Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Pantangan Bagi Pemuda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2021 13:09 1:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Oktober 2021 13:09
Bagikan
pantangan pemuda
Bagikan

Pesan penting yang sangat baik diambil ialah bahwa ada pantangan bagi pemuda yang sebenarnya adalah antonim dari keharusan bagi pemuda yang telah diteladankan oleh sejarah.

Oleh: Imam Nawawi (Ketua Umum Pemuda Hidayatullah)

Hidayatullah.com — KETIKA matahari 27 Oktober terbenam, setiap tahun usai 1928, bangsa ini bicara tentang pemuda, ya, Sumpah Pemuda. Pesan penting yang sangat baik diambil ialah bahwa ada pantangan bagi pemuda. Pantangan itu sebenarnya adalah antonim dari keharusan bagi pemuda yang telah diteladankan oleh sejarah.

Dalam konteks Indonesia, kaum muda kala itu melihat bahwa identitas kesukuan dan kebangsaan harus dilebur, sehingga tidak ada lagi konflik karena bahasa, pakaian, makanan dan lain sebagainya.

Tujuan harus difokuskan, yakni bersatu membangun bangsa Indonesia, berbahasa satu berbahasa Indonesia. Itu penting dilakukan jika tidak mau terus menerus menjadi bangsa yang mudah dijajah, dipecah belah dan diperbudak oleh bangsa lain.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Jadi, inilah esensi dari peringatan Sumpah Pemuda yang harus dipahami dan menjadi energi kaum muda masa kini. Jika tidak, maka peringatan Sumpah Pemuda tak lebih dari sebatas seremoni dan diri tak memiliki arah serta energi untuk maju.

Evaluasi Kemerdekaan

Mengingat sudah cukup panjang perjalanan bangsa Indonesia, yakni 76 tahun merdeka, maka adalah hal yang wajar jika momentum Sumpah Pemuda dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi kemerdekaan.

Hal ini karena pemuda memang harusnya hidup di atas nilai dan prinsip kemerdekaan, sehingga meraih kebebasan sejati. Bebas dari “pemujaan” atas budaya asing, bebas dari keterbelakgana berpikir, bebas dari pragmatisme yang mengoyak persatuan, dan bebas dari jeratan pemikiran orang yang mengadu domba anak negeri.

Langkah di atas sangat relevan mengingat Sumpah Pemuda adalah bagian dari golden moment yang harus dirawat dan dijadikan pijakan untuk hadirkan energi besar bagi bangsa dan ngera.

Pemuda harus mau meneladani pengorbanan dan perjuangan para pahlawan bangsa. Di saat yang sama hadir sebagai inspirator peradaban kini dan nanti. Itulah inti dari Sumpah Pemuda yang tak boleh terputus dan padam, yakni merawat cita-cita Indonesia merdeka, Indonesia hebat dan Indonesia yang berpengaruh di dunia.

Pantangan

Berdasarkan uraian di atas maka seorang pemuda pantang untuk tidak punya visi, tidak mau beraksi dan tidak mau bersinergi. Sinergi artinya mau kerjasama dalam bentuk win-win yang dihasilkan melalui kolaborasi dari masing-masing pihak yang terlibat dalam kerjasama tanpa ada perasaan kalah atau dikalahkan.

Pantang anak muda hidup dengan egoismenya. Pantang anak muda malas untuk silaturrahim dan mengembangkan kapasitas diri. Pantang bagi anak muda tidak meneladai heroisme kaum muda masa lalu. Seperti kata Tharafah bin Al-Abd yang begitu heroik.

“Ketika suatu kaum bertanya, ‘Siapakah pemuda itu?’ Aku menduga akulah yang mereka maksud. Karena itu aku tidak bermalas-malas tidak pula menjadi orang yang bodoh. Akulah seorang pemuda tegas yang kalian kenal. Seorang pemberani, ibarat ular yang siap menerkam siapa saja yang dihadapi.”

Artinya, sosok pemuda pantang jadi pecundang, berpangku tangan dan diam dalam proses-proses perubahan. Sebaliknya sosok muda harus cerdas, kuat energik, tidak mau kehilangan momentum dan ia terus mau untuk bergerak cepat dan bertanggungjawab. Nah, siapakah yang siap jadi pemuda seperti ini?

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hidayatullahkemerdekaansumpah pemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Swedia Selidiki Adopsi Ilegal Ribuan Anak Asing Sejak 1950-an
Tulisan selanjutnya DSN MUI Jelaskan Potensi Keuangan Sosial Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Berita
29 Agustus 2026 08:29
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?