Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Islamisasi Sains Wacana yang harus Disambut Positif

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Mei 2014 09:06 9:06 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Mei 2014 09:06
Bagikan
Dr. Budi Handrianto, peneliti INSISTS saat menerima cindera mata
Bagikan

Hidayatullah.com-Barat yang sekular sering menganggap sains itu netral Padahal sesungguhnya yang dimaksud adalah sains yang bebas dari agama.

“Jika dikatakan sains itu netral sebetulnya yang dimaksudkan adalah netral dari agama tapi tidak netral dari nilai kebudayaan lain,” tegas Dr. Budi Handrianto, peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) bidang Sains Islam.

Barat menolak campur tangan agama dalam sains, karena terang Budi, Barat pernah mengalami trauma dengan agama pada era kegelapan sejarah peradaban Barat.

Ia menerangkan sesungguhnya sains itu tidak netral.

“Yang tidak netral adalah pendekatan kita pada sains,” tambahnya dalam kajian bertajuk “Sains Islam: Antara Peluang dan Tantangan”. kajian  di Universitas Brawijaya Malang, Ahad (11/05/2014) kemarin.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam acara yang diadakan oleh  Islamic Thought and Civilization Institute (ITCON) dan ITJ Chapter Malang ini, Budi yang menulis buku “Islamisasi Sains sebuah Upaya Mengislamkan Sains Barat Modern” (al-Kautsar; 2010) mengkritik orang yang kontra islamisasi sains.

“Mereka salah faham membedakan antara sains dan teknologi. Kita harus membedakan antara sains dengan teknologi. Teknologi tidak ada masalah. Dari manapun. Yang kita persoalkan adalah penafsiran kita terhadap sains.”

Karena itu, menurutnya, ide islamisasi adalah wacana yang harus disambut positif.

“Dalam menyerap sains, ada yang diserap ada yang dibuang. Jika diserap semua akan menjadi panyakit. Seperti orang makan jika tidak dikeluarkan kotoran jadi penyakit,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Program Doktor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Adian Husaini mengingatkan kesalahan pendidikan di Indonesia saat ini.

“Kesalahan pendidikan kita saat ini adalah, sekolah dan kerja hanya untuk cari kerja, bukan cari ilmu”, ujar Adian. Ia menyebut problem tersebut dengan istilah ‘sekolaisme’.

“Sekarang ada ‘penyakit’ baru yaitu ‘sekolaisme’. Yakni menganggap mencari ilmu itu hanya di sekolah saja. Ini salah. Jika sudah meraih gelar, sudah selesai cari ilmu. Padahal di luar sekolah itu juga sangat penting”, lanjut Adian dihadapan dua ratus lebih mahasiswa.

Akibat dari paradigma itu, terang Adian, niat pelajar mengejar materi dalam sekolah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratINSISTSperadaban barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyakit ‘Sekolaisme’, Sudah Doktor Tidak Mau Cari Ilmu Lagi
Tulisan selanjutnya Capres dan Cawapres Harus miliki Visi Pengembangan Ekonomi Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?