Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Eksklusif dan Inklusif 

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Januari 2022 17:17 5:17 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Januari 2022 16:00
Bagikan
Bagikan

Jika Islam mengakui keselamatan ada pada agama lain, tentu Islam tidak akan mengajak pemeluk agama lain masuk Islam

Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi

Hidayatullah.com | “MASUKLAH Islam, maka Anda akan selamat (Aslim Taslam). Namun jika Anda menolak Anda akan mendapat dosa dua kali lipat.“ Begitulah kalimat-kalimat dalam surat Nabi yang dikirim kepada Heraclitus, Kaisar Romawi Timur. Kepada Kaisar Persia Ebrewez surat Nabi berbunyi sama dengan tambahan “…. jika Anda menolak maka bagi anda dosa seluruh kaum Majusyi”. 

Kepada Kaisar Najasyi berbeda lagi. Surat Nabi berbunyi: “Aku ajak anda kepada Allah yang Esa yang tiada sekutu bagiNya… dan mempercayai apa yang aku bawa.”

Kepada penguasa Mesir Muqauqis juga demikian: “Masuklah Islam anda akan selamat… agar Allah memberi pahala dua kali lipat. Jika anda menolak anda akan menanggung dosa bangsa Qibti”.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Surat Nabi itu adalah tawaran, dawah atau, panggilan untuk keselamatan. Bukan memasarkan agama. Bukan pula intimidasi yang militeristik. 

Kurirnya pun tidak disertai pasukan bersenjata. Beda dengan perkataan “You are with us or against us” lalu tebar dana liberalisasi. 

Surat itu santun tapi tegas. Nabi sedang membawa risalah menyempurnakan risalah sebelumnya.  

“Masuklah Islam Anda akan selamat”, artinya jelas bahwa yang tidak masuk Islam tidak akan selamat. Tidak ada jalan keselamatan di luar Islam. Itulah misi Nabi. Itulah Islam sebagai Al-din al-kamil. 

Islam adalah din bukan religi atau agama kultural. Din adalah sistem keyakinan, peribadatan serta prinsip kehidupan dunia-akhirat yang turun melalui wahyu Allah. 

Jadi din adalah jalan kebenaran dan keselamatan. Jika seseorang masuk dalam sistem keyakinan atau din ini maka ia akan berserah diri. Itulah berislam.

Berserah diri dalam Islam jelas kepada Tuhan yang bernama Allah. Allah seperti yang dalam konsep para nabi dan Nabi Muhammad ﷺ. Maka dari itu Allah bukan Yahweh, bukan tuhan Bapak, bukan Nirguna Brahman, bukan Tao Te Ching, bukan En Soph, bukan pula Dharmakaya. 

Allah juga tidak sama dengan tuhan-tuhan eksoterik yang terbatas dalam konsep “transendentalisme”. Berserah diri artinya berislam kepada Tuhan nabi Ibrahim, Musa dan Isa serta nabi-nabi yang lain. Tuhan nabi-nabi itu adalah Tuhan yang diimani Nabi Muhammad ﷺ. 

Jika Tuhan agama nabi-nabi itu benar mengapa penganut agama-agama terdahulu itu harus ikut agama Nabi Muhammad? al-Quran surah al-Maidah: 65 menjawab: “Jika orang-orang ahlul kitab beriman dan bertaqwa (kepada Allah)  akan Kami hapuskan dosa mereka dan akan Kami masukkan Surga.”

Artinya ahlul kitab dianggap tidak beriman kepada Allah SWT. Menurut ahli tafsir al-Baydhawi ahlul kitab yang dimaksud adalah sebelum datangnya Islam. 

Standarnya pun merujuk kepada Kitab Taurat dan Injil (al-Maidah 67) yang intinya adalah tauhid. Tapi itu pun tidak mereka lakukan. 

Sesudah Islam datang konsep berserah diri dan beriman pada Allah pun disempurnakan. Konsep beriman pada Allah merujuk kepada al-Quran. Rukunnya ditambah iman pada rasul-rasulNya dan kitab-kitab yang dibawa mereka, pada hari akhir, qadha-qadar, serta konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkannya. 

Dalam al- al-Ma’idah: 69 dan al-Baqarah: 62, jelas bahwa keselamatan agama terdahulu adalah beriman pada Allah, hari akhir dan beramal shaleh. Keselamatan sesudah Islam datang beriman dengan rukun-rukunnya.  

