Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Memperingati Bahasa Arab Itu Kurang Indonesia?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Desember 2021 17:35 5:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Desember 2021 18:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr Halimi Zuhdy

 

Hidayatullah.com | SESEORANG nyeletuk di dalam grup Whatsapp, “Orang Indonesia kok memperingati Bahasa Arab, kayak tak ada kerjaan lain?” katanya, ketika grup dipenuhi dengan ucapan  selamat Hari Bahasa Arab Sedunia.

Saya balas celetukanya dengan sedikit gurau,  ” Bro…bahasa Arab itu bahasa peradaban,  bahasa paling eksis, paling eksotis, paling rasional, bahasa sumber umat Islam,” dan sejumlah alasan lain.

“Kamu tidak cinta bahasa Indonesia, kamu kurang NKRI, seharusnya hanya bahasa Indonesia yang kamu cintai?” sambungnya.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Saya balas sambal tertawa, “Yang paling tidak NKRI itu dikau, masak mewajibkan sekolah-sekolah bahasa itu (asing lainnya), dan bahasa Indonesia kau nomor duakan?”.

***

Memperingati  bahasa Arab itu mensyiarkan, untuk mengingat-ngingat sejarah panjang bahasa Arab di Indonesia, dan sebagai bahasa penting bagi umat Islam sebagai refrensi utama agamanya.  Kalau memperingati atau mempelajari agama asing itu tidak NKRI, bagaimana dengan Ir Soekarno dan Haji Agus Salim yang menguasi banyak bahasa? Apakah beliau tidak cinta bahasa Indonesia.

Keistimewaan Bahasa Arab

Bahasa Arab terpilih menjadi bahasa wahyu (Al-Qur’an), dan bahasa Arab akan terus bertahan (ada di muka bumi) selama Al-Qur’an masih ada. Bagaimana dengan pembelajarannya?

Ia juga akan terus berubah, sama seperti bahasa yang lain. Sedangkan ketahanannya sudah terbukti.

Bahasa Arab adalah bahasa tertua di muka bumi dan sampai hari ini masih terlihat segar bugar, ada perbedaan di kalangan peneliti  tentang usia bahasa ini; tetapi tidak kita ragukan bahwa bahasa Arab yang kita gunakan saat ini sudah hidup selama lebih dari seribu enam ratus tahun (1600).

Bahasa Arab sebagai bahasa tertua dengan berbagai keistimewaannya dari aspek strukturnya, morfologi, tata bahasa, kesusastraan, serta imajinasinya, di samping kemampuan bahasa Arab dalam mengungkapkan berbagai aspek kehidupan. Dan bahasa ini juga menjadi induk (ibu) dari berbagai bahasa, diwakili oleh Himyarite (الحميرية), Babilonia, Ibrani, Aram, Abyssinian, atau bahasa Semit, yang berasal dari putra-putra Nabi Nuh, saw : Sem, Ham, dan Yafet.

Bahasa Arab telah mampu mengakomodasi berbagai peradaban; Arab, Persia, Yunani, dan India, dan yang sezaman dengannya pada waktu itu, dan menjadikannya satu peradaban, watak global, visi humanistik, untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Bahasa Arab dicirikan oleh kemampuannya untuk beradaptasi dan berkreasi dalam berbagai ilmu pengetahuan: seperti teknik, aljabar, kedokteran, seni, dan eksperimen ilmiah, di samping kreativitas yang telah dicapai di bidang sastra dan kepenulisan, di mana banyak sarjana telah mampu menulis beberapa buku dalam seni yang berbeda, dan di antara contoh yang paling menonjol dari gaya ini adalah buku ulama Yaman Ismail bin Abi Bakr bin Al-Muqri.

Keistimewaan lainnya; bahasa Arab digunakan lebih dari 422 juta orang. Tidak berubahan selama 14 Abad.

Ia menjadi bahasa ke 5 yang paling banyak digunakan di dunia. Ia juga bahasa resmi dari 22 negara di dunia.

Bahara Asab satu-satunya bahasa di dunia yang mempunyai huruf dhat (ض), maka bahasa ini dikenal dengan bahasa Dhat. Jumlah kata terbanyak di dunia, yaitu 12.302. 912.

Ia memiliki 16 ribu akar kata (dibandingkan dengan bahasa lainnya, 700 akar kata (جذر لفوي). Dan banyak bahasa yang menggunakan huruf Arab seperti; bahasa Kurdi, Melayu, Pegon Jawa, Persia, Turki kuno dan lainnya.*

Dosen Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahasa Arabbahasa wahyuNKRI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Dukung Tim Penggerak PKK Salatiga atas Surat Himbauan Menutup Aurat
Tulisan selanjutnya Negara-negara Barat Kecam Kehadiran Tentara Bayaran Rusia di Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?