Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi Prancis Grebek Rumah Keluarga Muslim, Interogasi Anak 11 Jam karena Tak Setuju Karikatur Nabi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 9 November 2020 20:42 8:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 9 November 2020 08:45
Bagikan
[Ilustrasi] Polisi Prancis
Bagikan

Hidayatullah.com— Polisi di Albertville, sebuah kota di Prancis tenggara, menggerebek tempat tinggal yang dihuni oleh empat orang anak karena “memuji terorisme” sebab mereka tidak menyetujui karikatur menghujat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, lapor TRT World pada Sabtu (07/11/2020).

Dalam sesi konseling yang pemerintah Prancis lakukan di sekolah-sekolah umum, tiga pelajar Muslim keturunan Turki dan Arab ditanya apakah mereka menyesal atas pembunuhan Samuel Paty, seorang guru yang dibunuh oleh seorang pemuda pada bulan lalu karena memperlihatkan karikatur menghujat Rasulullah.

Ketiganya mengatakan mereka mengecam pembunuhan Paty, namun tidak menyetujui karikatur menghujat itu.

Setelah sesi konseling berakhir, polisi Prancis menggerebek rumah mereka. Berbicara kepada TRT World, salah satu ayah siswa mengenang penggerebekan mengerikan yang mereka alami pada Kamis pagi sebelum pukul 7 pagi, “Kami bangun dengan polisi bersenjata di depan pintu kami. Sekitar 10 dari mereka menyerbu rumah kami dengan senjata laras panjang. Anak-anak dibangunkan dari tidur mereka dan mereka mengumpulkan kami di ruang tamu dengan piyama kami. Mereka membuat kami tetap duduk saat mereka menggeledah rumah tetapi mereka berfokus pada kamar putri kami, memeriksa buku-bukunya dan bahkan mengambil gambar bingkai kaligrafi Islam yang kami miliki di dinding kami.”

Polisi membawa putrinya, EY, ke kantor polisi dengan tuduhan “memuji terorisme”. Mereka meminta orangtuanya datang ke stasiun pada jam 9 pagi untuk diinterogasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Polisi menanyai kami, saya dan istri saya selama dua jam masing-masing menanyakan ‘apakah Anda pergi ke masjid untuk shalat? Jika demikian, apakah Anda membawa serta anak-anak Anda? Apakah Anda punya tugas di masjid? Apa pendapat Anda tentang karikatur?’ Dan sebagainya. Saya katakan kepada mereka, Nabi kita sayang kepada kita semua, semua Muslim dan kita tidak menganggapnya (karikatur Nabi, red) pantas. Tapi saya juga memberi tahu mereka, kami tidak mendukung pembunuhan guru.”

Ayah EY mengatakan bahwa istrinya dan anggota keluarga lainnya ditanyai pertanyaan yang sama selama interogasi.

“Kami diperlakukan seperti teroris. Mereka mengambil foto kami, sidik jari dan mereka bahkan meminta istri saya untuk melepas jilbabnya untuk foto. Kami telah tinggal di sini selama 20 tahun terakhir tanpa catatan kriminal. Tak satu pun dari empat anak saya pernah memiliki masalah di sekolah atau dengan polisi. Saya bahkan ditanyai tentang pendapat saya tentang perselisihan Erdogan-Macron baru-baru ini selama pemeriksaan saya. Saya mendesak polisi Prancis untuk tidak melibatkan kami dalam politik mereka.”

Keduanya tidak diizinkan melihat putri mereka di kantor polisi. EY dibebaskan sekitar pukul 17.30 Kamis malam. Ayahnya berkata, “Dia menangis saat polisi menangkapnya di pagi hari. Kemudian dia dibawa ke kantor polisi di mana dia diinterogasi dan direkam selama interogasinya. Dia ditahan hampir 11 jam di sana sampai keputusan pengadilan untuk pembebasannya. Dia harus menandatangani pernyataannya tetapi polisi menolak memberi kami salinan dokumentasi apa pun.”

Keluarga itu merasa mereka telah dimasukkan dalam daftar hitam oleh polisi dan sekolah. “Kami meminta putra kami yang berusia 22 tahun untuk ekstra hati-hati sekarang ketika dia akan meninggalkan rumah. Kami akan membawa EY ke dokter untuk laporan medis karena dia belum pulih dari trauma. Kami sedang mempertimbangkan untuk pindah sekolah sekarang.”

EY adalah inisial dari salah satu siswa yang menjadi sasaran interogasi keras oleh polisi Prancis.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamofobiaKarikatur Menghina Nabipolisi PrancisPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lira Melorot, Menantu Erdogan Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan dengan Alasan Kesehatan
Tulisan selanjutnya Menlu Prancis Kunjungi Mesir untuk Meredakan Ketegangan Terkait Kartun Nabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?