Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Dokter: ASI Bermanfaat Meningkatkan Kekebalan Tubuh, Bayi yang Diberikan ASI Lebih Pintar 

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2021 16:18 4:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Agustus 2021 16:18
Bagikan
ASI bayi
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota Satgas Air Susu Ibu (ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia) dr. Klara Yuliarti, Sp. A(K), mengatakan, menyusui merupakan proses pemberian ASI seorang ibu kepada bayi sejak lahir hingga usia dua tahun. Para ibu harus mengganggap kegiatan menyusui adalah sebuah investasi.

“Investasi dalam hal ini tentunya bukan dalam bentuk tabungan berupa uang, namun tabungan dalam bentuk seorang ibu kepada bayinya,” ujar dr Klara. Investasi yang dimaksud adalah dengan adanya ASI, maka diharapkan seorang bayi dapat tumbuh dengan sehat serta menjadi anak yang pintar di masa depan,” katanya, dalam seminar daring bertajuk “Upaya Perlindungan, Promosi dan Dukungan Ibu Menyusui di Indonesia: dari Riset ke Masyarakat, Sabtu (28/8/2021).

Seminar yang  dimoderatori dr. Erfi Prafiantini, M.Kes ini diselenggarakan untuk memperingati “Pekan Menyusui Sedunia 2021”, Human Nutrition Research Center, Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI).  Klara,  yang membawakan tema “Menyusui Sebagai Investasi: Bukti Ilmiah dan Aplikasinya mengatakan, memberikan ASI, tentu terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi yang memiliki manfaat untuk keduanya. Bagi ibu, memberikan ASI kepada bayi merupakan suatu bentuk kasih sayang dirinya kepada sang anak.

Selain itu, menyusui juga dapat memberikan kehangatan pada bayi dan menumbuhkan rasa emosional keduanya sehingga ikatan kasih sayang dapat terjadi. Selain itu, memberikan ASI juga bermanfaat untuk kesehatan ibu seperti mengurangi risiko terkena kanker payudara, menjaga berat badan, serta meningkatkan kebahagiaan pada ibu sehingga dapat mengurangi tingkat depresi pada ibu.

Pada bayi, asupan ASI memiliki beberapa manfaat seperti meningkatkan kekebalan tubuh, kecerdasan, dan membantu perkembangan otak. “Selain itu, ASI juga bermanfaat untuk mengurangi risiko obesitas, mencegah infeksi, dan melancarkan pencernaan bagi bayi. Proses pencernaan yang baik pada bayi tersebut tentu tidak lepas oleh peran protein, laktosa, maupun lemak.”

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Ia mengatakan, ASI mengandung laktosa yang tinggi sehingga sangat bagus untuk bayi. Laktosa merupakan zat gula yang biasa ditemukan dalam susu.

Pada bayi, pemberian ASI jauh lebih baik dibandingkan dengan susu formula dari hasil olahan hewan. Bukti ilmiah mencatat, bahwa sekitar 70% protein pada ASI lebih mudah diserap tubuh bayi dibandingkan dengan susu formula.

Pemberian susu formula pada bayi yang belum pada usianya justru akan berdampak pada perut yang mudah kembung. Riset lain menunjukkan, bayi yang baru lahir juga perlu diberikan kolostrum, yakni, makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu, sebelum keluarnya ASI yang berbentuk kental dan kuning keemasan.

Hal ini dikarenakan kolostrum mengandung antibodi yang tinggi. Dengan demikian, kolostrum dapat membantu usus bayi melawan bakteri mikroorganisme dan memperkuat daya tahan tubuh sehingga bayi tersebut dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim. Pemberian kolostrum ini dapat dilakukan lima hari pertama setelah bayi dilahirkan.

“Pada pengaplikasiannya, bayi yang tumbuh berkembang dengan diberikan ASI dengan yang tidak diberikan, tentu akan berbeda. Riset menunjukkan bayi yang diberikan ASI akan lebih pintar dibandingkan yang tanpa diberikan ASI. Hal yang mempengaruhi hal tersebut ialah senyawa DHA (docosahexaenoic acid) dalam ASI,” ujarnya menjelaskan. DHA merupakan salah satu senyawa yang terkandung dalam ASI yang dapat membantu pertumbuhan otak dan anak pada bayi. DHA perlu diberikan pada seorang bayi sebanyak 100 mg DHA/hari,” kata Klara.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), pemberian ASI ekslusif di Indonesia dilihat dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 adalah 35,7%, meningkat sebesar 6,2% dibandingkan cakupan tahun 2016 sebesar 29,5%. Data tersebut menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam hal ASI. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari keberhasilan Program Praktik Inisiasi Menyusu Dini (IMD).

Hal lain yang perlu digaris bawahi saat ini ialah kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum membaik. Kondisi tersebut tentu dapat mempengaruhi proses menyusui antara ibu dan sang bayi. Meski dalam kondisi positif Covid-19, sang ibu tetap boleh melanjutkan memberikan ASI kepada sang buah hati, namun tentunya dengan berbagai syarat.

Syaratnya ialah sang ibu harus tetap melakukan protokol pencegahan infeksi Covid-19 seperti menggunakan masker bedah, serta mencuci tangan baik sebelum atau sesudah menyusui. Tindakan lain yang perlu diperhatikan ialah memastikan kondisi ventilasi udara dalam keadaan baik, dan mengganti pakaian.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan kata Klara, ialah kondisi bayi. Ia harus dipastikan dalam keadaan sehat dan bugar, sehingga proses menyusui dapat berjalan dengan aman.

Pada penghujung acara, dr. Klara menyimpulkan susu ibu merupakan nutrisi yang ideal untuk bayi dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, sebagai tenaga kesehatan, penting melakukan edukasi seputar ASI agar ibu yang akan melahirkan dapat memahami apa yang nantinya harus mereka lakukan terkait produksi ASI.

Dirinya juga berpesan kepada para ibu yang mengalami masalah untuk menyusui, untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut demi kesehatan ibu dan bayi.

Sebagai informasi, gerakan pekan menyusui dunia ini telah dimulai sejak 1992. Pada tahun 2021 ini, UI melalui IMERI FK UI mendukung gerakan yang diserukan oleh World Helath Organization tersebut dengan cara menggelar seminar daring tentang pentingnya ibu menyusui ini. Kegiatan ini turut ini oleh Dr. dr. Rina Agustina, M. Gizi (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo) yang pada kesempatan yang sama memberikan materi mengenai “Pemberian ASI dan Tantangannya: Penelitian dan Data Komunita Terkini”. Seminar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan sesi foto bersama.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASIibu dan anakKlara Yuliartimanfaat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pengacara banding habib rizieq Pengadilan Tinggi DKI Tolak Banding Habib Rizieq di Perkara RS Ummi
Tulisan selanjutnya Studi Baru: Minum Kopi Tiga Kali Sehari Bisa Kurangi Stroke dan Jantung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?