Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Pedro Sanchez Janjikan Partainya akan Mempidanakan Prostitusi di Spanyol

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Oktober 2021 20:24 8:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Oktober 2021 20:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez hari Ahad (17/10/2021) mengatakan akan mengupayakan pemidanaan prostitusi di negaranya.

Berbicara kepada para pendukungnya di akhir kongres tiga hari Partai Sosialis di Valencia, Sanchez mengatakan prostitusi merupakan praktik perbudakan terhadap wanita.

Prostitusi di-dekriminalisasi di Spanyol pada tahun 1995 dan pada 2016 Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan industri seks di negara itu bernilai €3,7 miliar, lansir RFI.

Survei tahun 2009 mendapati bahwa hampir 1 dari setiap 3 pria di Spanyol membeli layanan seks.

Akan tetapi, sebuah laporan lain yang dipublikasikan pada tahun 2009 menunjukkan bahwa angkanya kemungkinan lebih tinggi sampai sekitar 39%, dan sebuah hasil studi oleh PBB tahun 2011 menyebut Spanyol sebagai pusat prostitusi ketiga terbesar di dunia setelah Thailand dan Puerto Rico.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Prostitusi saat ini masih belum diatur undang-undang di Spanyol, dan tidak ada hukuman bagi mereka yang membeli layanan seksual atas kemauannya sendiri sepanjang hal itu tidak dilakukan di tempat umum. Namun, muncikari atau bertindak sebagai perantara antar pekerja seks komersial dengan calon klien merupakan tindak pidana.

Prostitusi justru semakin merajalela di Spanyol setelah di-dekriminalisasi dan diperkirakan sekitar 300.000 wanita bekerja sebagai pelacur di negeri adu banteng itu.

Tahun 2019, partainya Sanchez mempublikasikan janji-janji kampanye yang antara lain akan mempidanakan prostitusi, langkah yang dipandang sebagai upaya menarik lebih banyak pemilih dari kalangan perempuan.

Manifesto itu menyebut prostitusi sebagai salah satu aspek paling biadab dari feminisasi kemiskinan dan salah satu bentuk paling buruk dari kekerasan terhadap wanita.

Namun, dua tahun berselang usai pemilu, belum legislasi terkait prostitusi.

Para pendukung sistem yang sekarang berlaku di Spanyol mengatakan bahwa ketentuan yang berlaku saat ini memberikan keuntungan besar bagi para wanita yang menjajakan tubuhnya dan menjadikan kehidupan mereka lebih aman.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan muncul kekhawatiran besar wanita berpotensi menjadi korban perdagangan manusia yang dijerumuskan ke dalam industri seks.

Pada tahun 2017, Polisi Spanyol mengidentifikasi 13.000 wanita terciduk dalam dalam penggerebekan anti-perdagangan manusia, menyatakan bahwa sedikitnya 80% dari mereka dieksploitasi secara paksa oleh pihak ketiga untuk melacur.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Pedro SanchezpelacuranprostitusiSpanyol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungkap Pemerkosaan dan Penganiayaan di Penjara Rusia Minta Suaka di Prancis
Tulisan selanjutnya Tujuh Tahun Erdogan Jadi Presiden Turki, Puluhan Ribu Orang Jadi Terdakwa Penghinaan Kepala Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?