Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sabar Dalam Ketaatan Itu Berat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2021 06:27 6:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2021 06:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SECARA  bahasa sabar berarti menahan diri. Para ulama menjabarkan sabar kepada tiga perkara. Pertama, menahan diri dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Kedua, menahan diri dari hal-hal yang diharamkan. Dan ketiga, menahan diri atas musibah atau takdir Allah Ta’ala yang dirasa pahit (atau musibah).

Ketiga perkara ini jelas berat. Namun, menurut para ulama, yang terberat adalah sabar dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Wajarlah bila sabar jenis ini paling tinggi derajatnya. Sebab, bagi jiwa yang belum memiliki iman yang kokoh, taat itu melelahkan. Lelah jiwa, lelah raga.

Taat dalam membayar zakat, misalnya. Bagi manusia yang condong kepada dunia, mengeluarkan harta itu berat. Lihatlah Qorun, saudagar amat kaya pada masa Nabi Musa AS. Pada mulanya ia bersedia membayar zakat atas hartanya yang amat banyak itu. Apalagi ketika Nabi Musa AS memberitahu bahwa bagian dari harta yang akan diambil untuk zakat amat kecil. Hanya seperseribu saja.

Namun, ketika dihitung berapa nilai seperseribu dari seluruh hartanya, Qorun terperangah. Ternyata banyak juga. Sikap kikirnya muncul. Ia tak bersedia membayarkan zakat meskipun telah diminta oleh Nabi Musa. Jika dulu berzakat sebanyak 0,1 persen saja sudah berat, bagaimana sekarang dengan nilai 2,5 persen?

Begitu pula taat dalam melaksanakan shalat. Betapa sering kita berat mengambil pilihan ketika azan sudah berkumandang, apakah menunda beraktivitas atau menunda shalat? Kalau pun kita memutuskan menunda beraktivitas, maka berat pula kita memutuskan apakah shalat sendiri agar bisa segera   beraktivitas, atau pergi ke masjid terdekat?

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Memaafkan dan Bersabar

Rupanya manusia merasa khawatir waktu yang ia gunakan untuk shalat akan mengurangi waktu yang ia pakai untuk mencari rezeki sehingga berkuranglah pendapatannya. Padahal, bagi orang-orang yang beriman, sama sekali tidak! Allah Ta’ala telah menegaskan hal ini dalam al-Qur’an.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Quran Surat Thaha [20] ayat 132).

Ayat ini, menurut Ibnu Katsir, justru memberi jaminan kepada orang-orang yang beriman bahwa rezeki akan datang kepadamu dari arah yang tidak terduga jika kamu taat mengerjakan shalat. Ini semakna dengan apa yang disebutkan Allah Ta’ala dalam surat Ath-Thalaq [65].

ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

“… Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka…” (QS: Ath-Thalaq ayat 2 dan 3).

Puasa pada bulan Ramadhan juga berat bagi jiwa yang tertutupi hidayah. Betapa tidak, sesuatu yang halal dilakukan dan menyenangkan, tetiba dilarang oleh agama. Banyak yang tidak sabar melaksanakan perintah ini. Mereka pura-pura berpuasa di hadapan manusia, padahal tidak di hadapan Allah Ta’ala. Sampai-sampai Rasulullah ﷺ mengingatkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.”

Itu segelintir contoh betapa manusia merasa berat menjalankan perintah ibadah yang jelas-jelas termaktub dalam rukun Islam. Jika sekadar taat dalam menunaikan ibadah wajib saja sulit, apalagi taat menjalankan ibadaha-ibadah sunnah seperti membaca Al-Qur’an setiap hari, shalat lail setiap malam, berinfak setiap pagi, atau membaca dzikir pagi, sore, dan malam. Ini tentu lebih berat lagi.

Baca: Tak Ada Kesabaran dari Orang yang Frustasi

Padahal, tujuan hidup manusia tidak lain kecuali beribadah kepada Allah Ta’ala. Ini dinyatakan secara jelas oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat al-Zariyat [51] ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” 

Memang, menapaki jalan lurus itu tak akan pernah mudah. Begitu banyak godaan dan tantangan. Cara terampuh menapaki jalan lurus adalah bersabar dalam ketaatan. Tak akan ada ketaatan tanpa kesabaran.

Allah Ta’ala telah menegaskan hal itu dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱصْبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.” (Surat Ali Imron [3] ayat 200).

Al Hasan Al Basri, sebagaimana ditulis dalam Tafsir Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa ayat ini bermakna perintah untuk bersabar dalam ketaatan menjalankan perintah Allah Ta’ala, baik dalam keadaan suka maupun tidak, miskin maupun kaya, hingga ajal menjemput kita. Wallahu’alam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ketaatanmenahan dirimusibahsabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejarah Perjalanan Kopi: Dari Ulama hingga ke Penjuru Dunia (2)
Tulisan selanjutnya Tekan Covid, Pemerintah Perpanjang PPKM 2 Pekan dengan Sejumlah Kelonggaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?