Hidayatullah.com—Persatuan Sekolah Swasta Sudan Selatan mengancam akan melakukan aksi mogak setelah pemerintah mematok biaya pendidikan agar tidak terlalu mahal.
Lebih dari 90% sekolah di Sudan Selatan dikelola swasta, menurut data pemerintah.
Banyak orangtua yang mengeluhkan pungutan biaya pendidikan terlalu tinggi menyusul dibukanya kembali lembaga-lembaga pendidikan pekan lalu.
Sejak itu Kementerian pendidikan memerintahkan semua sekolah swasta untuk memungut iuran dalam mata uang South Sudanese Pounds (SSP) dan bukannya dolar AS. Pemerintah juga menetapkan batas tertinggi biaya sekolah 80.000 SSP ($178), yang harus sudah mencakup semua bahan pelajaran.
Biaya tahunan juga tidak boleh melebihi 200.000 SSP, dan bisa dicicil tiga kali.
Dalam surat yang ditujukan kepada Kementerian Pendidikan, South Sudan’s National Union of Private Schools mengatakan memahami keinginan orangtua untuk memilih sekolah yang mereka mampu, termasuk mengirim anak mereka ke sekolah negeri.
“Kami menolak instruksi pemerintah itu karena hal tersebut akan membuat investor kabur, dan apabila kebijakan itu tetap dipaksakan, maka kami akan meletakkan perangkat pembelajaran kami,” bunyi surat tersebut seperti dilansir BBC Selasa (11/5/2021).*