Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Konsolidasi Dakwah Mencapai Khairu Ummah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2012 08:53 8:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2012 08:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: M. Dwi Fajri

DAKWAH adalah ikhtiar merubah kondisi umat manusia kepada yang lebih baik. Baik dalam pengertian ini tidak saja dalam hal akhlak dan spiritualitas, tapi juga baik dalam pengertian mapan ilmu pengetahuan dan teknologi, mapan politik-ekonomi-budaya, dan sebagainya. Karena dengan kemapanan itu semua akan terpandang dan akan menempatkan mereka (khususnya Islam) pada posisi terhormat di mata dunia dan pada saat yang bersamaan akan mencapai gelar khairu ummah seperti yang dinyatakan Allah dalam Al-Quran.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS: Ali Imran: 110)

Seandainya kita mau meluangkan waktu barang sejenak untuk mengevaluasi dakwah (kondisi umat kita), maka nyatalah bahwa buah renungan kita sungguh memperihatinkan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Betapa tidak, kondisi umat kita, di hampir semua lini kehidupan, berada di tepi jurang peradaban, yang nyaris terjatuh ke dalamnya. Dari sisi ekonomi, khususnya Indonesia, angka kemiskinan sangat tinggi dengan (dipastikan) umat Islam sebagai mayoritasnya.

Dari sisi politik tak terlalu menggembirakan, meski kita tahu cukup besar jumlah partai yang mengatasnamakan Islam, peran maksimalnya lebih pada pengumpul suara, sementara kemanfaatanya bagi umat Islam belum sepenuhnya terasa. Yang terbaru adalah saat Islam dipojokkan lewat kasus terorisme, partai Islam tidak menunjukkan taringnya.

Bahkan saat wacana pengawasaan dakwah sekalipun, sebagai buntut dari wacana terorisme, kita belum melihat kharisma partai Islam mempengaruhi wacana itu. Hingga akhirnya Islam benar-benar di pojok; kita seperti buih di samudra, menggumpal dan terlihat banyak, tapi cukup satu hempasan kita tercerai berai.

Oleh sebab itu, agar kita tak benar-benar jadi buih dan jatuh ke dalam jurang, konsolidasi umat menjadi satu keharusan. Konsolidasi yang tidak hanya bersifat fisik, tapi juga konsolidasi dalam kesatuan ide dan gerakan. Ada banyak agenda yang dengan konsolidasi pun belum tentu terselesaikan, apalagi dalam keterpecahbelahan. Karenanya menyatukan potensi umat, seperti lembaga pendidikan, ormas keagamaan, partai politik, pengusaha, dll adalah sebuah keharusan agar ikhtiar memajukan umat dapat diwujudkan. Dengan begitu, persoalan kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, fitnah terhadap umat, dll dapat dituntaskan, dan khairu ummah dapat menjadi kenyataan.

Agenda menyatukan umat bukanlah perkara mudah. Seruan dan imbauan seringkali disampaikan oleh pemuka agama, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Kenyataannya, seruan itu dianggap angin lalu oleh sebagian umat Islam. Sehingga anggapan umat Islam terpecah mendapat pembenaran.

Bila kita telisik, persoalan yang dianggap sebagai pemecah belah sesungguhnya bukanlah persoalan yang prinsipil yang menjadi pokok ajaran Islam semisal rukun iman dan rukun Islam, tapi justru hal-hal sepele/furuiyah yang sering diributkan. Anehnya, sebagian umat menyadari kejadian itu, tapi sayang sebagian mereka tidak mau, atau tidak mendapatkan tempat aktualisasi pendapatnya itu.

Menyadari hal yang demikian, sebagai bagian dari umat kita harus menyadari beberapa hal:

Pertama, sepanjang persoalan yang diperdebatkan bukan persoalan fundamental, seperti Rukun Iman dan Rukun Islam, kita tidak perlu bersitegang dan berpecah hingga melupakan urusan lain yang penting. Andaipun terpaksa berdebat, dalam Islam dianjurkan dengan cara yang baik (wajadilhum billati hiya ahsan).

Kedua, terkait dengan yang pertama, masih ada persoalan lebih penting yang dihadapi umat Islam yang tidak mungkin diselesaikan dengan keterpecahbelahan, misalnya kemiskinan, pengangguran, lingkungan, dll. Umat Islam mesti menyadari bahwa perbedaan adalah hal yang niscaya, tapi kita tetap bisa bersatu meski berbeda dalam beberapa hal.

Ketiga, Kita memang tidak bisa merubah umat agar menjadi baik semua, atau menjadikan semua manusia sekeyakinan dan seide dengan kita. Itu semua menentang takdir Allah yang sudah menetapkan manusia beragam (QS. Al-Hujrat: 13). Namun demikian tidak berarti kita berpasrah pada kenyataan yang ada sehingga enggan berusaha dengan mengatasnamakan penerimaan terhadap takdir. Tidak pula sebaliknya berusaha sekeras tenaga dan pikiran tanpa diimbangi pemahaman tentang apa yang disebut dengan takdir. Karena kita berusaha dalam bentuk apapun mesti ada dalam bingkai keseimbangan usaha dan takdir Allah Subhanahu Wata’ala.

Dengan begitu, umat terbaik yang ditandai dengan ekonomi yang baik, dalam pengertian bebas dari pengangguran dan lepas dari kemiskinan, serta umat yang konsolidatif yang diindikasikan dengan semua unsur umat (pengusaha, pendidik, politisi, dll) ber-ihtimam (memiliki kepedulian) terhadap Islam, maka cita bersama itu (khaira ummah) hanya menunggu waktu untuk menjadi kenyataan.*

Penulis adalah dosen UHAMKA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jatim Bela Karyawan yang Dipecat Karena Shalat Jumat
Tulisan selanjutnya ICMI Jatim Gelar Mushalla Award Ke-2

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Berita
13 Juni 2026 09:49
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?