Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Empat Pengungsi Sri Lanka yang Sembunyikan Edward Snowden Dapat Suaka Kanada

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 September 2021 06:51 6:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 September 2021 16:27
Bagikan
Edward Snowden.
Bagikan

Hidayatullah.com—Empat pengungsi asal Sri Lanka yang membantu menyembunyikan Edward Snowden di rumah susun sempit mereka di Hong Kong, ketika pria Amerika Serikat itu melarikan diri setelah mengungkap spionase besar-besaran oleh intelijen AS atas jaringan telekomunikasi, hari Selasa (28/9/2021) akhirnya memperoleh suaka di Kanada setelah bertahun-tahun nasib mereka terkatung-katung.

Supun Thilina Kellapatha dan Nadeeka Dilrukshi Nonis tiba di Toronto bersama anak mereka Sethumdi dan Dinath dan akan menuju ke Montreal untuk “memulai kehidupan baru,” kata organisasi nirlaba For the Refugees dalam sebuah pernyataan.

Keluarga itu merupakan bagian dari kelompok yang terdiri dari tujuh pengungsi Sri Lanka dan Filipina yang tinggal di Hong Kong yang setuju untuk membantu menyembunyikan Snowden setelah membuat kegemparan pada 213.

Vanessa Rodel, asal Filipina, dan putrinya Keana diberikan suaka di Kanada pada tahun 2019 dengan bantuan For the Refugees, yang melobi Kanada untuk menerima empat orang lain, dengan alasan mereka menghadapi penganiayaan baik di tanah airnya maupun di Hong Kong karena mereka membantu Snowden.

Keluarga Kelapatha terancam dideportasi setelah klaim suaka pertama mereka di Hong Kong ditolak.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengaku lega karena akhirnya menemukan tempat perlindungan permanen.

“Saya sangat senang ini berakhir. Saya sangat senang bisa pergi ke Kanada,” katanya seperti dikutip South China Morning Post, sebelum menaiki pesawat yang membawa dia dan keluarganya keluar dari Hong Kong.

Snowden menyambut baik kabar kedatangan keluarga itu di Kanada.

“Ini adalah berita terbaik yang pernah saya dengar dalam waktu yang sangat lama,” tulisnya di Twitter seperti dilansir AFP Rabu (29/9/2021).

Orang ketujuh dari sekelompok orang yang menolong Snowden adalah diserter tentara Sri Lanka bernama Ajith Pushpakumara, yang saat ini masih berada di Hong Kong.

“Meskipun kami menyambut kedatangan dan awal babak baru dalam kehidupan keluarga empat orang ini, kita tidak bisa mengabaikan bahwa Ajith masih tertinggal di belakang,” kata Marc-Andre Seguin, presiden For the Refugees, kepada AFP, seraya menambahkan bahwa pihaknya masih terus melobi pemerintah Kanada untuk memberikan suaka kepada bekas tentara itu.

Robert Tibbo, pengacara bagi Pushpakumara di Kanada mengatakan bahwa aplikasi suaka kliennya masih diproses keimigrasian Kanada.

Tibbo sendiri pergi meninggalkan Hong Kong pada 2017, karena khawatir dengan keselamatannya setelah mewakili para pengungsi Snowden di kota bisnis tersebut.

Snowden membongkar ribuan dokumen rahasia perihal tindakan spionase besar-besaran oleh intelijen AS yang dilakukan menyusul serangan 11 September 2001 atas kompleks gedung WTC di New York.

Dalam pelariannya Snowden terdampar di Hong Kong setelah media internasional melaporkan aksinya. Awalnya dia bersembunyi di hotel, dengan dikelilingi jurnalis dari berbagai negara.

Sekelompok pengungsi tersebut bersedia menyembunikan Snowden selama sekitar dua pekan sampai pemuda AS itu bisa terbang ke Rusia, di mana sekarang dia tinggal.

Peran para pengungsi itu terungkap ke publik lewat film dokumenter tahun 2016 besutan sutradara Oliver Stone yang berkisah tentang Snowden. Akibatnya mereka hidup dalam ketakutan di Hong Kong, kata For the Refugees.

Di wilayah otonomi China itu, aplikasi suaka bisa berlarut-larut hingga bertahun-tahun dan belum tentu dikabulkan. Pemohon suaka tidak diperbolehkan bekerja dan menerima tunjangan hanya HK$3.000 ($385) sebulan di salah satu kota yang berbiaya hidup paling mahal di dunia itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Edward SnowdenHong KongkanadapengungsiSri Lanka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bid’ah menurut ahlussunah wal jamaah Persoalan Bid’ah dan Ahlul Bid’ah dalam Perspektif Ahlusunnah Wal Jama’ah (1)
Tulisan selanjutnya bid’ah menurut ahlussunah wal jamaah Persoalan Bid’ah dan Ahlul Bid’ah dalam Perspektif Ahlusunnah Wal Jama’ah (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?