Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

LDK MUI Sang Pengawal Akidah, Bermula dari 300 Anak Aceh yang Dilarikan Relawan AS Pasca Tsunami

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 14 Februari 2021 09:48 9:48 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 14 Februari 2021 09:48
Bagikan
Ketua LDK MUI Ustadz Abu Deedat Syihabuddin pada rapat kerja I LDK MUI di Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/02/2021).
Bagikan

Hidayatullah.com | TAMPAKNYA yang satu ini belum familiar bagi publik Muslim di negeri ini. Lembaga Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (LDK MUI). Ya, maklum saja. LDK ini bisa dibilang sesuatu yang “baru tapi lama”.

Maksudnya bagaimana dan dakwah khusus itu yang seperti apa? Ternyata ini ada hubungannya sama tsunami Aceh 2004 silam. Nah loh?

Rupanya begini. LDK MUI adalah nama baru dari Komite Dakwah Khusus (KDK MUI). Perubahan nama ini ditetapkan pada Musyawarah Nasional (Munas) X MUI yang digelar secara daring dan luring di Jakarta (25-27/11/2020).

“Pada prinsip pokoknya tidak berubah. Tugas, misi-visinya sama. Hanya nama saja yang diubah. Untuk lebih mengokohkan, agar lembaga ini tugasnya lebih serius dalam menjaga dan mengawal umat dari berbagai bentuk penyimpangan,” jelas Ketua LDK MUI Ustadz Abu Deedat Syihabuddin pada rapat kerja I LDK MUI di Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (13/02/2021).

Sesuai namanya, LDK MUI memang punya tugas khusus. Yakni, kata Abu Deedat, menjaga umat dari penyimpangan, penyesatan, dan pemurtadan akidah. Tugas ini tak lepas dari sejarah berdirinya LDK MUI yang berawal pada 2004. Saat itu, jelasnya, pasca terjadi tsunami Aceh, ada 300 anak-anak Serambi Makkah yang dibawa kabur oleh relawan dari Amerika Serikat.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

“KDK (kini LDK) berdiri karena ada kasus, dulu anak-anak Aceh pada 2004 ketika terjadi tsunami dibawa oleh relawan dari Amerika. Ada 300 anak-anak yang dibawa. MUI yang punya tugas mengawal akidah umat, himayatul ummah, himayatuddin (menjaga agama), himayatud daulah (menjaga negara) merespons kasus ini dengan mendirikan KDK,” jelas Ustadz Abu Deedat sebagaimana keterangan LDK MUI diterima hidayatullah.com pada Ahad (14/02/2021).

Seiring waktu, KDK MUI yang kini telah berganti nama menjadi LDK MUI diharapkan terus menguatkan kiprahnya dalam dakwah khusus menjaga akidah umat Islam.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis yang turut hadir pada raker I LDK MUI berharap pengurus LDK MUI terus berkomitmen menjaga akidah umat. “Menjadi himayatuddin, jangan sampai umat kita ada yang murtad,” ujar Kiai Cholil yang juga ulama Betawi ini.

Para pengurus LDK MUI pun didorong terus menjalin komunikasi dan silaturahim dengan para mualaf. “Bagi saudara kita yang sudah sadar tanpa dipaksa masuk Islam (mualaf), hendaklah mereka dibina dan dilakukan pemberdayaan,” pesan Kiai Cholil.

Ketua Panitia raker itu, Epen Supendi, menyebutkan pengurus LDK MUI periode 2020-2025 berjumlah 51 orang. Lebih dari setengah pengurus mengikuti rapat kerja yang bertema “Merekatkan Ukhuwah, Menjaga Akidah” ini.

Meski digelar secara luring, jelas Epen, raker tetap menerapkan protokol kesehatan. “LDK MUI ini lembaga pertama di lingkungan MUI (periode 2020-2025) yang menggelar raker secara luring. Tentu dengan protokol kesehatan,” ujar Epen dalam sambutannya.

Pada periode 2020-2025 ada 17 program LDK MUI yang sudah ditetapkan dalam Munas X MUI 2020. “Program kerja LDK MUI 2020-2025 sudah ditetapkan pada Munas MUI. Forum raker mensosialisasikannya kepada pengurus,” jelas Abu Deedat.

Pipanisasi dan Diklat Kristologi

Tugas dakwah khusus MUI tak melulu dengan berceramah. Akidah umat juga perlu dijaga lewat dimensi sosial, melalui aksi-aksi di lapangan. Seperti yang dilakukan MUI beberapa hari jelang Munas X. Pihak MUI antara lain memberikan bantuan pipanisasi air bersih kepada warga Talegong, Kabupaten Garut.

Bantuan pipanisasi air bersih tersebut sangat dibutuhkan warga di daerah Talegong, sebab warga kesulitan membuat sumur karena tanahnya bebatuan.

“Alhamdulillah dengan pipanisasi air bersih itu sebanyak 400 warga lebih bisa mendapatkan air bersih dengan baik, ini merupakan salah satu bentuk dakwah yang dilakukan MUI,” ujar Abu Deedat yang juga salah satu Ketua MUI Kota Bekasi pada acara itu dua pekan sebelum Munas X MUI.

Selain memberikan bantuan, KDK MUI saat itu juga memberikan penguatan akidah bagi umat Islam setempat. Penguatan itu dilakukan lewat Diklat Nasional Kristologi gelombang ketiga di Talegong.

Diklat Kristologi ini mengusung tema “Membentengi Akidah Umat dari Pemurtadan & Aliran Sesat” dengan menghadirkan Wasekjen MUI Pusat, Dr Nadjamuddin Ramly, M.Si, Ustadz Drs Abu Deedat Syihab, MH, Dr Teten Romly Qomaruddin MA, dan Ustadz Epen Supendi SIP M.Si.

Dalam Diklat itu, Abu Deedat sebagai Ketua KDK MUI Pusat menyampaikan materi tentang menyingkap modus-modus pemurtadan. “Ini harus diwaspadai oleh kita sebagai umat Islam. Ada modus modus pemurtadan,” ujarnya, Ahad (15/11/2020).

Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen ormas. Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa terkendala suatu apapun.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu Deedat SyihabuddinAcehdakwahLDK MUImualafMUIpemurtadan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Itu Protes JK, Bukan Sekadar Tanya “Cara Mengkritik yang Aman”
Tulisan selanjutnya Ketua Kwarnas Berikan Apresiasi, Sekjen Lantik Mabi dan Pinsako Pramuka Hidayatullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?