Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Saat Mengantarkan Sedekah

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 24 Januari 2022 18:17 6:17 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 24 Januari 2022 19:30
Bagikan
Sepeda motor Bowo dan bungkusan kue (lingkaran hijau) yang selamat dari kecelakan mau di Rapak, Balikpapan, Jumat (21/01/2022).
Bagikan

Hidayatullah.com | SRI Prijanto Wibowo (50) tak menyangka jika dirinya termasuk salah seorang yang selamat dari kecelakaan maut baru-baru ini. Menyaksikan rekaman video detik-detik tragedi lalu lintas yang menelan nyawa 5 orang itu, terbayang bagaimana mengenaskannya kondisi para korban.

Tapi kondisi Bowo, sapaanya, tidak demikian. “Hanya luka ringan dan memar-memar, Mas. Alhamdulillah. Cuma traumanya saja yang masih terus terbayang,” ujar Bowo kepada hidayatullah.com, Senin (24/01/2022).

Kisah yang dialami Bowo ini viral menyusul viralnya kejadian tabrakan maut di Muara Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/01/2022) lalu itu.

Salah seorang warganet, Muhammad Ramadhan, tampaknya yang pertama kali memviralkan kisah itu melalui media sosialnya. “*Selamat Dari Maut Karena Sedekah*,” tulis Ramadhan lewat Instagramnya.

Korban selamat dimaksud itu adalah Bowo dan istrinya, Siti Marwiyah (50). Bukan cuma kisah selamatnya yang menarik perhatian, tapi kisah di balik kecelakaan itu. Keduanya selamat dari kecelakaan dalam perjalanan mengantarkan sedekah.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Bowo menuturkan detik-detik sebelum, sesaat, dan setelah kejadian tersebut. Jumat itu, seperti hari-hari kerja biasanya, ia dan istrinya berangkat ke kantor masing-masing dengan berboncengan sepeda motor.

Setiap Jumat mereka punya agenda rutin yaitu bersedekah, disebutnya “Jumat Berkah”. Termasuk di hari nahas itu. Pagi bakda shalat subuh, Bowo dan Siti berangkat dari rumahnya menuju kantor. Mereka telah membeli sejumlah kue untuk disedekahkan. Selain berangkat ke kantor, keduanya hendak menyempatkan diri berbagi kue itu.

Dalam perjalanan, setibanya di turunan dekat simpang lima Muara Rapak, lampu lalu lintas sudah menyala merah. Bowo dan Siti berhenti. Pun kendaraan lainnya.

Sekitar 1-2 menit kemudian, tiba-tiba terdengar oleh Bowo suara begitu nyaring. Saat itu sekitar pukul 06.19 WITA sebagaimana rekaman video, sebuah truk tronton bermuatan 20 ton menabrak puluhan kendaraan di depannya. “Tanpa ampun”, puluhan mobil dan sepeda motor ditabrak secara beruntun. Truk besar itu baru berhenti dalam jarak 100-an meter kemudian.

Tapi Bowo mengaku belum paham apa yang terjadi sebenarnya detik-detik itu. “Benar-benar enggak tahu sama sekali,” tuturnya.

Suasana yang dirasakannya kala itu hanya seperti suara angin bergemuruh dan seperti bayangan sesuatu lewat di samping kanan dan atasnya. “Saya merasa seperti berada di ruangan yang hampa.” Ia mengaku hanya mengalami dorongan, lalu jatuh, tapi tidak pingsan.

“Saya sadar sepenuhnya karena pada saat saya terdorong dari belakang, saya sempat berucap ‘Allahu Akbar’ dan ‘Astaghfirullah’,” tuturnya.

Ia dan istrinya baru tahu apa yang terjadi setelah membuka handphone, melihat video dari rekaman CCTV yang viral media sosial. Dari kengerian kecelakaan maut itu, rasanya sulit dipercaya Bowo dan Siti selamat.

Kepada hidayatullah.com, Bowo mengirimkan gambar tangkapan layar video itu. Lewat tanda lingkaran biru dan panah merah buatan, ia menunjukkan posisi sepeda motornya sesaat sebelum kejadian itu.

Detik-detik sebelumnya terjadinya kecelakaan maut di Muara Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/01/2022) pagi.

Terlihat sepeda motornya berada di deretan terdepan dekat zebra cross, di bagian ujung dekat bahu jalan. Jika diperhatikan seksama tayangan video CCTV itu pada detik 00.14-00.18, tampak posisi sekitar Bowo itu adalah tempat terjadinya benturan dahsyat antara truk, mobil-mobil, dan sepeda motor.

Tapi sepeda motor Bowo kemudian tak terlihat lagi, ia tampaknya terdorong ke samping oleh sebuah mobil yang tertabrak, membuat posisi Bowo dan istrinya menjauhi lintasan yang akan dilalui truk tronton –yang diduga mengalami rem blong itu. Bowo dan Siti nyaris saja tergilas atau tertimpa kendaraan besar.

Detik-detik setelah terjadinya kecelakaan maut di Muara Rapak, Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/01/2022) pagi.

Dalam gambar berikutnya yang ia kirimkan, Bowo menjelaskan posisinya setelah tabrakan itu. Ia menandai posisi sepeda motornya berada, yaitu di balik sebuah mobil hitam yang juga kena tabrakan beruntun.

