Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dievakuasi dari Kabul, Bocah Afghanistan Meninggal Makan Jamur Beracun di Polandia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 September 2021 17:32 5:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 September 2021 17:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang anak laki-laki Afghanistan berusia lima tahun yang dievakuasi dari Kabul setelah Taliban kembali berkuasa telah meninggal di Polandia setelah makan jamur beracun, kata para pejabat.

Kakak laki-lakinya yang berusia enam tahun, yang juga memakan jamur, menjalani transplantasi hati tetapi kondisinya kritis, kata seorang dokter.

Anak-anak itu tinggal di pusat penampungan pengungsi dekat Warsawa setelah tiba di Polandia bersama keluarganya pada 23 Agustus.

Mereka memakan jamur itu sehari kemudian dan dibawa ke rumah sakit.

“Sayangnya, kami tidak dapat membantu kedua anak laki-laki itu,” kata direktur rumah sakit Dr Marek Migdal, hari Kamis (2/9/2021), membenarkan kematian anak laki-laki berusia lima tahun itu seperti dilansir BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia menderita kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dan tidak dapat menjalani transplantasi hati, tidak seperti abangnya.

Masa depan abangnya itu juga tidak cerah, karena dia menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak yang parah, kata Dr Migdal.

Seorang gadis Afghanistan berusia 17 tahun juga dirawat setelah makan jamur di tempat yang sama. Dia sudah keluar dari rumah sakit setelah pulih.

Kasus keracunan itu sedang diselidiki, kata jaksa.

Laporan media Polandia mengatakan satu keluarga Afghanistan memetik jamur dari daerah hutan dan membuat sup dengan jamur tersebut.

Pejabat setempat membantah laporan media bahwa para pengungsi memetik dan memakan jamur karena mereka tidak diberi cukup makanan.

Para pengungsi diberi “makan tiga kali sehari”, kata Jakub Dudziak, juru bicara Kantor Urusan Orang Asing, yang menangani pengungsi Afghanistan di Polandia.

Dia mengatakan staf di pusat penampungan untuk orang asing telah diinstruksikan agar memperingatkan warga Afghanistan untuk tidak makan jamur liar.

Pemerintah Polandia mengatakan ada lebih dari 250 spesies jamur beracun di negara itu, beberapa di antaranya bisa mematikan.

Kedua bocah bersaudara asal Afghanistan itu merupakan bagian dari keluarga yang dievakuasi dari Kabul oleh militer Polandia. Polandia mengevakuasi lebih dari 1.000 warga Afghanistan yang telah bekerja dengan pasukan NATO di negara itu.

Sebagian besar pengungsi akan tinggal di Polandia tetapi sebagian yang lain yang dievakuasi oleh pasukan Polandia atas nama negara ketiga atau organisasi internasional akan pergi melanjutkan perjalanan ke tempat lain.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanJamurPolandiaTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anti-Otoritas Agama dan Bencana Sekularisasi
Tulisan selanjutnya Qatar dan Turki Bekerja Buka Kembali Bandara Kabul, AS Ikutan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?