Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Afghanistan Larang Remaja Putri Bernyanyi di Depan Publik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Maret 2021 14:56 2:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Maret 2021 14:25
Bagikan
Afghanistan Turki
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Afghanistan dikabarkan mengeluarkan surat perintah larangan bagi remaja putri bernyanyi di depan umum dan hanya boleh tampil di acara khusus wanita.

Anak-anak sekolah di atas usia 12 tahun hanya boleh bernyanyi di acara-acara yang “100% dihadiri wanita” menurut sebuah surat Kementerian Pendidikan Afghanistan yang dibagikan lewat Twitter oleh Ariana News, lembaga berbasis di Kabul hari Rabu (10/3/2021).

Seorang jubir Kementerian Pendidikan mengkonfirmasi bahwa surat itu otentik, seraya menambahkan bahwa keputusan tersebut berlaku untuk semua provinsi, lapor kantor berita Jerman DPA seperti dilansir DW.

Dalam video yang disebarkan oleh media jubir tersebut, Najeeba Arian, keputusan itu diambil setelah mendengarkan masukan dari para siswa dan orangtua.

Guru menyanyi laki-laki juga akan dilarang mengajar siswa putri, menurut Kabul Now. Kepala-kepala sekolah diberi tanggung jawab untuk melaksanakan surat keputusan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Larangan itu langsung mendapat protes pengguna media sosial. Sebagian menyamakan keputusan pemerintahan itu tidak ada bedanya dengan ideologi Taliban.

Sejumlah pengguna Twitter memprotes dengan menampilkan foto-foto lawas yang di masa lampau anak-anak bebas bernyanyi dan menari.

Sebagian orang menyayangkan keputusan itu sebab Menteri Pendidikan Rangina Hamidi selama ini dikenal sebagai pembela hak-hak wanita.

“Dulu saya pernah membaca bahwa Anda merupakan ‘salah satu suara terkemuka bagi kaum perempuan Afghanistan’. Namun, saya tidak tahu jika sekarang Anda menggunakan suara Anda untuk membungkam gadis-gadis muda Afghanistan. Kami semua ingin mendengar alasan logis di balik keputusan ini. Apa tujuannya?” protes salah seorang pengguna Twitter ditujukan kepada Menteri Pendidikan Afghanistan.

Sebagian lain mendukung keputusan itu, menulis bahwa mungkin para orangtua murid ingin melindungi anaknya dari pelecehan.

Namun, pendapat semacam itu dibantah orang yang berargumen melarang anak-anak perempuan  bernyanyi tidak berarti akan mengakhiri kemungkinan pelecehan terhadap mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanmenyanyiRemaja Putri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih dari Setengah Juta Postingan Media Sosial ‘Israel’ pada Tahun 2020 Berisi Ujaran Kebencian terhadap Palestina
Tulisan selanjutnya Wapres masjid pemuda pancasila Wapres Dukung Pemuda Pancasila Manfaatkan Masjid untuk Membina Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?