Sepeda motor Bowo dan bungkusan kue (lingkaran hijau) yang selamat dari kecelakaan mau di Rapak, Balikpapan, Jumat (21/01/2022).

Dalam gambar lain yang beredar, terlihat sebuah sepeda motor biru putih diparkir di dekat mobil hitam itu setelah kejadian. Pada gantungan sepeda motor itu, tampak bungkusan yang masih utuh berisi makanan. Kontras dengan kondisi di sekelilingnya, sejumlah sepeda motor lainnya tampak ringsek dan bergeletakan, dengan penumpang atau pengemudinya masing-masing yang sedang merintih kesakitan dan tertatih-tatih menepi ke pinggir jalan, sebagaimana video lain yang viral.

Sepeda motor biru putih itulah milik Bowo, terlihat masih utuh. “Hanya penutup knalpotnya yang terbuat dari plastik saja yang pecah dan sedikit goresan (di bodinya). Alhamdulillah. Kondisi motor saya ini yang masih menjadi pertanyaan saya. Sebelumnya motor itu juga tergeletak… Saya geser dan saya posisikan (diparkir) seperti itu,” akunya.

Usai kejadian, Bowo dan istri yang dalam kondisi luka ringan, segera bangkit. Di sekelilingnya situasi cukup mencekam. Korban bergelimpangan. Kendaraan pada ringsek. Di antara korban yang dilihatnya tampak seorang wanita yang kakinya terjepit kendaraan. Bowo dan Siti bergegas berupaya melakukan pertolongan semampunya bagi para korban.

“Karena kondisi kami masih lebih baik, jadi kami membantu yang lain. Istri saya membantu menghubungi keluarga salah satu korban karena saat itu beliau tidak membawa alat komunikasi. Saya saat itu membantu seorang ibu (pada saat di lampu merah posisi beliau berada persis di samping kanan kami), kaki beliau terjepit antara roda motor dan tertindih angkot Nomor 3 yang sedikit terguling. Kemudian banyak datang pertolongan (orang) yang membawa korban luka-luka ke rumah sakit. Setelah sudah tak ada lagi yang bisa kami lakukan, saya bersama istri naik motor ke RS Ibnu Sina untuk mengobati luka ringan kami,” tuturnya panjang lebar.

Sedekah Jumat Berkah

Bowo, pria kelahiran Balikpapan ini, merupakan seorang supir di sebuah perusahaan di Kota Minyak itu. Istrinya, Siti Marwiyah, seorang muslimah asal Makassar (Sulawesi Selatan), yang bekerja di sebuah perkantoran di Balikpapan.

Di sela-sela menjalankan profesi masing-masing, pasutri ini punya amal shaleh khusus setiap Jumat yaitu bersedekah. “(Amalan) Jumat Berkah sudah berjalan 1 tahun, Mas,” ujarnya dalam wawancara panjang itu yang dijeda saat masuk waktu shalat di Balikpapan.

Bowo meyakini, keutamaan ikhlas bersedekah karena Allah disertai harapan mendapatkan balasan hanya dari Allah. Sebagai Muslim tentu juga meyakini keajaiban yang dialaminya merupakan kuasa Allah.

“Saya mendengar dalam satu majelis kalau dalam sedekah boleh kita niatkan untuk suatu maksud. Maka mulai saat itu kami lakukan dengan niat yang berbeda-beda, kadang kami niatkan untuk kesehatan, keselamatan, dan lain-lain. Dan ternyata Allah menjawab langsung (diselamatkan saat kecelakaan) walaupun saat itu belum tersampaikan. Subhanallah. Masya Allah!” ungkapnya.

Kecelakaan maut di Rapak, Balikpapan, itu pun membuatnya semakin yakin akan pertolongan Allah, memantapkan dirinya dalam beramal shaleh, termasuk dalam bersedekah.

“Masya Allah. Subhanallah. Allah yang menggenggam kami, melindungi kami dan korban yang selamat lainnya,” tuturnya mengutarakan rasa syukur kesaligus kesedihan mendalam terhadap para korban.

Omong-omong, bagaimana nasib kue yang Jumat pagi itu akan disedekahkan?

“Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan untuk melaksanakan rutinitas (sedekah Jumat) ini. Alhamdulilah, (kue itu) tetap tersampaikan ke tempat (sedekah) rutin oleh istri saya dan yang lain saya (kasih secara) random,” ujarnya seraya mengucap Alhamdulillah tiga kali.

Dibawa kemana sedekahnya setiap Jumat? “Random (acak) aja, Mas, mengikuti suara hati kami. (Dan) ada dua tempat yang rutin,” ujarnya seraya meminta maaf karena tidak bisa menyebutkan tempat sedekah rutinnya itu.

“Mohon maaf, semoga dapat dimengerti. Usia kami tinggal sedikit lagi, Mas. Sedangkan bekal kami di kehidupan yang abadi nanti masih kurang,” ungkapnya merendah.*

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Maut di Simpang Rapak Balikpapan

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AjalBalikpapanKecelakaanSedekah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vandalisme Siber Waspadai Anak jadi Korban Vandalisme Siber
Tulisan selanjutnya Berutang Bahan Bakar $4 Juta, Hakim Perintahkan Kapal Pesiar Crystal Symphony Disita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?