Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Pemikiran Natsir Atas Kader dan Orientasi Perjuangannya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 November 2020 14:25 2:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 November 2020 14:25
Bagikan
Mohammad Natsir
Bagikan

oleh: Akbar Muzakki

 

Hidayatullah.com | PERJUANGAN membina dan membimbing umat itu tak boleh berhenti. “Yang patah harus tumbuh, yang hilang harus berganti, pergi yang tua datang yang muda,” begitu tekad SU Bajasut.

Mengambil dari judul buku tipis karya M. Natsir yang berjudul “Dari Medan Djihad”, SU Bajasut teman, seperjuangan Natsir menuangkan gambaran perjuangan umat Islam ke depan adalah penerus perjuangan berlandaskan ‘Aqidah dan Khittah’ yang telah digariskan. Kini telah tiba masanya untuk lebih memahaminya, baik yang tersurat maupun yang tersirat kemudian mengamalkannya.

Pertumbuhan di kalangan umat, yang menurut fitrahnya senantiasa menghendaki ‘peremajaan’ meminta tanggung jawab yang lebih besar kepada setiap pemimpin. Timbang terima pada saatnya pasti terjadi. Maka pimpinan dan bimbingan kepada tunas muda adalah timbang terima secara berangsur-angsur.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

“Yang patah harus tumbuh, yang hilang harus berganti, pergi yang tua datang yang muda,” demikian paparan SU Bajasut mengawali tanggapan tulisan M. Natsir yang lebih cenderung mempersiapan kader dan orientasi perjuangannya.

Dalam khazanah pemikiran M. Natsir yang tertuang dalam bukunya itu menyebutkan 3 hal penting dalam pendadaran perjuangan itu. Setidaknya pendadaran perjuangan untuk generasi muda itu ada di pesantren, kampus, dan masjid.

Ketiga ‘barak’ ini harus tetap menjadi andalah perjuangan umat di masa kapan pun, hingga bumi ini membutuhkan para pejuang umat untuk membimbing, membina dan mensejahterakan masyarakat. Nah, langkah perjuangan ditiga tempat tersebut perlu reintegrasi konsepnya.  Bagaimana mempersiapkan kader itu penting, tulis Natsir.

Karena anak muda harapan perjuangan yang akan datang; yang tahu akan dunia perjuangannya. Oleh karena itu perlu dipersiapkan jiwa mereka, melengkapkan pengetahuan dan pengalaman mereka, mencetuskan api cita-cita mereka, menggerakkkan dinamika mereka, menghidupkan self disiplin mereka, yang timbul dari iman dan taqwa.

“Ingat perjuangan, bukanlah satu perjuangan tersambil lalu, sekadar pengisi waktu yang kebetulan terlebih tempo-tempo. Ini adalah pekerjaan yang ‘masuk agenda’ yang untuknya harus disediakan waktu, harus dilakukan dengan sadar dan pragmatis,” tulis Natsir.

Dalam rangka ini ada dua hal yang perlu diperhatikan:

Pertama, mereka dari generasi baru itu telah beruntung mendapat kesempatan yang lebih luas di bidang menuntut ilmu, baik ilmu duniawi maupun ukhrawi. Tetapi dasar iman dan taqwa, yang merupakan sumber kekuatan dan pedoman akhlak dan karakter, sebagai ‘bekal’ yang tak boleh tidak harus mereka miliki untuk menjalankan tugas yang akan mereka pikul itu-tidaklah dapat diperoleh dari semata-mata ilmu, walaupun bagaimana luasnya ilmu itu. Ini hanya dapat dicapai dengan riyadhah dalam arti yang luas.

Di sinilah terletak fungsi yang khusus dari masjid sebagai pembinaan umat dan pembentukan kader. Di kampus pun harus kuasai masjid dengan segala program dan perjuangannya untuk saling bina membina dan menjalin ukhuwah satu masjid kampus dengan masjid lainnya.

Di masjid harus dikuatkan niat dan ulumuddinnya. Jangan sampai lupa mereka, bahwa panji-panji kalam Ilahi itu tidak patah berkibar bila berjalan, dia terus diinjak-injak oleh kaki yang membawanya sendiri. Janganlah hendaknya, bertambah lagi jumlah kalinya. Umat ini dikecewakan pemimpin.

