Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di Negara Super Aman Austria Banyak Wanita yang Dibunuh Pasangannya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Januari 2022 17:01 5:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Januari 2022 17:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih banyak wanita dibandingkan pria yang dibunuh di Austria tahun lalu, hal yang langka di kalangan negara anggota Uni Eropa.

Tiga puluh satu wanita dibunuh di negara kecil di kawasan pegunungan Alpina berpenduduk 8,9 juta yang dikenal sangat aman itu pada tahun 2021 saja.

Angkanya setiap tahun berfluktuasi, tetapi antara 2010 dan 2020 sebanyak 319 wanita dibunuh. Kebanyakan pembunuhan dilakukan oleh suami atau belas suami mereka, menurut hasil studi yang ditugaskan oleh pemerintah. Ini adalah salah satu yang tertinggi di UE, menurut data Eurostat seperti dilansir AFP Selasa (18/1/2022).

Sementara pembunuhan kaum Hawa memicu demonstrasi besar di Prancis maupun Meksiko, isu ini sangat jarang dibahas di Austria. Masalah ini menjadi perdebatan publik setelah sejumlah kejahatan mengerikan terjadi terhadap perempuan.

Pada 5 Maret 2021, seorang wanita berusia 35 tahun yang diidentifikasi sebagai Nadine W dijerat lehernya dengan kabel di toko tembakaunya oleh bekas pasangannya lalu dibakar hidup-hidup. Dia meninggal dunia satu bulan kemudian di rumah sakit akibat luka-lukanya

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kemudian di bulan April, pemilik sebuah kedai bir ditangkap karena membunuh bekas pasangannya, ibu dari dua anak. Pria berusia 43 tahun itu, yang kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, sudah dikenal publik setelah seorang aktivis lingkungan ternama mempublikasikan pesan-pesan tidak senonoh yang dikirimkannya ke laman Facebook wanita tersebut pada 2018.

Sejak itu masalah kejahatan terhadap wanita mendapatkan perhatian pemerintah, yang mengalokasikan anggaran hampir €25 juta untuk tahun 2022.

Tahun 2022 baru saja dimulai ketika momok ini merenggut korban lain: seorang wanita berusia 42 tahun ditembak di bagian kepala oleh suaminya ketika sedang berada di meja makan.

Guna memastikan para wanita yang dibunuh tidak dilupakan begitu saja, aktivis perempuan Ana Badhofer mencantumkan nama-nama korban di sebuah dinding di ibukota.

Karin Pfolz, aktivis yang mengalami sendiri neraka selama sepuluh tahun pernikahannya, masih ingat kesepian ekstrem yang dirasakannya.

“Anda tidak memiliki siapa pun untuk diajak bicara. Begitu banyak dari kita yang diam karena malu, karena takut akan reaksi masyarakat,” kata Pfolz, yang sekarang mengunjungi sekolah-sekolah untuk berbagi pengalaman.

“Dari luar, kekerasan tidak terlihat, bekasnya tersembunyi. “Mata hitam itu klise,” katanya.

Secara proporsional, di Rusia atau Brazil – dua negara yang kerap dipandang membahayakan bagi wanita – angka pembunuhan terhadap wanita justru lebih rendah dibandingkan Austria, negara yang jauh lebih makmur dan relatif tenang, di mana ada hukum dan jaringan dukungan bagi wanita, kata Maria Rösselhumer, pimpinan AÖF, asosiasi utama yang menjalankan pusat penerimaan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Menurut Rösselhumer ada beberapa faktor penyebab. Di negara Katolik itu para wanita banyak yang hanya menjadi ibu rumah tangga atau bekerja paruh waktu. Bahkan seringkali perempuan tidak sanggup (secara finansial) apabila harus angkat kaki dari rumah suami atau pasangan yang bertindak kasar.

Perempuan memperoleh pendapatan 20% lebih sedikit daripada pria, kesenjangan gaji yang paling lebar di Uni Eropa kecuali dibandingkan dengan Estonia dan Lithuania.

Dalam kondisi ini, sedikit yang berani mengambil risiko untuk angkat kaki dari rumah karena “ketika Anda pergi, Anda mendapati diri Anda di jalanan dengan kantong plastik di satu tangan dan anak Anda di tangan lainnya,” papar Pfolz.

Dia sendiri mengaku bahwa ketika melarikan diri, dia merasa “seperti seorang pengungsi di negaranya sendiri”.

Rösselhumer juga menyebut “kurangnya rasa hormat dan adanya penghinaan terhadap perempuan” dalam ranah politik. Di mana machisme meninggkat antara 2017 dan 2019 ketika pemerintahan dikuasai kaum konservatif dan sayap kanan.

Pada Desember 2021, Austria dikritik oleh Council of Europe’s Human Rights Commissioner Dunja Mijatovic, yang menyerukan agar negara itu menyediakan “sumber daya yang cukup” dan “pendekatan yang ambisius dan komprehensif” dalam mengatasi isi kekerasan terhadap perempuan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Austriapembunuhanwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran Arab Saudi Pertama Kalinya Setelah 6 Tahun, Iran Kirim Diplomat ke Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Bangkitkan Ekonomi Thailand Longgarkan Aturan Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?