Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Agar Selamat, Bersamalah dengan Orang-orang Sabar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Februari 2021 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Februari 2021 10:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | JALAN yang lurus adalah jalan wali Allah, bukan jalan wali setan. Jalan ini ditempuh oleh orang-orang yang beriman, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ yang cukup bertat, maka bersamalah dengan orang-orang sabar

Adapun jalan yang bengkok ditempuh oleh wali setan, yakni orang-orang yang menuruti kehendak setan, seperti berbuat kefasikan, kekafiran, kesyirikan, menyimpang dari ajaran yang disampaikan Rasulullah ﷺ, dan tidak mengikuti beliau secara lahir dan batin.

Para wali Allah, sepanjang hidupnya, akan diuji oleh Allah Ta’ala, baik berupa musibah, kesedihan, godaan, dan gangguan, untuk melihat sejauh mana mereka taat kepada Allah Ta’ala dan tetap berada di jalan yang lurus, jalan yang akan membawa mereka kembali pulang ke kampung halamannya di surga.

Allah Ta’ala telah berfirman dalam al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut [29] ayat 2 dan 3:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.”

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman;

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَاۡتِكُمۡ مَّثَلُ الَّذِيۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِكُمۡؕ

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu? …” (QS: Al-Baqarah [2]: 214)

Jadi, jalan lurus menuju Surga sudah pasti banyak ujian, gangguan, cobaan, dan godaan. Semua itu hanya bisa dilewati dengan sabar.

Sabar menjadi senjata yang ampuh agar kita tetap berada di jalan yang benar sembari terus menerus mengajak orang lain untuk mengikuti jalan kita.  Sabar menjadi kunci agar kita bisa sampai pada akhir perjalanan yang lurus, yakni surga, bersama orang-orang yang kita sayangi dan kita kasihani.

Namun, para wali Allah yang memilih jalan lurus ini, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam bukunya Al Furqan baina Auliya ir-Rahman wa Auliya isy-Syaithaan, tidaklah ma’shum (terjaga dari kesalahan). Mereka juga manusia biasa yang bisa berbuat salah dan tergelincir.

Mereka pun memiliki iman yang tidak sama. Ada yang tingkatannya tinggi, namun ada pula  yang rendah. Yang tertinggi adalah para Nabi, dan yang rendah adalah orang-orang biasa yang hanya menunaikan apa-apa yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala kepada mereka serta mengerjakan apa-apa yang dibolehkan oleh-Nya.

Karena itu, agar kita tetap mampu bersabar menghadapi ujian, godaan, dan gangguan, Allah Ta’ala memberi solusi sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat al-Kahfi [18] ayat 28;

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا

“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya itu melewati batas.”

Inilah petunjuk agar kita tetap bisa bersabar dalam taat kepada Allah Ta’ala. Kita harus selalu bersama-sama orang yang taat. Kita musti bersahabat dengan orang-orang yang selalu menasehati kita dalam ketaatan dan kesabaran. Wa tawaashou bil haqqi wa tawaashou bish-shobr. (Al Asr [103]: 3).

Rasulullah ﷺ sendiri mengingatkan, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, “Seseorang mengikuti agama kawannya. Karena itu, lihatlah olehmu siapakah yang menjadi kawanmu.”

Sahabat dalam ketaatan akan selalu mengingatkan kita kepada janji-janji Allah Ta’ala berupa pahala tanpa batas untuk orang-orang yang sabar. Allah Ta’ala berfirman, “Hanya orang-orang yang bersabar yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (Az-Zumar [39]: 10)

Manakala kita telah berupaya untuk bersabar, dan dikelilingi oleh orang-orang yang sabar dalam ketatan kepada Allah Ta’ala, maka lama kelamaan rasa sabar akan menjadi karakter kita. Ketaatan bukan lagi menjadi beban atau sekadar penggugur kewajiban, namun menjelma menjadi kenikmatan.

Sebagaimana seseorang yang melaksanakan shalat, maka pada awalnya itu sekadar untuk menggugurkan kewajibannya. Namun jika ia jujur dalam niatnya, yakni untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, maka Allah Ta’ala akan menumbuhkan iman dalam dirinya. Lama kelamaan shalat akan menjadi kebutuhannya, Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita bahwa iman akan meningkat dengan sebab ketaatan yang bertambah.

Tanyakanlah kepada mereka yang rajin mengerjakan shalat malam sebagaimana Rasulullah ﷺ dahulu kala, apa yang menyebabkan mereka melakukan itu? Apa yang membuat mereka gelisah manakala ia meninggalkan satu kali saja shalat malam? Jawabnya, tentu karena mereka merasa butuh dengan semua itu.

Terlebih ketika mereka tengah didera oleh ujian demi ujian. Selain butuh berkeluh kesah di hadapan Allah Ta’ala seraya memohon kekuatan dan pahala atas kesabaran, maka bersamalah dengan orang-orang Sabar. Wallahu a’lam. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersama orang sabardakwahsabarujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Normalisasi Sudan-Israel Pejabat Sudan Mengisyaratkan Khartoum akan Membatalkan Kesepakatan Normalisasi dengan ‘Israel’
Tulisan selanjutnya ulama nafkah Cara Ulama Mencari Nafkah: Tukang Sepatu, Penjahit, Makelar,

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?