Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Pemimpin yang Menghargai Kritik dari Rakyatnya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 5 Desember 2020 16:34 4:34 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 Desember 2020 16:34
Bagikan
Sosok Umar bin Khattab yang digambarkan dalam film Omar
Bagikan

Hidayatullah.com | SEORANG pemimpin bukanlah yang kebal terhadap kritik. Karenanya, pemimpin yang sejati adalah yang mau mendengarkan keluhan dan kritik dari rakyat.

Pemimpin yang bijak selalu menerima saran dari siapa saja asal bisa memberikan solusi. Dan tidak antipasti terhadap masukan darimana pun.

Hal ini pernah dijalani sahabat Nabi, Umar bin Khathab. Meski dikenal keras perangainya, tetapi Umar sangat lembut terhadp rakyatnya. Dan pula mau mendengarkan apa saja yang disampaikan dari sahabat maupun rakyat kecil yang dipimpinya.

Suatu ketika khalifah Umar bin Khathab sedang duduk-duduk bersama sahabatnya. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang ditangannya terdapat rambut bekas cukuran. Dengan wajah yang kesal, orang tersebut melemparkan rambut yang dipegangnya ke dada Sang Khalifah.

Para sahabat melihat hal demikian tentu tak tinggal diam atas sasaran lemparan yang ditujukan kepada Khalifah Umar. Namun, Umar berhasil mengendalikan emosinya dan ia pun mencegah para sahabat jangan sampai melampiaskan kemarahan padanya.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Khalifah Umar memungut rambut yang dilempar tadi sambil bertanya,
apa sebenarnya yang terjadi.

“Demi Allah, bila engkau berbohon api Neraka taruhannya, wahai Umar,” tegas orang tersebut dengan nada marah.

Orang ini kemudian menjelaskan bahwa seorang Gubernur Abu Musa al Asy’’ary menjatuhkan hukuman kepadanya dengan cambuk dan dicukur rambutnya dengan pisau cukur, padahal ia mengaku tak bersalah.

Umar menjadi paham apa masalahnya. Umar kemudian melirik semua yang hadir, dan berkata, “Seandainya seluruh rakyat memiliki keberanian seperti saudara ini, aku lebih senang daripada semua jizyah yan pernah dikatuniakan Allah kepada kita.”

Setelah itu, Umar berkirim surat kepada Gubernur Abu Musa agar ia memberi kesemoatan kepada orang itu untuk mengambil qishas.

Ibrah

Alangkah indahnya jika  semua pemimpin mudah mendengar keluhkesah bawahan atau rakyat. Bahkan saran dan kritik itu bukan sebuah ancaman untuk menjauhkan wibawa pemimpin. Tetapi sesuanguhnya itulah pesan perbaikan atau solusi yang diinginkan bawahan atau rakyat kita.

Seorang pemimpin harus memberikan kebebasan berpendapat agar masyarakat punya keberanian berpendapat, meskipun berupa kritikan kepadanya. Siapaun yang menyampaikan kritik, saran bahkan solusi dan pendapat yang benar harus ditampung dan sebisanya dijalankan meski pun mungkin tidak enak bagi dirinya.*/Akbar Muzakki

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kritikpemimpinUmar Bin Khattab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beginilah Yahudi, Kristen, dan Islam Menyebut Nama Tuhan
Tulisan selanjutnya Kelompok HAM Sebut Relokasi Etnis Rohingya Dilakukan secara Paksa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania

Berita
8 Juli 2026 16:20
UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?