Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Selamat Jalan, Kiai Abdul Qadir Djaelani

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2021 18:34 6:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2021 16:14
Bagikan
Selamat Jalan, Kiai Abdul Qadir Djaelani
Bagikan

Hidayatullah.com–Kiai Abdul Qadir Djaelani tak hanya tegas  dan berani di atas mimbar, namun ia juga seorang pemikir yang banyak melahirkan karya tulis. Keberaniannya berpadu dengan kecerdasannya.

“Usia saya sudah 70 tahun lebih, tetapi sampai saat ini, saya masih merindukan mati syahid,” ujar Abdul Qadir Djaelani, saat berceramah di Masjid Al-Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa tahun lalu. Hadir dalam Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Abubakar Ba’asyir, tokoh yang gigih memperjuangkan penegakan syariat Islam.

Kang Djael, begitu kawan karibnya biasa menyapa, dikenal sebagai singa podium dan orator ulung. Ceramahnya berapi-api, tegas, dan berani.

Ia tak takut jika kebenaran yang disuarakannya dari mimbar itu harus berujung penjara. Termasuk saat berceramah di Bekasi itu. Ia mengeritik tegas sikap aparat keamanan dalam menangani umat Islam yang dituduh teroris.

“Silakan polisi tangkap saya,” ujarnya saat itu. Tak bbeerapa lama, listrik di dalam dan area sekitar masjid padam. Ceramah pun terhenti, dan  Abdul Qadir Djaelani dibawa keluar oleh panitia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Penulis produktif

Begitulah Abdul Qadir Djaelani. Ia termasuk sosok senior di kalangan aktivis pergerakan yang cukup disegani. Kawan-kawannya menyebut “urat takut” pria kelahiran Jakarta 20 Oktober 1938 ini sudah putus.

Tak ada kamus takut dalam perjuangannya. Apalagi menyangkut akidah umat Islam. Tak heran jika sejak zaman Orde Lama sampai Orde Baru, ia sering keluar masuk bui.

Tahun 196-1961, ia dipenjara rezim Nasakom karena menyebarkan pamflet tuntutan pembubaran PKI. Tahun 1963-1965 ia kembali masuk penjara karena tuduhan anti-komunis dan ingin menggagalkan Pesta Olahraga GANEFO (Game of the New Emerging Forces) yang digagas Presiden Sukarno di Jakarta.

Tahun 1979-1981, ia ditangkap kembali oleh rezim Orba karena menggalang demonstrasi masuknya Aliran Kepercayaan dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan menolak Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Terakhir, karena sikapnya menolak Asas Tunggal Pancasila, pada tahun 1984-1993 ia kembali masuk penjara.

Penjara tak bisa mengubah pendiriannya. Bahkan siksaan dan tekanan selama dalam bui, tak pernah membuatnya bersurut nyali.“Saya pernah disiksa dengan cara disetrum bagian vital saya dan dipukuli,” ujarnya menceritakan pengalamannya di depan para santri dan guru Pesantren Persatuan Islam (Persis) Bangil, dalam ceramah perpisahan wisuda santri, pertengahan tahun 1990-an.

Sebagai aktivis pergerakan, Abdul Qadir Djaelani pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Jakarta (1960-1961), Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam (GPI) selama dua periode (1976-1984), Sekjend Serikat Tani Islam Indonesia (1967-1972), dan lain-lain. Di bidang pendidikan, ia pernah menjadi dosen luar biasa pada bidang studi agama Islam di Institut Pertanian Bogor (IPB), Perguruan Tinggi Da’wah Islamiyah (PTDI) Jakarta, dan lain-lain

Kiai Abdul Qadir Djaelani atau Ustad Abdul Qadir tak hanya garang di mimbar, tetapi juga seorang pemikir yang sudah melahirkan puluhan karya buku. Ia tak hanya seorang pengeritik ulung, tetapi juga menawarkan konsep-konsep dalam berbangsa dan bernegara dalam buku-buku yang ditulisnya.

Ia menulis banyak buku dengan beragam tema, termasuk filsafat Islam. Di antara karya bukunya yang sangat terkenal adalah; Asas dan Tujuan Hidup Manusia Menurut Islam, Perjuangan Ideologi Islam di Indonesia, Peran Ulama dan Santri dalam Perjuangan Politik Islam Indonesia, Negara Ideal Menurut Konsepsi Islam, dan lain-lain.

Kini mujahid dakwah itu telah berpulang. Rabu, 23 Februari 2020, pukul 10.00 WIB, Ustadz Abdul Qadir Djaelani mengehembuskan napas terakhirnya di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Sebagai seorang mujahid dakwah, ia telah mewariskan keteladanan dalam keberanian membela Islam. Semoga Allah SWT merahmatinya, menerima amal ibadahnya, dan mengampuni segala dosa-doanya. Amiin ya Rabbal ‘alamin*/Artawijaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Qadir DjaelaniKang DjaeloratorPIIsinga podium
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya amalan bulan rajab Sekarang Berada di Bulan Rajab, Inilah Amalan Utamanya
Tulisan selanjutnya Istri Gembong Narkoba El Chapo Ditangkap di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?