Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Debit Air Sungai Terpanjang Kedua di Amerika Selatan Menurun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 September 2021 20:19 8:19 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 September 2021 20:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tinggi air sungai Parana, terpanjang kedua di Amerika Selatan setelah Amazon, saat ini berada pada titik terendah sejak 1944.

Sungai itu kunci untuk jalur perjalanan laut komersial dan penangkapan ikan, serta juga menyediakan air minum bagi 40 juta orang.

Tingkat air telah turun sangat rendah akibat kekeringan sehingga mata pencaharian nelayan terancam.

Para pemerhati lingkungan khawatir kekeringan diperparah oleh deforestasi dan perubahan iklim.

Brazil Selatan, tempat sumber air Parana berada, mengalami curah hujan di bawah rata-rata selama tiga tahun. Akibatnya, laju aliran Parana turun dari rata-rata 17.000 meter kubik per detik menjadi hanya 6.200.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Debit air yang rendah menimbulkan masalah bagi produksi listrik, di mana pembangkit tenaga air di Parana hanya berjalan 50%.

Pada hari Rabu (1/9/2021), Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourão memperingatkan bahwa kekeringan juga dapat menyebabkan rasionalisasi listrik di Brazil.

Masalah ini juga menghambat pengangkutan barang dengan kapal yang tidak dapat memuat penuh guna menghindari risiko kandas.

Parana adalah jalur air utama untuk pengangkutan bahan kebutuhan pokok dan situasi ini memaksa para eksportir untuk mempertimbangkan untuk menggunakan jalur darat.

Peramal cuaca mengatakan kekeringan bisa berlangsung hingga 2022.

Parana membentang 4.880 km dan mengalir ke arah selatan dari bagian tenggara Brazil melalui Paraguay and Argentina. Aliran air itu bertemu dengan sungai-sungai Paraguay and Uruguay sehingga membentuk Cekungan Río de la Plata.

“Parana adalah lahan basah sosio-produktif terbesar, paling beragam dan paling penting di Argentina,” kata ahli geologi Carlos Ramonell mengatakan kepada kantor berita AFP.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amazonBrazilSungai Parana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar dan Turki Bekerja Buka Kembali Bandara Kabul, AS Ikutan
Tulisan selanjutnya Perwakilan Uni Eropa Desak Liberia Restui Perkawinan Sesama Jenis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?