Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas akan Batalkan Pemilu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 April 2021 23:26 11:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 April 2021 08:00
Bagikan
Otoritas Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com — Presiden Otoritas Palestina (OP) Mahmoud Abbas diperkirakan akan membatalkan pemilihan umum (pemilu) legislatif 22 Mei, menurut berbagai sumber dan laporan media, dilansir oleh Middle East Eye.

Presiden Abbas akan membatalkan pemilu pada hari Kamis (29/04/2021), dengan alasan pembatasan “Israel” pada warga Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki yang ingin berkampanye dan memberikan suara mereka dengan bebas.

Pada hari Ahad (25/04/2021), di tengah ketegangan antara pasukan Israel dan Palestina di Yerusalem atas barikade yang ditempatkan di alun-alun Gerbang Damaskus di Kota Tua, Abbas mengatakan bahwa “Yerusalem adalah garis merah”.

“Kami menegaskan bahwa kami tidak akan menerima dengan cara apapun penyelenggaraan pemilihan umum tanpa kehadiran Yerusalem dan rakyatnya dalam nominasi, kampanye dan pemungutan suara sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani,” kata Abbas dalam Komite Sentral Fatah pada hari Senin (26/04/2021), menurut Wafa.

Para pejabat Mesir mengatakan kepada Associated Press pada hari Selasa (27/04/2021) bahwa mereka diberitahu tentang keputusan Abbas untuk membatalkan pemilihan selama pertemuan dengan faksi Palestina.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pada hari Selasa, penjajah “Israel” mengatakan kepada 13 negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman dan Belgia, bahwa mereka tidak bekerja untuk menggagalkan pemilihan parlemen Palestina di Yerusalem Timur. “Israel” belum membuat pernyataan resmi yang mendukung diadakannya pemilihan di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.

Seorang pejabat “Israel” di Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada duta besar dan diplomat Uni Eropa bahwa pemerintahnya membuat “keputusan berdasarkan informasi” untuk tidak merujuk pada pemilihan Palestina, lapor media “Israel” Walla.

Otoritas Palestina (OP) tidak membuat pernyataan untuk mengkonfirmasi laporan tentang niat presiden untuk membuat pengumuman pada hari Kamis. Tetapi Hussein al-Sheikh, Kepala Otoritas Umum Urusan Sipil OP, mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah Zionis mengatakan kepada pejabat OP bahwa posisinya mengenai penyelenggaraan pemilu di Yerusalem Timur “masih negatif”.

“Apa yang dikabarkan oleh beberapa pihak – bahwa pemerintah Israel telah setuju untuk mengadakan pemilihan, termasuk di Yerusalem Timur – adalah salah,” kata Sheikh, menurut Wafa.

Pada hari Senin, 14 daftar pemilihan ditandatangani dan mengirim surat kepada Abbas yang menolak untuk menerima penundaan atau pembatalan pemilihan, dan mendesak presiden untuk berkomitmen pada keputusan, yang dibuat pada bulan Januari, untuk mengadakan pemilihan.

Pada hari Selasa, kandidat dari faksi politik di Gaza memprotes setelah laporan datang tentang kemungkinan penundaan dan meminta OP untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

OP mengumumkan pada bulan Januari bahwa mereka akan mengadakan pemilihan legislatif pada bulan Mei, dan pemilihan presiden pada bulan Juli, diikuti dengan pemilihan dewan nasional Organisasi Pembebasan Palestina, yang berupaya untuk mewakili warga Palestina di luar Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Perebutan kekuasaan internal Fatah telah memperdalam perpecahan di dalam PLO, yang siap mencalonkan diri dalam pemilihan di empat blok independen: daftar resmi yang dipimpin oleh Abbas; Majelis Demokratik Nasional Nasser al-Qudwa; Marwan Barghouti, seorang tahanan veteran di penjara “Israel”; dan Blok Reformasi Demokratik Mohammed Dahlan.

Sementara itu, Hamas, yang memerintah Jalur Gaza dan merupakan saingan politik Fatah, telah menyatukan barisannya dan para kandidatnya mencalonkan diri di bawah satu daftar. Dalam pemilihan parlemen Palestina baru-baru ini, yang diadakan pada tahun 2006, Hamas memenangkan mayoritas kursi dalam kemenangan mengejutkan melawan Fatah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HAMASisraelMahmoud Abbaspalestinapemilu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Organisasi HAM Nyatakan ‘Israel’ Lakukan Apartheid Terhadap Palestina
Tulisan selanjutnya Sri Lanka akan Larang Burqa dan Tutup lebih dari 1.000 Sekolah Islam Kabinet Sri Lanka Setujui Larangan Burqa di Tempat Umum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?