Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Saatnya Bangkit Bukan Hanya “Berdoa”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2002 10:00 10:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2002 10:00
Bagikan
Bagikan

Oleh Ozzy Oss

Dua hari setelah pemboman bali, tuduhan bahwasanya Islam yang berada di belakang pemboman di Bali telah beredar di media-media di Australia. Hinaan dan kebencian terhadap Islam beredar di mana-mana bahkan penyerangan dan pengrusakan terhadap masjid dan sekolah Islam terjadi di Lakemba salah satu suburb di Sydney di mana komunitas Islam (bukan merupakan mayoritas) terbanyak di bandingkan suburb (desa) lain..

Tuduhan dan kebencian terhadap Islam tanpa alasan telah mencapai tingkat ingin memusnahkan. Ini dapat dibaca dari salah satu surat pembaca di Daily Telegraph koran harian Australia tertanggal 18 Oktober 2002, menyatakan sudah saatnya negara barat bersatu untuk menghancurkan kaum biadab (tentu yang dimaksudnya negara-negara Islam). Dan bahkan banyak hinaan lain yang tak sanggup diungkapkan dengan kata-kata.

Sebagai seorang muslim Indonesia yang berada di Australia yang saya rasakan adalah kepedihan yang sangat mendalam yang tak terperikan ketika kita melihat negara kita di bom dimana secara logika kita merasakan bahwasanya tidaklah mungkin orang Islam sendiri yang melakukannya karena Islam tidak mengajarkan demikian, dan yang akan untung di balik peristiwa ini hanyalah Amerika (sebagaimana telah banyak para pakar yang menganalisa hal itu di media-media Indonesia). Masalah ini pun berdampak terhadap PM John Howard, yang pertama kali mendapat tentangan dari mayoritas masyarakat Australia atas dukungannya terhadap Amerika untuk menyerang Irak, sekarang berbalik mendukung John Howard agar menyerang Irak dengan alasan terorisme.

Kepedihan makin bertambah ketika salah seorang teman Indonesia yang mempunyai satelite (parabola) melihat para birokrat Indonesia tidak satupun yang membela Islam yang mana Islam merupakan notabene adalah agama mereka. Para petinggi Indonesia bahkan berusaha menjilat barat dengan pernyataan-pernyataan mereka yang memojokkan umat Islam atas peristiwa pemboman tersebut.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Sesungguhnya mereka para penjilat barat itu harus tahu, bahwasanya sesungguhnya mereka menjilat atau tidak, Islam sesungguhnya dari Ustad Basyir, sampai moderat seperti Amien Rais, atau kebarat-baratan seperti Matori mereka menganggap sama hinanya buat mereka. Dan maha benar Allah dengan segalah firmannya bahwasanya mereka tidak akan pernah ridho dengan Islam sebelum orang Muslim mengikuti i>milah/i> mereka. Dalam hal ini mengikuti agama mereka, kalau perlu tidak hanya identitas Islam nya saja yang hilang, tetapi juga agama Islam hilang dari permukaan bumi ini.

Pengalaman saya sejak 1989 bergaul dan hidup di negeri barat, mereka bilang bahwasanya barat tidak akan pernah cocok dengan Islam. Lalu kenapa sebagian kita yang muslim menjilat-jilat barat, kebarat-baratan hanya untuk mempertahankan kedudukan yang sementara. Barat dengan prinsip kapitalismenya tidak akan pernah berhenti untuk menguasai negara-negara kaya di dunia (yang umumnya penduduknya mayoritas muslim). Akan tiba saatnya ketika Indonesia lemah, dan kitapun akan dikuasai mereka secara fisik seperti yang terjadi di Afghanistan.

Sekarang bukan saatnya kita “hanya” berdoa, sekarang saatnya kita memperlihatkan identitas muslim kita. Kita harus berdiri bersama-sama berkata “Kita bukan bodoh dan kita tidak mau diperbodohi”. Kita harus sadar bahwasanya penghancuran terhadap Indonesia tidak akan pernah berhenti sampai mereka menguasai kita, dan sudah kewajiban kita untuk mempertahankan tanah air dan agama kita.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Perkarakan Penulis India Soal Tuduhan Terorisme
Tulisan selanjutnya 300 Pelajar Saudi Pilih Pindah ke Eropa dan Asia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko

Berita
5 September 2026 17:08
Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’

Terbaru

  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?