Kedua, fakultas dari berbagai macam jurusan sudah ada yang mempersiapkan mereka untuk jadi sarjana. Kita menghajadkan teoritis yang tajam dan kreatif. Disamping itu yang dihajatkan dalam pembinaan umat ialah opsir-opsir lapangan yang bersedia dan pandai berkecimpung di tengah-tengah umat.

Kalau pun dihajadkan sarjana-sarjana yang diperlukan bukan sarjana-sarjana yang melek buku, tetapi buta masyarakat. Sedangkan kemahiran membaca ‘kitab masyarakat’ itu, tidak dapat diperoleh dalam ruang kuliah dan perpustakaan semata-mata. Oleh karena itu mereka perlu diintodusir ke tengah-tengah umat dan turut aktif bersama-sama mengahdapi dan mencoba mengatasi persoalan-persoalan perikehidupan umat, dipebagai bidang. Sehingga mereka dapat merasakan dengan denyutan jantung umat, dan lambat laun berurat pada hati umat itu. Makin ‘pagi’ makin baik

Banyak diantara gejala-gejala dari keadaan sekarang ini yang dapat dielakkan tadinya, kalau tidaklah terlampau banyak kita mempunyai calon politisi yang menjadi pemimpin amatir. Maka di tengah-tengah masyarakat yang hidup cukuplah dapat berlaku proses timbang terima secara berangsur-angsur antara yang akan pergi dan yang akan menyambung-patah tumbuh hilang berganti.

Sebab kesudahannya yang dapat mencetuskan ‘api’ ialah ‘batu api’ jua. Di sinilah ada api perjuangan dan dimulai perjuangan bersama umat.

Butuh kesatuan dan polarisasi

Keseriusan M Natsir terhadap pembinaan generasi muda begitu jeli. Ia menyebutnya dengan tenaga-tenaga muda berlian gandeng tangan bersama umat. Tenaga-tenaga muda yang berilmu yang dikumpulkan kembali secara selektif, usaha-usaha lama yang sudah digiatkan lagi, kegiatan-kegiatan baru dalam pelbagai bentuk yang sudah timbul dengan spontan di mana-mana itu hanya akan dapat bertahan lama daan akan lebih efektif apabila semua itu dikonsolidir dengan menjatuhkan aqidah dan wijdah, menyesuaikan langkah dalam satu strategi yang sama.

Kalau tidak, kegiatan-kegiatan lokal dan regional itu bisa jadi mangsa atau teredesak dalam kompetisi antara bermacam-macam kekuatan dan aliran yang sama-sama memperebutkan bidang-bidang yang sama di daerah yang bersangkutan.

Kekuatan dan aliran-aliran yang sedang berkompetsi sama-sama diketahui, masing-masingnya sudah dipolarisasi dalam organisasi masing-masing yang utuh. Teranglah bahwa usaha reintegrasi harus segera diiringi oleh polarisasi dari tenaga dan kegiatan keluarga muslim.

Minimal yang dapat diusahakan sekarang ialah polarisasi melalui koordinasi kegiatan-kegiatan yang sejenis. Ada lembaga-lembaga dan yayasan-yayasan di bidang sosial, dakwah dan kebudayaan yang diselenggarakan oleh para keluarga.

Lembaga-lembaga dan badan itu perlu disesuaikan langkahnya, diadakah diantaranya pembagian lapangan, kerja sama, saling bantu membantu, dan yang utama disatukan faham mereka mengenai strategi yang akan ditempuh. Mengakhiri tulisan buku tipisnya M. Natsir menyitir hadits sebagai berikut:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586).

Ini sama memerlukan tenaga-tenaga yang khusus dan pembagian tugas menurut bidang masing-masing. Segala sesuatu diselenggarakan tanpa gambar. Kuatkan aqidah dan wijdah dalam menata ulang konsep perjuangan bersama umat.*

Penulis adalah wartawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KaderkaderisasiM NatsirMohammad Natsirperjuangan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya RI-Chile Tandatangani MoU Jaminan Produk Halal untuk Perkuat Hubungan Dagang
Tulisan selanjutnya Perbanyak Kasih Sayang pada Anak agar Kita Makin Disayang Allah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?