Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Pindahkan Ribuan Migran dari Kamp Besar di Saint-Denis

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 November 2020 19:34 7:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 November 2020 19:34
Bagikan
Para migran tinggal di tenda-tenda di bawah jembatan di Paris, Prancis.
Bagikan

Hidayatullah.com—Polisi Prancis mengosongkan sebuah kawasan di dekat Stade de France di Saint-Denis, daerah pinggiran di utara ibukota Paris. Lebih dari 2.000 orang, yang kebanyakan migran, tinggal di sana sejak bulan Agustus.

Dilansir RFI, polisi tiba Selasa dini hari (17/11/2020) untuk mengevakuasi para migran, kebanyakan laki-laki, yang tinggal di tenda-tenda tanpa fasilitas sanitasi.

Sebanyak 70 bus dikerahkan untuk mengangkut mereka ke satu dari 26 tempat penampungan yang disiapkan di daerah Paris.

Menurut organisasi amal France terre d’asile, sekitar 2.400 orang tinggal di bawah jalan layang dekat stadion sejak Agustus.

“Keberadaan kamp-kamp ini tidak dapat diterima, di mana orang tinggal dalam kondisi yang sangat buruk,” kata Kepala Kepolisian Paris Didier Lallement kepada para reporter. “Situasi seperti ini membahayakan penduduk setempat.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Operasi ini dilakukan agar orang-orang yang datang ke sini secara legal dapat diberikan bantuan yang mereka perlukan, dan mereka yang tidak maka harus pergi meninggalkan Prancis,” paparnya.

Sebelum naik ke bus-bus yang akan membawa mereka ke tempat penampungan resmi, para migran harus menjalani tes Covid-19 di tempat yang disediakan oleh otoritas kesehatan publik Prancis ARS.

Kebanyakan migran yang tinggal di kolong jalan layang itu kabarnya datang dari Afghanistan, Sudan, Ethiopia dan Somalia untuk mencari suaka.

Sebelum ini mereka dipindahkan dari kamp-kamp lain yang berada di sekitar Paris yang dibubarkan aparat, seperti kamp Aubervilliers yang menampung 1.500 orang.

Lembaga-lembaga swadaya masyarakat mengecam cara pemerintah dalam menangani migran dan menyeru agar menghentikan “siklus destruktif” tersebut. Mereka mengatakan, cara aparat yang secara bergantian mengosongkan dan memindahkan migran dari satu tempat ke tempat lain dinilai tidak efektif.

“Setidaknya sudah 65 kali terbukti cara ini tidak efektif dan hanya berhasil membubarkan orang,” bunyi pernyataan yang dirilis kumpulan organisasi amal dan non-pemerintah yang peduli dengan masalah tersebut.

Prancis dikecam oleh European Court of Human Rights (CEDH) pada bulan Juli atas kondisi penampungan migran yang dinilai tidak manusiawi. Prancis gagal memenuhi tanggung jawabnya sebagaimana yang digariskan undang-undang domestinya sendiri dan melanggar Pasal 3 Konvensi HAM, kata CEDH.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kampmigranParisPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga China Pewarta Pandemi Coronavirus Wuhan Terancam Bui
Tulisan selanjutnya Kenya Sematkan Alat Pelacak Pada Satu-Satunya Jerapah Putih di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?