Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Mendidik dengan Menjelaskan dan Keteladanan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Februari 2021 10:22 10:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Februari 2021 10:17
Bagikan
Bagikan

Oleh: Hamid Abud Attamimi

“Tidaklah kebanggaan itu karena pakaian atau keturunan, bukan pula karena tumpukan uang atau emas.Tetapi Kemuliaan itu karena Ilmu dan Adab, dan Agama adalah Pelita bagi orang yang berakal.” (Syeikh Ahmad Surkati – Pendiri Al-Irsyad Al-Islamiyyah)

Hidayatullah.com | TENTANG SKB Tiga Mentri, Perihal Seragam Sekolah tidak akan mampu kita fahami, kecuali dengan memahami inti dasar pemahaman pada diksi toleransi, kebhinekaan dan kebebasan memilih.

Tidak perlu menjelaskan tentang ketiga diksi tersebut, tapi lebih pada apa yang tergambar dengan munculnya SKB tersebut.

Seorang penggembala, apakah kambing atau bebek, sekalipun berjalan dibelakang dan terkesan membebaskan gembalaannya berjalan, tetapi tak pernah sepenuhnya membiarkan.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Dengan suara dan alat yang dibawanya, sesekali akan mengarahkan pada sisi yang tepat dan kebersamaan iring-iringan.

Memang anak didik bukan hewan gembalaan, tetapi bukankah Pendidikan tak melulu proses belajar mengajar, bukan cuma transfer pengetahuan.

Inti pendidikan adalah menjelaskan dan keteladanan yang terus menerus dan targetnya adalah perubahan perilaku anak dari tidak baik menjadi baik, kurang baik menjadi lebih baik.

Pendidikan tak selesai jika anak cuma tahu, bahkan jika pun lalu menjadi faham, sebab anak harus tahu mengapa sesuatu itu baik dan mengapa yang baik harus diikuti serta menjadi kebiasaan.

Bukankah ini yang mestinya jadi kunci pemahaman mengapa Pemerintah membagi pendidikan menjadi dasar, menengah dan tinggi.

Jika kebebasan memilih sejak awal diserahkan sepenuhnya pada anak, dan Pendidik bahkan tak diperkenankan untuk sekedar menghimbau,  lalu apa ide dasar, konteks dan relevansinya pembagian tersebut dengan konsep  psikologi perkembangan fisik dan kejiwaan anak?

Apakah Pemerintah tidak menganggap agama sebagai sumber kebaikan? Sehingga membuat jarak antara anak dan agama, termasuk tentang aturan busana, atau barangkali pemerintah tak menemukan relevansi kehadiran agama di sekolah, lalu insan bertakwa itu apakah cuma ada di sudut mushola dan masjid? Mengapa pada aturan agama tentang busana seorang anak dianggap mampu dan boleh memilih, sedang pada aturan disiplin sekolah tak berhak memilih?

Bukankah dasar semua peraturan, bahkan konstitusi negara adalah Pancasila, yang sila pertamanya adalah mengekspresikan posisi iman kepada Tuhan sebagai keyakinan tertinggi. Bukankah bangsa ini telah membuktikan bahwa rahmat Allah, agama dan umat beragama lah yang menyelamatkan negeri ini dari pengkhianatan gerombolan yang justru hendak menafikan Tuhan dan agama?

Kebebasan dan hak memilih memang fitrah dan melekat pada manusia, tetapi memberi arahan, petunjuk, menghimbau, membimbing, menjelaskan, menjawab, adalah unsur dan komponen penyempurna pendidikan, yang harus hidup dan dihidupkan dalam seluruh jiwa proses Pendidikan Nasional, itulah amanat founding father bangsa ini.

Tak boleh ada pendapat, doktrin, apalagi keyakinan yang mempertentangkan antara kewajiban pendidik dalam menjadikan kebaikan yang mewujud pada ketaatan pada agama menjadi keteladanan dan semangat anak didik, dengan  seolah hal tersebut dapat merusak kebebasan memilih, toleransi dan kebhinnekaan. Mengapa?

Karena semangat memilih, toleransi dan kebhinnekaan justru tak pernah  lahir jika tak bersumber dari agama, khususnya Islam.

Kebhinnekaan dan toleransi adalah mengajarkan pada anak bahwa apapun agama yang dianutnya mewajibkan dia untuk taat dan patuh, seraya menghargai dan menghormati perbedaan agama temannya. Keindahan bhineka adalah bukan mencampur adukan yang beragam, tetapi membiarkan keberagaman dalam satu kebersamaan.

Bagaimana mungkin  pendidikan dan lembaga pendidikan, yang diinisiasi Negara tak boleh menghadirkan kebaikan dari agama. Jika tak pernah dimulai dari pendidikan, maka agama tak pernah akan bisa hadir di kantor, pasar bahkan di Istana.

Menteri pun seorang ‘pendidik’, karena Anda sedang menulis dan mewariskan keteladanan, manfaatkan waktu dan kesempatan selagi Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan itu pada Anda.

Anda pun insya Allah punya anak yang sekolah, kebaikan tertinggi apa yang Anda harapkan menghiasi hidup mereka? Bukankah bersumber dari agama, maka biarkan guru tetap di depan kelas bertutur tentang akhlak pada Yang Maha Pencipta, karena menjadi insan takwa adalah menjadi hamba Allah yang taat.

Bukankah Anda pun disumpah menurut keyakinan agama, lalu mengapa anak kita harus menjauh dari agama, sesuatu yang nanti ketika dia bahkan untuk menjadi seorang suami atau istri memulainya dengan atas nama Allah. Terkecuali..dan ini yang paling mengkhawatirkan, jika telah muncul kesimpulan bahwa ketaatan pada agama dan ajarannya berpotensi merusak kebhinnekaan dan toleransi.

Jika Anda tak mampu memberi dorongan, pun tak mampu membangun semangat, maka pasti tak mungkin Anda mampu  ing ngarso sung tulodo , atasan yang memberi teladan, maka benahilah hati, karena di situ bersemayan niat. (*)

Penulis adalah aktivis pendidikan, dan tokoh Al-Irsyad Al-Islamiyyah, tinggal di Cirebon

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jilbabketeladananmendidikseragam sekolahSKB Atribut AgamaSKB tiga menteritoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mencabuli Anak-Anak Perempuan di Panti Asuhan Kenya Misionaris Kristen Amerika Dibui 15 Tahun
Tulisan selanjutnya Aktivis Politik Libanon Pengkritik Hizbullah Ditembak Mati di Mobilnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?