Tak Terlena Medsos dan Kembali Membaca Buku
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah

Terbaru

  • “Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
  • ‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
  • Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
  • Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
  • MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal
  • YLBH Hidayatullah Soroti Dugaan Kewajiban Lepas Hijab bagi Calon Kadet Putri Unhan
  • Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik
  • Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
  • MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
  • APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Konsultasi Syariah

Mengapa Niat Puasa dalam Madzhab Syafi’i Harus Disebutkan Secara Detail?

1 Maret 2025 18:00
Konsultasi Syariah

Tata Cara Niat Puasa Puasa Ramadhan menurut Empat Madzhab  

1 Maret 2025 16:00
Konsultasi Syariah

Hukum Mencium Mushaf, Bolehkah?

4 Februari 2025 12:47
Konsultasi Syariah

Hukum Nyanyian, Bagaimana Ulama Menyikapinya?

26 Januari 2025 04:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?