Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Yordania Abdullah II Mengadakan Pertemuan Rahasia dengan Presiden ‘Israel’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 September 2021 23:11 11:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 September 2021 07:00
Bagikan
raja abdullah ii
Raja Abdullah hari Ahad berikrar akan menentang setiap usaha Israel untuk mengubah status tempat-tempat suci Muslim atau Kristen di Jerusalem
Bagikan

Hidayatullah.com — Presiden “Israel” Isaac Herzog mengungkapkan pada hari Sabtu (04/09/2021) bahwa dia baru-baru ini bertemu secara rahasia dengan Raja Abdullah II dari Yordania di Amman. Hal itu sebagai tanda terbaru dari hubungan diplomatik yang memanas antara kedua negara, lansir Middle East Eye.

“Minggu lalu saya bertemu dan melakukan percakapan yang sangat panjang dengan raja Yordania, saya berada di istananya, sepanjang malam. Itu adalah pertemuan yang sangat baik,” kata Herzog dalam klip dari wawancara yang disiarkan pada hari Sabtu di televisi “Israel”.

Seluruh wawancara akan ditampilkan pada Ahad (05/09/2021) malam pada malam tahun baru Yahudi.

“Yordania adalah negara yang sangat penting. Saya sangat menghormati Raja Abdullah, seorang pemimpin besar dan aktor regional yang sangat signifikan,” kata Herzog dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Pernyataan itu berbicara tentang “pertemuan hangat, yang diadakan atas undangan raja”, di mana keduanya membahas “masalah strategis yang mendalam”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Di antara hal-hal yang kami diskusikan adalah isu-isu inti dalam dialog antara negara-negara kami, termasuk kesepakatan untuk mengimpor hasil pertanian selama tahun shemitah (liburan pertanian), masalah energi, keberlanjutan, dan solusi untuk krisis iklim yang dapat kita maju bersama,” kata pernyataan itu.

Yordania dan Mesir adalah dua negara yang berbatasan dengan Zionis “Israel” yang telah menandatangani perjanjian damai dengan negara tersebut.

Hubungan “Israel”-Yordania memburuk di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang oleh para kritikus dituduh mengabaikan kerajaan Hashemite demi menyetujui normalisasi hubungan tahun lalu dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Namun, tak lama setelah ia menjabat pada bulan Juni, Perdana Menteri baru Naftali Bennett terbang ke Amman untuk berbicara dengan Raja Abdullah.

Pada bulan Juli, kedua negara sepakat bahwa “Israel” akan menjual 50 juta meter kubik air per tahun ke Yordania, di samping 55 juta meter kubik yang sudah disediakan secara gratis.

Berdasarkan perjanjian ini, Yordania diizinkan untuk meningkatkan ekspornya ke Palestina di Tepi Barat, yang telah diduduki Zionis “Israel” sejak 1967.

Pertemuan Diplomatik

Pada hari Kamis (02/09/2021), Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Raja Abdullah II dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas bertemu dengan tujuan untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah.

Ketiga pemimpin dijadwalkan untuk membahas bagaimana bekerja dengan Presiden AS Joe Biden untuk mendorong Zionis “Israel” mengakhiri pendudukannya di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menghentikan perluasan permukiman ilegal di wilayah pendudukan, dan lebih lanjut mendorong solusi dua negara.

Presiden Mesir juga diperkirakan akan mengadakan pertemuan dengan Bennett di kota Sharm el-Sheikh di semenanjung Sinai – meskipun rincian tentang waktu pertemuan masih belum diumumkan.

Pada hari Rabu (01/09/2021), Bennett mengeluarkan pernyataan yang menyangkal laporan bahwa dia akan menghadiri pertemuan bersama dengan Abbas dan Abdullah.

Namun pertemuan Kairo itu terjadi beberapa hari setelah Abbas bertemu dengan Menteri Pertahanan “Israel” Benny Gantz di Ramallah, dalam pertemuan tingkat tinggi antara kedua pihak selama bertahun-tahun.

Pada hari Senin (20/08/2021), “Israel” setuju untuk meminjamkan PA lebih dari $150 juta setelah pertemuan Abbas-Gantz, untuk membantu PA membayar upah hampir 130.000 karyawannya.

Bennett bertemu dengan Biden di Gedung Putih pada akhir Agustus. Sementara Biden menegaskan kembali dukungan AS untuk solusi dua negara, Bennett menyatakan bahwa tidak akan ada negara Palestina selama dia menjadi perdana menteri.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpresidenRaja Abdullah IIyordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya perempuan afghanistan Perempuan Afghanistan Menuntut Peran dalam Pemerintahan Taliban
Tulisan selanjutnya Hamas tahanan palestina Hamas Berupaya Bebaskan Tahanan Palestina dari Penjara “Israel”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?