Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dakwah di Kepulauan Aru: “Tolong Kirimkan Ustadz Kepada Kami”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2021 05:22 5:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2021 14:32
Bagikan
ustadz
Bagikan

Sudah lebih dari 2 tahun kampung Jerukin tidak lagi memiliki ustadz, padahal hampir semua penduduk di kampung itu belum bisa membaca al-Qur’an

Daftar isi
  • PosDai tawarkan anak-anak setempat dididik menjadi ustadz
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | MENJELANG Magrib, pada Sabtu (25/9/2021), masyarakat Muslim di Kampung Jerukin, Pulau Maikoor, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, sudah berkumpul di masjid kecil berukuran sekitar 4×4 meter. Itulah satu-satunya masjid di kampung itu.

Jumlah jamaah tidak penuh. Hanya 3 shaf saja. Itu pun, pada shaf ketiga, kebanyakan diisi anak-anak. Sedang ibu-ibu ada di bagian belakang, terpisah dengan kain hijab.

Namun, menurut Ahmad Djamiri, imam masjid, jumlah penduduk yang shalat pada Maghrib itu terbilang banyak. “Biasanya tidak sampai seperti ini,” jelas Ahmad.

Kampung Jerukin berpenghuni 60 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, 30 KK beragama Islam. Selebihnya penganut Kristen. Sebuah gereja berdiri juga di sana.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ahmad menjelaskan, sudah lebih dari 2 tahun kampungnya tidak lagi memiliki ustadz. Dulu, seorang ustadz pernah bertugas di kampungnya. Namun, ustadz tersebut pindah ke Kota Dobo, Pulau Warmar, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru. Sejak itu, tak pernah ada lagi ustadz yang berdakwah di kampung itu.

Padahal, kata Ahmad lagi, hampir semua penduduk di kampung itu belum bisa membaca al-Qur’an. Ia sendiri juga baru belajar menjadi imam dari ustadz yang sebelumnya bertugas di kampung itu. Hafalannya pun belum banyak.

Dulu, ustad yang bertugas di kampung tersebut sempat mengajari Ahmad tata cara memimpin shalat Jum’at. Namun, untuk memimpin shalat Idul Fitri atau Idul Adha, ia belum bisa. Akibatnya, masyarakat yang ingin menunaikan kedua shalat di hari raya tersebut terpaksa harus mengungsi ke kota sebelum hari raya tiba.

Ibu-ibu juga belum ada majelis taklimnya. Maklumlah, jelas Ahmad, belum ada ustadzah yang bisa membina mereka. Ahmad sendiri baru bisa mengajar anak-anak mengaji.

“Kampung ini sangat membutuhkan kehadiran ustadz. Tolong kirimkan (ustadz) kepada kami,” jelas Ahmad.

PosDai tawarkan anak-anak setempat dididik menjadi ustadz

Ketika PosDai Hidayatullah menawarkan kepada Ahmad agar mengirimkan beberapa remaja untuk dididik di pesantren Hidayatullah, ia tak yakin bisa. “Kebayakan orang tua di sini tak mengizinkan anaknya pergi merantau,” kata Ahmad. Mereka lebih suka bila anak-anaknya belajar menangkap ikan atau mencari kepiting bakau.

Padahal, anak-anak yang telah dididik di Sekolah Dai oleh PosDai Hidayatullah akan dikembalikan ke kampungnya untuk berdakwah di sana. Masa belajar pun tidak lama.

Ahmad juga bercerita bahwa beberapa bulan lalu pernah ada para dai Jamaah Tabligh datang ke kampung mereka. Namun, mereka tidak menetap lama. Mereka hanya berdakwah beberapa hari saja di kampung itu. Setelah itu mereka pergi ke pulau yang lain.

Ketua DPW Hidayatullah Maluku, Sulaiman Ismail, saat menyertai Hidayatullah.com menyambangi Kampung Jerukin dalam program Safari Dakwah di Kepulauan Aru atas undangan PosDai Hidayatullah (25/9) menyatakan akan berupaya memenuhi permintaan masyarakat kampung tersebut. “Insya Allah jika nanti jumlah dai kita sudah cukup, maka akan kita kirimkan dai ke kampung ini,” jelas Sulaiman.

Semoga Allah Ta’ala memudahkan ikhtiar ini. Aamiiin.* (Mahladi)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dakwah di Pulau AruHidayatullahkiprah dakwah hidayatullahPosDaiustadz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Imam Syafi’i Berdebat dengan Muridnya Kisah Imam Syafi’i Berdebat dengan Muridnya
Tulisan selanjutnya islamisasi indonesia Pelopor Islamisasi Indonesia: Pedagang, Perwira, atau Da’i?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?