Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia: Tampak Fenomena La Niña, Siaga Banjir dan Badai; Negara Lain Bisa Terdampak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 November 2021 10:52 10:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 24 November 2021 10:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Australia mengatakan bahws fenomena cuaca La Niña sudah mulai muncul untuk tahun kedua kali berturut-turut. Artinya, akan ada banyak hujan penyebab banjir dan badai di berbagai tempat di benua itu.

Terakhir fenomena itu muncul, sebagian wilayah Australia diguyur hujan dengan curahan yang terbesar sepanjang abad.

Akan tetapi, La Niña juga bisa mempengaruhi perubahan cuaca di berbagai belahan dunia lainnya.

World Meteorological Organization (WMO) belum menyatakan La Niña sudah terjadi, tetapi memperingatkan fenomena cuaca itu kemungkinan akan muncul kembali tahun ini.

Menurut Australia’s Bureau of Meteorology (BOM), kekuatan La Niña kali ini lebih rendah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Model-model cuaca mengisyaratkan La Niña Kali ini tidak berlangsung lama, kemungkinan sampai musim spanas atau awal musim gugur 2022 di belahan selatan bumi,” kata BOM hari Selasa (23/11/2021) seperti dilansir BBC.

La Niña merupakan satu dari tiga fase cuaca yang dikenal sebagai El Niño-Southern Oscillation (ENSO). fase itu terdiri dari El Niño, fase yang lebih dingin La Niña dan sebuah fase netral.

La Niña terjadi ketika angin kencang mendorong permukaan air hangat di Samudera Pasifik bergerak menjauhi Amerika Selatan dan mendekati Indonesia. Sebagai gantinya, muncul ke permukaan air yang bersuhu lebih dingin menggantikan air bersuhu hangat yang terdorong angin itu.

Di Australia, La Niña menjadikan suhu udara siang hari lebih dingin – mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Namun, pada saat yang sama kondisi menjadi lebih basah dari biasanya, dan dapat meningkatkan frekuensi siklon tropis alias hujan badai.

Pada masa La Niña tahun lalu, kediaman ribuan warga Australia terendam banjir dan air menyebabkan kerusakan lebih dari A$1 miliar ($720.000).

La Niña dapat meningkatkan risiko badai di Kanada, dan bagian utara wilayah Amerika Serikat, seringkali menyebabkan salju tebal.

Di Inggris dan bagian utara Eropa, kekuatan La Niña berpotensi menyebabkan hujan tercurah lebih banyak.

US National Oceanic and Atmospheric Administration sudah mengeluarkan peringatan bahwa La Niña kali ini akan merambah hingga belahan utara dari musim dingin sampai awal musim panas semi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiabadai tropisLa Ninasiklon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pencetakan Al-Quran Kunjungi Madinah, Menag Jajaki Kerja Sama Pencetakan Al-Quran
Tulisan selanjutnya Penyidik Polri Diduga Intimidasi Keluarga Ustadz Farid Okbah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Berita
7 Juli 2026 19:55
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

Terbaru

  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
  • TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?