Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kemenag: Tim Terpadu Sedang Menelaah Terjemahan Al-Qur’an

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2016 22:06 10:06 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 Oktober 2016 22:05
Bagikan
[Ilustrasi] Al-Qur'an Terjemahan yang telah ditashih Kementerian Agama.
Bagikan

Hidayatullah.com– Saat ini, sebuah tim terpadu sedang bekerja menelaah terjemahan al-Qur’an dari berbagai aspeknya.

Hal itu menyikapi persoalan terjemahan kata/kalimat dalam al-Qur’an, yang belakangan ini menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan.

Demikian disampaikan Pgs Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, di Jakarta, Ahad (23/10/2016).

Kemenag, kata Muchlis, menyerahkan kepada para ulama al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikan persoalan terkait terjemahan itu.

“Teks al-Qur’an, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urai Muchlis melalui siaran pers kepada hidayatullah.com.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia mengatakan, tim penelaah terjemahan itu terdiri dari para ulama al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman, serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud.

Mereka antara lain: Prof Dr M Quraish Shihab, Prof Dr Huzaimah T Yanggo, Prof Dr M Yunan Yusuf, Dr KH A Malik Madani, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, dan Dr Muchlis M Hanafi.

Selain itu, Prof Dr Rosehan Anwar, Dr Abdul Ghofur Maemun, Dr Amir Faesal Fath, Dr Abbas Mansur Tamam, Dr Umi Husnul Khotimah, Dr Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr Dora Amalia, Dr Sriyanto, dan lainnya. [Baca juga: Ketum IPIM: Ada 21 Ayat Lain yang Semakna dengan Al-Maidah:51]

Tentang Terjemahan

Terkait penyebutan “al-Qur’an palsu” pada pesan berantai yang viral di media sosial, Muchlis mengatakan, terjemahan al-Qur’an bukanlah al-Qur’an.

Menurutnya, terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap al-Qur’an. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna al-Qur’an”.

“Tentu tidak seluruh makna al-Qur’an terangkut dalam karya terjemahan, sebab al-Qur’an dikenal kaya kosa kata dan makna,” ujarnya.

“Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” papar Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini.

Muchlis berpesan, dalam memahami al-Qur’an, hendaknya masyarakat tidak hanya mengandalkan terjemahan. Tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.

Penjelasan Kemenag Soal “Auliya”

Diberitakan  hidayatullah.com sebelumnya, belakangan ini beredar pesan dan kabar berantai di media sosial tentang terjemahan kata “auliya” pada QS Al-Maidah ayat 51.

Dalam berbagai pesan berantai itu disebutkan, terjemahan kata “auliya” telah berganti dari “pemimpin” menjadi “teman setia”.

Bahkan dituding pergantian itu baru-baru ini dilakukan oleh Kemenag karena terkait kasus dugaan penistaan al-Qur’an Surat Al-Maidah:51 oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pesan berantai itu pun banyak yang menyertakan foto halaman terjemah QS Al-Maidah:51 dengan keterangan yang menyebutnya sebagai “al-Qur’an palsu”.

“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan al-Qur’an belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis. [Baca: Penjelasan Kemenag: Terjemahan ‘Auliya’ Bisa ‘Pemimpin’ atau ‘Teman Setia’]*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:‘Auliya’‘Teman Setia’ahokal-Qur'an terjemahanbahasaBasuki Tjahaja PurnamaKemenagKementerian Agamakitab sucipakartafsirtelaahterjemahanulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjelasan Kemenag: Terjemahan ‘Auliya’ Bisa ‘Pemimpin’ atau ‘Teman Setia’
Tulisan selanjutnya Islamic Relief, Bantu Masyarakat Muslim di 32 Negara Selama 2015

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?