Hidayatullah.com — Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq mengajak masyarakat dunia mengambil sikap atas apa yang terjadi di bumi Palestina dan Masjid Al-Aqsha. Menurutnya, semua pihak harus berupaya menghentikan konflik sampai tegaknya keadilan dan perdamaian di negeri tersebut.
“Mengajak seluruh rakyat dan Pemerintah Indonesia serta masyarakat Dunia untuk melakukan tindakan apapun semaksimal mungkin demi menghentikan aksi teror dan penjajahan Zionis Israel atas warga Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis dan Palestina, sampai keadilan dan perdamaian sejati kembali tegak di negeri itu,” tulis keterangan DPP Hidayatullah, Selasa (11/05/2021).
Berikut Sikap Hidayatullah atas Teror di Masjid Al-Aqsha dan Baitul Maqdis:
- Menaati serta melakasanakan tuntunan Allah SWT dan mengikuti teladan Rasulullah SAW, Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab dalam merespon penjajahan atas Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha.
- Senantiasa memuliakan dan mendukung rakyat Palestina serta mendoakan pahala terbaik dari Allah atas pengorbanan dan pembelaan rakyat Palestina terhadap kesucian Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis.
- Mengajak seluruh rakyat dan Pemerintah Indonesia serta masyarakat Dunia untuk melakukan tindakan apapun semaksimal mungkin demi menghentikan aksi teror dan penjajahan Zionis Israel atas warga Masjidil Aqsha, Baitul Maqdis dan Palestina, sampai keadilan dan perdamaian sejati kembali tegak di negeri itu.
Diketahui, Polisi Israel kembali menyerang warga Palestina yang melakukan protes duduk situs suci Yerusalem, Masjid Al-Aqsa pada hari Senin (10/05/2021) setelah beberapa hari ketegangan yang meningkat di wilayah tersebut.’
Pasukan keamanan Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut, melukai puluhan orang. Para pengunjuk rasa membalas dengan melempar batu dan benda lain ke arah polisi. Saksi mata melaporkan granat setrum ditembakkan ke dalam kompleks masjid, menyebabkan puluhan orang terluka, dilansir Daily Sabah.
Sejak Jumat, polisi terus-menerus menyerang jemaah Palestina di masjid tersebut, sejumlah 300 orang terluka selama akhir pekan. Sebagian besar cedera disebabkan oleh peluru logam berlapis karet yang ditembakkan oleh polisi Israel, Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan.