Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MIUMI DKI: Daripada Kemal Ataturk jadi Nama Jalan, Lebih Pantas Sultan Mehmed Fatih

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 17 Oktober 2021 20:43 8:43 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 17 Oktober 2021 20:42
Bagikan
Ketua MIUMI DKI Jakarta, Fahmi Salim.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DKI Jakarta Ustadz Fahmi Salim (UFS) turut angkat suara menyikapi polemik rencana pemerintah menggunakan nama tokoh sekuler Turki untuk nama jalan di Jakarta.

Daripada tokoh sekuler Mustafa Kemal Ataturk itu, yang pantas digunakan namanya, kata UFS, adalah sosok tokoh Islam asal Turki yaitu Muhammad Alfatih atau Sultan Mehmed Fatih (Sultan Mehmed II).

“Ataturk memang Bapak Modern bangsa Turki tetapi (Presiden Turki) Erdogan juga sejak beliau berkuasa itu mempromosikan tokoh-tokoh Kesultanan Islam itu atau Ottoman Turki itu sebagai Bapak Turki Klasik. Seperti (mengadakan) perayaan hari ulang tahun Istanbul itu setiap tahun, merayakan kemenangan Sultan Mehmed Fatih (yang menaklukkan Konstantinopel). Jadi itu secara besar-besaran dirayakan,” ujar UFS kepada hidayatullah.com, Ahad (17/10/2021).

Selain itu, tambah Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020 ini, Erdogan juga mensponsori film-film klasik Turki untuk membangkitkan kesadaran sejarah rakyat Turki, bahwa mereka memiliki akar keislaman yang cukup lama dan menjadi penguasa dunia.

“Jadi saya pikir pantaslah kalau misalnya kita memberikan nama jalan (di Jakarta) itu nama Jalan Sultan Mehmed Fatih ya, Jalan Mehmed Fatih atau Jalan Sultan Fatih ya seperti di Istanbul ada district Fatih,” ungkapnya menjelaskan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebagai imbalannya, tambah tokoh muda Muhammadiyah ini, pemerintah Indonesia bisa meminta nama jalan di Istanbul atau Ankara dengan nama Raden Fatah.

“Raden Fatah kan sosok Pahlawan Nasional bagi Indonesia ya, itu beliau termasuk tokoh yang menyatukan Nusantara pewaris Majapahit ya kan dengan kesultanan Islam,” ujarnya.

“Jadi saya kira logis-logis saja dan sah-sah saja kedua nama tokoh itu, baik Raden Fatah maupun Sultan Mehmed Fatih ini diberikan privilege, diberikan kemuliaan sebagai nama jalan di dua negara untuk mengikat hubungan persaudaraan di antara dua negara Indonesia dan Turki,” ujarnya.

Sebab, UFS menegaskan, kalau menggunakan nama Ataturk agak sensitif di Indonesia. “Saya kira lebih baik diganti ya karena bisa mengundang kegaduhan,” imbuhnya.

Lain cerita menurutnya kalau misalnya yang meminta nama jalan Ataturk itu adalah pemerintah Turki.

“Kalau pemerintah Turki sendiri yang minta satu nama itu ya mau gimana lagi. Ya kita menghargai dan menghormati permintaan pemerintah Turki di bawah Erdogan. Tapi kalau pemerintah Erdogan tidak menentukan satu nama, ya saya kira wajar-wajar saja kalau misalnya umat Islam misalnya meminta ada nama lain selain nama Kemal Ataturk itu yang citranya sangat negatif di tengah-tengah masyarakat Muslim yang mayoritas di Indonesia ini,” ujarnya.

Adapun kalau Turki mau memberi nama Jalan Soekarno di Ankara atau Istanbul, ia tidak mempermasalahkan.

“Ya silakan saja, sah-sah saja. Bagi kita umat Islam kita tetap menghormati Bapak Proklamator RI itu ya, saya kira gak ada masalah. Tapi kalau memang pertimbangannya tadi seperti yang pertama ya itu bisa dipertimbangkan nama lain seperti nama Jalan Raden Fatah di Ankara atau Istanbul, kemudian Jalan Sultan Mehmed Fatih di Jakarta ini,” ujarnya menegaskan usulannya.

Baca: Tokoh Sekuler Turki Kemal Ataturk akan Jadi Nama Jalan di Jakarta, Tuai Penolakan

Lebih jauh, menurut UFS, harus diakui selera rakyat Turki adalah Mustafa Kemal Ataturk.

“Memang masih sekulerisme itu merajalela (di Turki), masih kuat pengaruhnya. Nah Erdogan itu kan kenapa bisa memerintah, bisa terpilih partainya, ya karena pendekatan-pendekatannya juga sekuler, walaupun orang-orangnya Islami gitu. Yang penting adalah pembangunan ekonomi, harga bisa murah, kemudian pembangunan bisa dirasakan merata. Itu kan pendekatan-pendekatannya Erdogan selama ini yang itu disukai oleh rakyat Turki yang sekuler gitu,” urainya.

Sehingga, pungkas Direktur Al-Fahmi Instituse ini, kalau memang nama Kemal Ataturk jadi dipakai sebagai nama salah satu jalan di Jakarta, “Nggak apa-apa lah biarin aja, mau kasih nama Soekarno kek, Ataturk kek, ya nanti suatu saat nanti kan bisa diganti.”

Diketahui, Mehmed II juga dikenal secara luas sebagai Muhammad al-Fatih atau Mehmed Sang Penakluk, adalah penguasa Utsmani ketujuh yang berkuasa pada 1444 – 1446 dan 1451 – 1481, ia terkenal karena berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 29 Mei 1453.*

Baca juga: Waketum MUI Sebut Rencana Pemerintah Jadikan Kemal Attaturk Nama Jalan Sakiti Umat Islam

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fahmi SalimMehmed IIMIUMIMuhammad AlfatihMustafa Kemal AtaturkSultan Mehmed FatihTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waketum MUI Sebut Rencana Pemerintah Jadikan Kemal Attaturk Nama Jalan Sakiti Umat Islam
Tulisan selanjutnya Geledah Ganja, Polisi Italia Temukan Dormice Beku Makanan Favorit Mafia ‘Ndrangheta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?