Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Islam Memandang Lingkungan Hidup

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Januari 2021 09:36 9:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Januari 2021 09:35
Bagikan
Dengan usaha hydroponik, para santri Hidayatullah Depok rata-rata panen tiap bulan mencapai 1,2 ton atau sekitar 20 juta/bulan /VIVA
Bagikan

Oleh: Muhammad Syafii Kudo

 

Hidayatullah.com | TAHUN dua ribu dua puluh telah bersama dilalui. Ada banyak hal yang telah kita lalui di tahun itu yang nyatanya tidak semua riwayat kisahnya otomatis tertutup begitu saja. Sebab ada bekas (atsar) yang dampaknya masih terasa hingga hari ini. Bahkan bisa jadi akan tetap terasa hingga di masa mendatang.

Salah satunya adalah tentang kerusakan lingkungan yang terjadi di negeri kita. Berdasar laporan tahunan dari beberapa LSM yang concern pada bidang lingkungan, kerusakan lingkungan di Indonesia masih mengkhawatirkan. Meski Pemerintah mengklaim laju deforestasi pada tahun 2020 lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya, namun  Organisasi Masyarakat Sipil Greenpeace Indonesia menilai angka laju deforestasi masih tinggi.

Pemerintah juga dinilai gagal menghentikannya. Pasalnya, jika deforestasi sebesar 462,4 ribu hektar dikurangi 162,8 ribu hektar deforestasi di hutan sekunder, maka hasil yang diperoleh adalah sekitar 299,6 ribu hektar.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

“Target pemerintah seharusnya fokus pada nol deforestasi. Angka hampir 300 ribu hektar deforestasi ini terjadi di luar hutan sekunder. Artinya deforestasi masih terjadi juga di hutan primer,” ucap Arie Rompas, Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Sabtu, 25 April 2020.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Manajer Kampanye Air, Pangan, Ekosistem Esensial, Eksekutif Nasional, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Wahyu Perdana. Ia mengatakan pemerintah semestinya memberikan laporan deforestasi secara utuh. Informasi tersebut, kata dia, harus menunjukkan penyebab dan pemilik konsesi lahan. Sementara Moratorium Permanen yang diputuskan tahun lalu juga sebaiknya menjadi peringatan keras. “Tidak hanya bicara penurunan, kita harusnya zero deforestasi,” ujarnya. (https://www.greeners.co/berita/laju-deforestasi-di-indonesia-masih-tinggi/).

Berbagai bencana alam berupa banjir bandang dan longsor yang masih betah menyambangi berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2020-2021 adalah bukti nyata bahwa penggundulan hutan itu masih nyata adanya.

Disebutkan bahwa banjir adalah bencana paling dominan yang melanda Indonesia sepanjang awal hingga pertengahan tahun 2020. Hal ini diungkapkan oleh  Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Mereka mencatat telah terjadi 726 kejadian banjir yang mengakibatkan lebih dari 2,8 juta mengungsi sampai dengan 30 Agustus 2020. (https://www.cnbcindonesia.com/market/20200831203823-17-183397/duh-banjir-bencana-alam-paling-mematikan-di-ri-selama-2020).

Dan di awal Januari ini pun negeri kita ternyata masih belum bisa lepas dari serbuan banjir. Seperti yang terjadi di Demak, Tanjungpinang, Kabupaten Bandung, Indramayu, dan Gresik. (https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/06/070500865/5-daerah-yang-dilanda-banjir-pada-awal-2021-mana-saja-?page=1). Dan tanah longsor yang terjadi di Sumedang pada hari Sabtu malam kemarin. (https://m.cnnindonesia.com/nasional/20210110075703-20-591673/tanah-longsor-di-sumedang-11-orang-tewas-tertimbun).

Berbagai bencana alam itu sungguh kian menambah kepiluan masyarakat karena di saat yang sama kondisi dunia belum pula lepas dari cengkeraman Pandemi Covid-19 yang konon sudah ada varian barunya yang muncul pertama kali di Inggris.

Ada satu pendapat menarik yang diungkapkan oleh ahli zoologi dan biologi konservasi Indonesia, Profesor Jatna Supriyatna dalam sebuah diskusi virtual. Menurut Dosen FMIPA, Universitas Indonesia (UI) itu, World Wildlife Fund (WWF) 2020 pernah menyebut kerusakan alam di dunia ini sangat dahsyat. Kondisi ini telah menimbulkan dampak negatif, baik di darat, laut maupun udara.

Jatna menilai, terdapat hubungan antara pandemi Covid-19 dengan kerusakan hutan. Kerusakan hutan di Brazil misalnya bisa menimbulkan penyakit zika. Deforestasi di Cina, Vietnam dan Asia Tenggara telah memicu munculnya SARS serta ebola di Afrika. “Tentu saja ini ada hubungannya dengan kerusakan hutan. Ada hubungannya dengan penangkapan satwa liar dan sebagainya,” jelasnya.

Jatna menegaskan, biodiversitas yang bagus pada dasarnya bisa menurunkan penyakit menular pada ekologi komunitas. Dengan biodiversitas yang tinggi, maka jumlah kutu, bakteri dan sebagainya stabil. Namun ketika keanekaragaman tersebut hilang, maka seluruhnya menjadi tidak stabil lalu berpotensi memunculkan zoonosis. (https://m.republika.co.id/berita/qjnyft384/adakah-hubungan-pandemi-covid-19-dan-kerusakan-hutan).

Melihat berbagai data kerusakan lingkungan hidup beserta bencana yang menjadi konsekuensi logisnya itu setidaknya ada satu kesimpulan yang bisa diambil yakni betapa vitalnya peran hutan bagi lingkungan. Dan betapa mendesaknya Reforestasi serta Reboisasi untuk segera dilakukan.

Dua program  penghijauan itu tentu tidak bisa lepas dari yang namanya pohon. Dan hari ini (10 Januari) kebetulan bertepatan dengan Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia. Yang mana salah satu tujuan utama dari gerakan itu adalah untuk mencegah terjadinya bencana ekologis dan memerdekakan kembali paru-paru umat manusia.

Bukti ilmiah mengenai fakta bahwa menanam pohon yang tepat di tempat yang tepat merupakan tindakan efektif-biaya dalam meningkatkan serapan karbon, memperbaiki siklus air, melindungi tanah dan menyangga keanekaragaman hayati sudah jelas.

Pada sebuah makalah 2017, yang ditulis oleh Bronson Griscom, Direktur Senior Solusi Iklim Alami, sebagai ketua, bersama para peneliti Konservasi Alam, disorot fakta bahwa semua potensi solusi mitigasi berbasis lahan, aforestasi dan reforestasi menawarkan peluang terbaik untuk menyerap karbon dioksida. (https://forestsnews.cifor.org/66274/menanam-pohon-dikerjakan-atau-tidak?fnl=id). (bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Islam dan lingkunganlingkungan hidupsantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perbatasan Darat Qatar-Saudi Telah Dibuka Kembali setelah Krisis Teluk Mereda
Tulisan selanjutnya Kelompok Hak Asasi Rohingya Desak Facebook Memblokir Kampanye Online Militer Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?