Hidayatullah.com- Tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Muhammad Iqbal Abdurrahman atau yang dikenal dengan panggilan Ustadz Abu Jibril meninggal dunia di kediaman pribadinya di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, semalam pukul 23.05 WIB, Senin (25/02/2021).
“Abah sudah ketemu dengan Rabb-nya yang selama ini disembah. Selamat jalan Abah. Allah sayang Abah. Ya Allah, kuatkan Ummi dan adik-adik.
Rahimahullah meninggal di hari meninggalnya Baginda Nabi Muhammad, hari Senin, 25 Januari 2021, pukul 23.05 WIB di tempat kediamannya, di sisi istrinya, Ummi Fatimah Zahrah.
Sampai ketemu di Jannah, Abah. Semoga Allah kumpulkan Abah di Surga Firdaus bersama para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan shalihin. Allahumma amien,” ujar putra almarhum, Jibril, kepada wartawan dalam keterangannya, Selasa (26/01/2021).
Almarhum lahir pada 17 Agustus 1957 di Lombok Timur dan wafat pada 25 Januari 2021 di Pamulang. Pihak keluarga diagendakan memakamkan jasad Abu Jibril di Pamulang, Tangsel bakda zuhur pada Selasa ini. Sebelumnya almarhum sudah dua tahun belakangan ini mengalami sakit komplikasi.
Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020, Tengku Zulkarnain yang juga mengabarkan wafatnya Abu Jibril, menyampaikan kenangannya mengenai sosok almarhum.
Tengku Zulkarnain mengaku kehilangan Abu Jibril. Ia menyebutkan, walaupun berbeda mazhab dalam Islam, tapi Abu Jibril tidak pernah saling menyerang pemahaman mazhab orang lain saat berdakwah.
“Kami memang berbeda Madzhab Fiqih. Beliau Madzhab Salafi dan saya bermadzhab Syafi’i. Namun, tidak pernah kami saling menyerang kepahaman dan amal masing masing. Dan, beberapa kali kami tampil ceramah satu panggung bersama, walau isi ceramah masing masing dengan rujukan kitab yang berbeda. Betapa indahnya Islam,” kata Tengku lewat akun Instagramnya @tengkuzulkarnain.id, Selasa (26/01/2021) pantauan hidayatullah.com.
Tengku Zulkarnain juga mengenang sosok almarhum pada musim haji tahun 2017. Saat itu, tuturnya, Abu Jibril pernah menyuapi Tengku saat dirinya mengejar khatam Al-Qur’an di Arafah, Arab Saudi.
“Sejak pagi saya sudah tancap gas. Beliau membujuk saya untuk makan siang. Saya katakan saya tidak lapar dan ingin khatam sebelum magrib. Lalu beliau mengambilkan makanan dan menyuapi saya, ‘Nanti ustaz sakit’,” kenang Tengku, menilai Abu Jibril merupakan sosok yang penuh perhatian semasa hidupnya.
Tengku Zulkarnain juga menuturkan bahwa ia dan Abu Jibril satu pemikiran saat menolak ajaran Syiah dan menggelar Aksi Bela Islam 411 dan 212 tahun 2016 lalu.
Tengku punya kenangan sendiri dengan Abu Jibril pada aksi 411 dan 212. Saat itu katanya Abu Jibril sempat pingsan ketika mengikuti aksi damai itu.
“Kenangan paling indah adalah saat kami bersama dalam barisan bela Agama 411 dan 212 bersama HRS, ananda Arifin Ilham, Syekh Ali Jaber dan lain-lain. Saat itu, beliau sempat pingsan tidak sadarkan diri,” kenang Tengku Zulkarnain.
Aksi 411 dan 212 merupakan rentetan unjuk rasa damai jutaan umat yang berkumpul di Jakarta memprotes pernyataan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menghina Islam.
Sebagaimana diketahui, Abu Jibril dikenal sebagai mantan Ketua Umum Majelis Mujahidin Indonesia. Namanya sempat disebut-sebut terkait dengan teror bom di hotel JW Marriott di Jakarta. Akan tetapi tidak terbukti hingga akhir penyelidikan oleh kepolisian.
Pada 26 Maret 2015 lalu, anak Abu Jibril, Ridwan Abdul Hayie meninggal dalam peperangan di Suriah, saat berperang bersama pasukan Jabhat Al Nusra.*