Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Obesitas dan Kelebihan Lemak Tubuh Penyebab Banyak Kematian di Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2021 12:26 12:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2021 12:26
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kampanye kesehatan masyarakat perihal bahaya merokok bisa dibilang sangat berhasil, tetapi rupanya ada masalah kesehatan lain yang lebih serius berkaitan dengan mulut, yaitu soal makan(an). Saat ini peneliti memperkirakan sejak 2014 obesitas dan kelebihan lemak pada tubuh berkontribusi lebih banyak terhadap angka kematian di wilayah England dan Skotlandia dibanding merokok.

Tingkat merokok turun dari 20,2% di kalangan populasi dewasa Inggris pada tahun 2011 menjadi 14,1% pada tahun 2019,sedangkan tingkat obesitas naik dari 15% di England pada tahun 1993 menjadi 28% pada tahun 2019.

“Jadi ini hasil yang tidak mengejutkan sama sekali,” kata ketua studi tersebut Dr Frederick Ho dari University of Glasgow. “Kami berusaha mengkuantifikasi kapan hal itu terjadi … atau apakah hal itu akan terjadi di masa mendatang tidak lama lagi.”

Untuk dapat menghitung kematian yang diakibatkan merokok dan obesitas atau kelebihan lemak pada tubuh, peneliti menyusun data 192.239 orang dewasa yang diambil antara tahun 2003 dan 2017 dari survei kesehatan di England dan Skotlandia.

Partisipan, yang rata-rata berusia 50 tahun, melaporkan tentang kebiasaan merokok, dan pewawancara terlatih atau perawat mengukur tinggi dan berat badan mereka. Peneliti kemudian mengkombinasikan data itu dengan estimasi risiko kematian akibat merokok atau obesitas dan kelebihan lemak tubuh.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Secara keseluruhan, kalkulasi yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa kematian yang diakibatkan kebiasaan merokok menurun dari 23,1% total kematian tahun 2003 menjadi 19,4% pada tahun 2017. Sedangkan kematian berkaitan dengan obesitas atau kelebihan lemak tubuh naik dari 17,9% pada tahun 2003 menjadi 23,1% pada tahun 2017.

Persilangan angka kematian akibat merokok dan obesitas atau kelebihan lemak tubuh itu terjadi pada tahun 2013, dan sejak tahun 2014 ke sini masalah kelebihan berat badan menjadi penyebab kematian lebih banyak orang dibandingkan merokok, dengan selisih yang secara stabil terus melebar, kata penulis hasil penelitian itu dalam jurnal BMC Public Health seperti dilansir The Guardian Rabu (10/2/2021).

Trennya di semua kelompok umur menunjukkan arah yang sama, di mana di kalangan kelompok usia lebih tua persilangan terjadi lebih dini, sehingga sekarang selisihnya lebih lebar.

Di kalangan usia ≥65 tahun dan kelompok usia 45-64 tahun, obesitas dan kelebihan lemak tubuh berkontribusi 3,5% dan 3,4% lebih banyak dibandingkan estimasi kematian akibat merokok pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun yang sama, merokok diperkirakan menjadi penyebab 2,4% lebih banyak kematian dibanding obesitas atau kelebihan lemak tubuh di kalangan kelompok usia 16-44 tahun.

Tren menunjukkan, kalangan pria berisiko lebih tinggi mengalami kematian berkaitan dengan obesitas atau kelebihan lemak tubuh dibandingkan wanita.

Namun ada kelemahan kunci dari studi ini, tegas Ho, yaitu penelitian ini tidak mengkaji tentang akibat vaping (penggunaan rokok elektrik) atau perokok pasif pada partisipan.

Ho berharap kebijakan pemerintah Inggris untuk membatasi iklan junk food (makanan kurang bergizi tinggi kalori) akan memberikan pengaruh positif terhadap masalah obesitas atau kelebihan lemak tubuh di kalangan masyarakat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrismerokokobesitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perbankan Syariah Diminta Kembangkan Sistem yang Mampu Tingkatkan Daya Saing Antisipasi Perkembangan Fintech
Tulisan selanjutnya Malaysia: Vaksinasi Covid-19 Gratis Termasuk Bagi Orang Asing dan Migran Tak Berdokumen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?