Bukankah agama-agama itu dibawa oleh nabi-nabi dan turun dari Allah juga?, Benar, tapi para pakar tafsir menyimpulkan bahwa untuk masa sesudah kedatangan Islam, agama-agama itu dibatalkan (mansukh). 

Ini berarti agama Kristen, Yahudi, Sabiin dan sebagainya itu kini telah disempurnakan Islam. Ketika menafsirkan al-Baqarah: 62 dan Ali Imran: 69, Al-Thabari yakin bahwa surat itu telah di mansukh oleh surah Ali Imran ayat 75 “Barangsiapa memeluk agama selain Islam tidak diterima….”.

Pendapat ini merujuk kepada Ibn Abbas  dan diperkuat oleh al-Qasimi, Wahbah Zuhayli dan mufasir-mufasir lainnya. (Lihat Hikmat Ibn Bashir ibn Yasin, al-Tafsir al-Sahih, mausu’ah al-Sahih al-al-Masbur min al-Tafsir bi al-Ma’thur, 2 jld, jld 1, Dar al-Ma’athir, Madinah, 1999, hal. 169). 

Menurut Ibn Taymiyyah bunyi al-Baqarah: 62 “Beriman kepada Allah dan hari akhir” tidak bisa dipahami secara literal tapi perlu ditafsirkan. Konsep iman berkaitan dengan konsep amal dan ilmu.

Jadi beriman kepada Allah dan hari akhir saja tidak cukup. Konsekuensi menerima konsep itu yang terpenting adalah masuk Islam. 

Artinya menerima enam rukun Iman dan lima rukun Islam. Tapi untuk mereka yang hidup sebelum kedatangan Nabi Muhammad, adalah beriman kepada Allah dan akhir seperti yang diajarkan oleh Nabi-nabi yang diutus kepada mereka. 

Menolak Islam menjadi tidak seperti tidak logis. Sebab jika agama-agama yang dibawa oleh Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad ﷺ itu beriman pada Tuhan yang sama, mengapa ketika Tuhan yang sama berfirman tidak mereka indahkan. Malah Nabi Muhammad ﷺ yang dimaki-maki. 

Kalau kita harus merespon wacana keagamaan di Barat yang berkembang dari eksklusif menuju inklusif dan pluralis, maka Islam mempunyai jawabannya. Islam adalah agama eksklusif. Sebab selain jalan Islam tidak dianggap selamat. 

Logikanya, jika Islam mengakui keselamatan ada pada agama lain, tentu Islam tidak akan mengajak pemeluk agama lain masuk Islam. (al-Nahl: 126). Nabi juga tidak akan mengirim surat meminta Raja Romawi Heraclitus, Raja Persia Ebrewez, Raja Ethiopia masuk Islam. 

Maka, tidak heran jika Islam tidak akan pernah mentolerir ijtihad-ijtihad teologis yang menyimpang secara ijma. Maka aliran-aliran yang secara teologis menyimpang seperti Ahmadiyah, Bahaiyyah, dan sebagainya tidak akan pernah ditolerir. 

Islam juga bisa disebut agama yang inklusif. Sebab dalam Islam, anak-anak dari orang tua yang beragama apapun, jika meninggal sebelum baligh akan masuk Surga alias selamat. 

Islam juga bisa dicap agama pluralis. Alasannya jelas, Islam sejak lahir telah berhadapan dengan pluralitas agama, ras, suku dan tradisi. Tapi pluralisme disini bukan pluralisme teologis tapi sosiologis. Islam dapat hidup dengan berbagai agama, ras, suku dan aliran apapun. 

Sejarah membuktikan, pembunuhan nabi-nabi dilakukan oleh mereka yang tidak suka agama. Kini tidak ada lagi nabi-nabi pembawa kebenaran dan jalan keselamatan untuk dibunuh. Yang dibunuh adalah kebenaran dan jalan keselamatan dan bahkan “tuhan” itu sendiri.*

Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS)

Baca juga tulisan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi lain di sini

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamid Fahmy Zarkasyipemikiran Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya boneka arwah Muhammadiyah Keluarkan Pendapat Soal Tren Boneka Arwah (Spirit Dolls): Bisa Menciderai Akidah Tauhid
Tulisan selanjutnya video viral Sholat di Ketinggian 60 Meter, Rekaman Video Operator Crane Ini Viral

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?