Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Negara-negara Barat Kecam Kehadiran Tentara Bayaran Rusia di Mali

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Desember 2021 19:29 7:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Desember 2021 19:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Enam belas negara Barat, hari Kamis (23/12/2021), mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam apa yang mereka sebut sebagai “penempatan” tentara bayaran dari perusahaan Rusia Wagner Group di Mali.

Penandatangan pernyataan itu adalah Kanada, Prancis, Jerman, Inggris, dan 11 sekutu Eropa lainnya, lansir DW.

Amerika Serikat tidak menandatangani pernyataan itu, tetapi awal bulan ini Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan Mali untuk tidak menerima tentara bayaran Wagner.

“Pengerahan ini hanya memperburuk situasi keamanan di Afrika Barat, menyebabkan memburuknya situasi HAM di Mali, mengancam kesepakatan untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi di Mali,” kata negara-negara Barat.

Pernyataan itu menuduh Rusia memberikan dukungan material kepada Wagner Group, menyeru Russia agar “kembali ke perilaku yang bertanggung jawab dan konstruktif di kawasan ini.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa para penandatangan pernyataan itu menyesali pilihan otoritas Mali yang menggunakan dana publik untuk membayar tentara sewaan dan bukannya mendanai tentara nasionalnya sendiri.

Pada bulan Juli, Presiden Emmanuel Macron mengumumkan penarikan pasukan Prancis dari wilayah Sahel pada awal 2022, dengan alasan pasukan Mali sudah siap untuk menghadapi sendiri pasukan pemberontak di Mali bagian utara.

Dalam pertemuan bulan Juli, Presiden Macron menjanjikan para pemimpin Afrika  bahwa Prancis akan tetap mendukung upaya negara-negara di kawasan Sahel memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaida dan ISIS alias IS.

Macron sendiri dijadwalkan akan membahas perihal Wagner Group dalam pertemuan dengan presiden sementara Mali Assimi Goita. Akan tetapi, lawatannya ke Mali dibatalkan dengan alasan situasi pandemi Covid-19 yang memburuk.

Goita mengambil alih kekuasaan pada bulan Juni dalam kudeta militer yang dua kali terjadi di Mali dalam kurun satu tahun.

Pasukan Prancis telah berada di Mali sejak 2013, ketika mereka melakukan intervensi untuk menghentikan pemberontakan di bagian utara negara bekas koloninya itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratEropamalirusiaSaheltentara bayaranWagner Group
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memperingati Bahasa Arab Itu Kurang Indonesia?
Tulisan selanjutnya Pekan Lalu 1,7 Juta Orang di Inggris Dites Positif Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?