Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

PKS, Jokowi dan Kasus Turki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 April 2014 03:33 3:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2014 08:35
Bagikan
Bagikan

“PKS Nomer 3….
PKS Tetap di hati…”

Oleh: Lasmoyo Nugroho

JARGON “gelombang PKS meraih 3 besar”  terbukti mampu menyuntikkan moral kader untuk mempertahankan eksistensinya. Bahkan semangat 3 besar ini tidak hanya menggelora di kalangan kader inti, simpatisan dan keluarganya pun turut menggelorakannya.

Yang juga tidak boleh terlupakan oleh kita semua, dukungan luar biasa yang tak terduga dari cendeiawan Muslim, para ulama, tokoh agama dan ormas-ormas Islam (termasuk Habib Rizieq Shihab, bahkan beberapa tokoh salafy Indonesia) yang selama ini selalu kritis terhadap setiap strategi yang ditempuh PKS, dan diberikan  pada saat-saat akhir menjelang pemilihan efektif membukakan wacana persatuan ukhuwah islamiyah global.

Ukhuwah Islamiyah lintas jamaah ini bisa menjadi obat penawar rindu setelah melihat kondisi yang memprihatinkan di Mesir dan timur tengah pada umumnya. Ada seorang blogger yang mampu melukiskan dengan haru bagaimana proses dirinya melepaskan status golput yang selama ini diyakini sebagai keputusan terbaik dunia akhirat.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Bertahannya angka raihan PKS pada 7% memang bisa dianggap sebagai kemenangan jika menilik pada hantaman badai politik yang diterima partai da’wah selama ini baik dari dalam negeri maupun akibat dari imbas perpolitikan di  luar negeri. Hal ini dibuktikan dengan unggulnya PKS di berbagai TPS di luar negeri seperti Turki, Jerman, Mesir, Pakistan, Sudan, Hongkong, Arab Saudi, Jepang bahkan Jerman. Bahkan menurut real count PKS, angka raihan kursi parlemen sudah menyentuh 10%.

Meski demikian, sebagai kader yang turut merasakan denyut pasang surutnya gairah politik PKS sejak awal berdiri hingga tahun 2014 ini, izinkan kami menyampaikan pandangan dari sudut lain atas fenomena yang dialami PKS  pada Pemilu 2014 ini. Semoga bisa menjadi sumbangan pemikiran untuk ke depannya.

PKS yang lahir dari benih inspirasi da’wah Ikhwanul Muslimin tidak mungkin terlepas dari imbas pada apa yang terjadi pada semua pergerakan serupa yang sedang berkembang dan berjuang di seluruh dunia.

Arab Spring (Musim Semi Arab) meski berawal dari revolusi pemuda namun akhirnya menempatkan partai-partai berbasis Al Ikhwan al Muslimun (IM) sebagai solusi pengganti rezim yang ada.

Tahun 2013 adalah masa pergolakan yang hebat bagi pergerakan IM, di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Grafik PKS 2014
Grafik Raihan PKS berdasar Quick Count 2014

Ada tiga peristiwa besar yang dialami PKS yang mau tidak mau harus diakui memiliki faktor pengaruh yang besar pada capaian suara pemilihan legislatif pada Pemilu 2014 ini.

Peristiwa pertama. Kasus yang menimpa pada mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq (LHI). Meski banyak yang mempercayai bahwa peristiwa ini adalah rekayasa politik, namun apa daya masyarakat dan hokum mempercayainya sebagai fakta sehingga lawan politik menjadikannya  amunisi untuk terus menerus menjatuhkan mental para kader. Otomatis simpatisan pun terpengaruh opininya.

Apakah ini berhasil ?  Jika melihat angka raihan 6.9%, atau terjadi penurunan sebanyak 0.9% dari Pemilu 2009, maka bisa dikatakan ya operasi berhasil. Namun jika 0.9% dibandingkan dengan raihan Pemilu lalu yang berjumlah 7.8% ternyata hanya turun 11%, hal ini menunjukkan bahwa kader  mampu menjaga kesetiaan kerabat sanak familinya dan kenalannya untuk tetap menjadi konstituen PKS. Dengan kata lain PKS mampu bertahan dari serangan lawan dan menghadapi badai.

Peristiwa besar kedua.  Yang juga mempengaruhi image PKS secara tidak langsung adalah peristiwa kudeta berdarah di Mesir.

Meskipun tidak berkorelasi langsung, namun ketidakberdayaan pemerintahan Mursy menghadapi manuver  politik pihak lawannya, dimanfaatkan dengan baik oleh hampir semua tokoh  partai di Indonesia untuk mendiskreditkan perjuangan Islam melalui politik. Apakah berhasil? */bersambung artikel kedua

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:al ikhwan al muslimunMenuju Koalisi Partai IslampemiluPKSsalafy
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Paus Fransiskus Minta Korban Maafkan Kebejatan Pendeta Pedofil
Tulisan selanjutnya RSHS Bandung siapkan kamar stres untuk caleg

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?