Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Lebih Memilih Kirim RS Lapangan daripada Senjata ke Ukraina

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Januari 2022 08:14 8:14 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Januari 2022 08:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Jerman mengatakan bahwa demi mencegah eskalasi ketegangan, pihaknya lebih memilih untuk mengirimkan rumah sakit lapangan daripada senjata ke Ukraina.

Dalam wawancara yang dimuat hari Sabtu (22/1/2022), Menteri Pertahanan Christine Lambrecht mengatakan kepada koran Welt am Sonntag bahwa ada konsensus di pemerintah Jerman dalam hal pembatasan pasokan senjata ke Kyiv.

“Kami berada di pihak Kyiv. Kami harus melakukan segalanya untuk menurunkan eskalasi. Saat ini, pengiriman senjata tidak akan membantu dalam hal ini; ada kesepakatan tentang hal ini di pemerintah Jerman,” kata Lambrecht.

Keputusan itu diambil Berlin meskipun ada permohonannya dari Kyiv untuk memasok persenjataan.

Jerman berencana mengirim fasilitas rumah sakit lapangan ke Ukraina pada Februari, kata Lambrecht.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ukraina akan menerima rumah sakit lapangan lengkap bersama pelatihan yang diperlukan pada bulan Februari, semuanya dibiayai bersama oleh Jerman sebesar €5,3 juta ($6,01 juta),” kata Menteri Pertahanan Jerman itu, seperti dilansir DW.

Angkatan bersenjata Jerman telah merawat tentara Ukraina yang terluka di fasilitas medisnya selama beberapa tahun terakhir. Lambrecht menambahkan bahwa Berlin belum lama ini sudah mengirimkan respirator ke Ukraina.

Rusia telah mengirim sekitar 100.000 tentara ke perbatasan Ukraina, sehingga menimbulkan kekhawatiran di Barat.

Hari Jumat, Ukraina menuduh Rusia meningkatkan dukungan kepada separatis di wilayah timur negara itu.

Moskow membantah tuduhan bahwa mereka merencanakan invasi, dan Kremlin menuntut NATO agar menghentikan ekspansi ke bagian timur kawasan tersebut dan menolak masuknya Ukraina ke dalam pakta pertahanan itu.

Rusia sebelumnya menyerang Ukraina untuk menguasai Semenanjung Krimea. Tindakan itu mengundang kutukan dan sanksi dari negara-negara Barat terhadap Rusia.

Sebelum bubar, Ukraina merupakan bagian dari Uni Soviet. Semenanjung Krimea yang berada di bagian timur Ukraina, sebagian penduduknya ingin memerdekakan wilayah itu dan sebagian lain ingin bergabung dengan Federasi Rusia, sementara Moskow senantiasa memandang Krimea sebagai bagian dari wilayahnya dengan alasan historis, etnis dan geografis.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanrusiaSemenanjung KrimeaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akuarium Gentong Bikin Ikan Stres dan Cepat Mati
Tulisan selanjutnya Sejumlah Monyet Laboratorium Lepas, Warga Pennsylvania Diminta Tidak Mendekatinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?